ILUNI UI: Vaksin Gotong Royong Jangan Ganggu Program Vaksinasi Gratis

Oleh : Hariyanto | Rabu, 03 Maret 2021 - 15:22 WIB

Ketua Policy Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia, M. Jibriel Avessina
Ketua Policy Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia, M. Jibriel Avessina

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Ketua Policy Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Policy Center ILUNI UI) M. Jibriel Avessina mengingatkan pemerintah agar vaksinasi gotong royong tidak mengganggu jalannya vaksinasi program. Menurutnya, pemerintah harus tetap mendahulukan prioritas yang telah ditetapkan dalam vaksinasi program.

Dia menyoroti, dalam peraturan tertulis tentang vaksinasi gotong royong tidak tercantum vaksin ini ditujukan untuk giliran yang keberapa. Untuk itu, Jibriel melihat perlunya pengawalan dalam pelaksanaan program vaksinasi gotong royog agar tidak mengganggu prioritas. 

“Vaksinasi gotong royong harus diberikan giliran terakhir dalam pelaksanaan vaksinasi, setelah pelaksanaan sektor-sektor prioritas di vaksinasi program selesai. Setelah nakes, lansia, tenaga pelayanan publik, dan prioritas rentan sosial ekonomi. Baru setelah itu mungkin kita bisa dorong vaksinasi gotong royong dilakukan,” tegas Jibriel dalam diskusi daring Forum Diskusi Salemba dengan tema “Strategi Indonesia dalam Proses Vaksinasi Mandiri COVID-19”, Rabu (3/3/2021)

Selanjutnya, Jibriel juga mendorong para pemangku kepentingan dalam pemerintahan untuk melakukan sosialisasi dalam perencanaan skema waktu dan jadwal dari para peserta vaksinasi gotong royong. Dia meminta agar pelaksanaan vaksinasi gotong royong tidak bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi program. 

“Kita dukung pelaksanaan vaksinasi secara optimal dan masif, tapi tidak mengorbankan prinsip universal dan keutamaan. Tidak boleh ada kelompok yang diistimewakan dalam vaksinasi. Kami dukung kebijakan pemerintah, tapi dengan pengawalan dan catatan kritis jika dirasa kebijakan itu perlu ada pemantauan optimal,” tukasnya. 

Senada dengan Jibriel, Epidemiolog UI Pandu Riono juga mengingatkan pemerintah agar tetap memprioritaskan pemberian vaksin berdasarkan usia dan wilayah. Baru setelah itu, prioritas vaksin diberikan berdasarkan profesi. 

“Prioritaskan vaksin untuk lansia karena angka kematian lansia tinggi, sudah mencapai 50%. Kalau sudah lansia dan nakes, jangan kelompok-kelompok lain memotong rantai antrian karena mereka punya power politik. Mulai dari lansia, nanti semua akan kebagian dengan gilirannya,” kata Pandu.

Menurut Pandu, keinginan mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok dalam satu tahun merupakan hal yang mustahil dicapai. Dia menekankan, yang terpenting adalah mengendalikan pandemi sebelum berbicara herd immunity. Dalam mengendalikan pandemi, ada konsep angka reproduktif yaitu berapa banyak rata-rata orang yang menularkan virus.

”Pada awal pandemi sekitar 2 lebih R0, dengan adanya PSBB kita sudah mencapai 1. Seharusnya di bawah 1. Kalau di bawah 1, artinya kurva melandai,” jelasnya.

Untuk itu, Pandu menilai penting untuk menekan angka reproduktif tersebut. Caranya dengan tetap melakukan 3M untuk mengurangi populasi berisiko yang membawa virus. Pengurangan hanya bisa ditekan dengan perubahan perilaku masyarakat yakni memakai masker dan menjaga jarak. 

Pemerintah juga punya tugas membawa surveilans dan memperkuat 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). “Perjalanan kita tidak lompat ke herd immunity, tapi ke tujuan antara yaitu wabah terkendali. Orang tidak lagi ketakutan, rumah sakit tidak banyak kasus dirawat, kematian mendekati nol. Untuk itu pandemi harus terkendali. Vaksinasi, 3M, dan 3T harus dilakukan,” tegas dia lagi. 

Sementara itu, Direktur Utama RSUI dr. Astuti Giantini, Sp. PK (K), MPH menyatakan kesiapan RSUI sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 sekaligus pelaksana vaksin. Dia menjelaskan, RSUI memiliki alur pasien dan pengunjung. Selain itu, terdapat skrining awal pasien, pengunjung, dan pegawai di rumah sakit. 

RSUI juga tetap menerapkan 3M yaitu mengukur suhu, memakai masker, dan menyediakan fasilitas cuci tangan. Selain itu, RSUI juga memiliki satu klinik dengan ruangan terbuka di bawah gedung parkir. “Ada Klinik Melati yang melayani sampai 250 pasien per hari. Di rumah sakit, kami memisahkan antara yang covid dan noncovid,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan vaksin, dr. Astuti menyebut RSUI telah melakukan vaksin untuk lebih dari 1.000 tenaga kesehatannya. Distribusi penerima vaksin di RSUI total mencapai 1.663 untuk tahap pertama dan tahap kedua sebesar 703. 

RSUI  sudah memulai vaksinasi lansia dari 1 maret dengan jatah untuk tahap pertama sebesar 1.813. RSUI juga mendapat tugas untuk melakukan vaksinasi untuk lima kelurahan di Depok, di antaranya kelurahan Bakti Jaya dan Mekar Jaya. 

“Kami komitmen dan dedikasi dengan pendekatan paripurna, peran aktif dalam vaksinasi, dan persiapan untuk vaksinasi gotong royong di bulan April. Ini komitmen kami,” pungkas dr. Astuti 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MenkopUKM Teten Masduki usai membuka InaFashion Smesco Online Expo

Rabu, 21 April 2021 - 18:41 WIB

Dongkrak Penjualan Produk UMKM Fesyen, KemenkopUKM Gandeng Hippindo Gelar InaFashion Semsco Onlie Expo

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membuka secara resmi pameran virtual InaFashion Smesco Online Expo 2021 yang berlangsung pada 21-30 April 2021. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi…

Jokowi Tinjau Kawasan Industri Batang

Rabu, 21 April 2021 - 18:39 WIB

Luar Biasa Dahsyat! Diam-diam Industri Kaca Terbesar di Asia Tenggara, Industri Prekursor dan Katoda Antre Masuk Kawasan Industri Batang

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya di Kawasan Industri Terpadu Batang, di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengungkapkan progres pembangunan…

BBM, SPBU (Foto/Rizki Meirino)

Rabu, 21 April 2021 - 18:14 WIB

Asik...Pertamina Guyur Promo di Harkonas, Konsumen Bisa Beli BBM Dengan Harga Rp300 Per Liter

Sepanjang bulan April, masyarakat bisa menikmati pembelian Pertamax Series dan Dex Series dengan harga hemat Rp 300 per liter tanpa batas maksimal transkasi menggunakan aplikasi MyPertamina…

VIDIA Penyelenggara Sertifikat Elektronik

Rabu, 21 April 2021 - 18:00 WIB

Penyelenggara Sertifikat Elektronik Sediakan Dokumen Digital Terpercaya melalui Tanda Tangan Elektronik

PT Indonesia Digital Identity (VIDA) menjadi perusahaan Penyelenggara Sertifikat Elektronik pertama di Indonesia yang terdaftar sebagai penyedia layanan tanda tangan elektronik yang aman dan…

Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arcandra Tahar

Rabu, 21 April 2021 - 17:15 WIB

Arcandra Tahar Sebut PGN Punya Peran Penting Ambil Peluang Optimalkan Kebutuhan LNG Dunia yang Semakin Membesar

Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arcandra Tahar mengungkapkan, PGN memiliki posisi strategis dalam penyediaan energi yang ramah lingkungan dan efisien di dalam negeri. Dijelaskan…