Kopi Yuk, Kopi...Habitual Buyingkah?

Oleh : Candra Mata | Senin, 22 Februari 2021 - 10:29 WIB

Jehan Nabilah, Mahasiswa S2 - Management in Technology President University
Jehan Nabilah, Mahasiswa S2 - Management in Technology President University

INDUSTRY.co.id - "Kopi yuk, kopi!" Sering dengar ajakan ini saat jam di kantor mulai menunjukan pukul 2 siang?

Pekerjaan masih menumpuk, tapi mata dan tubuh rasanya sudah lelah dan mulai memberikan sinyal untuk diberi asupan kafein.

Jangan khawatir, kamu enggak sendirian kok. Ajakan itu juga selalu terdengar di kantor saya hampir setiap harinya.

Sempat tersadar dan mulai muncul pertanyaan di kepala "Kenapa ya kok sekarang-sekarang ini kalau sehari enggak minum kopi jadi kayak ada yang kurang?". 

Apakah saat ini minum kopi sudah menjadi suatu kebiasaan di kehidupan generasi millenial dan GenZ ? Mari kita tarik mundur 5-10 tahun ke belakang. 

Saat itu, image orang yang ingin minum kopi masih didominasi dengan sistem duduk di kedai kopi, menyeruput secangkir kopi sambil mengadakan pertemuan dengan kerabat ataupun meeting dengan klien. Jumlah kedai kopi saat itu juga belum sebanyak sekarang. 

Akan tetapi, semua kebiasaan itu telah bergeser. Kini, kopi Grab and Go telah menjadi alternatif pilihan sebagian orang.

Aktivitas yang padat dan pekerjaan kantor yang menumpuk menyebabkan orang-orang kini lebih memilih untuk membeli kopi Grab and Go daripada duduk di kedai kopi. 

Mereka tetap bisa minum kopi saat di perjalanan menuju kantor atau saat sedang bekerja sekalipun. 

Saat ini gerai kopi Grab and Go sudah sangat menjamur di berbagai wilayah di Indonesia. Sebut saja Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Kopi Soe, Fore dan masih banyak lagi.  

Ditambah dengan adanya kemudahan ekstra dari layanan ojek online yang dapat memudahkan mereka untuk mendapatkan segelas kopi tanpa harus keluar kantor.

Penikmat kopi  sudah membiasakan tubuhnya untuk mengonsumsi kopi setiap harinya. 

Tubuh mereka secara otomatis membentuk alarm alaminya yang akan "berbunyi" di setiap jam-jam krusial (ditandai dengan mata yang mengantuk dan konsentrasi yang menurun). 

Otak, tangan, dan mulut secara langsung tersinkronisasi untuk menjalankan tugasnya masing-masing dalam mengatasi situasi seperti ini.

Tanpa berpikir panjang otak akan menyuruh tangan untuk mengambil smartphone, membuka aplikasi ojek online dan mulut mulai berteriak "Kopi yuk kopi". 

Tidak ada yang salah dengan runtutan cerita di atas. Kejadian tersebut bisa terbentuk karena adanya konsep "Habitual Buying". 

Habitual buying adalah kondisi dimana seorang pembeli tidak perlu berpikir panjang sebelum membeli sebuah produk yang sudah rutin ia beli. 

Dalam arti kata lain, saat akan memutuskan untuk membeli suatu produk, pembeli tersebut tidak memerlukan pertimbangan apapun dari alam bawah sadarnya.

Habitual buying behavior sering terjadi pada produk-produk yang cenderung low cost dan routine purchasement.

Makna produk “low cost dan routine purchasement  ” berarti produk yang dibeli dengan harga yang cenderung murah sehingga pembeli tidak perlu menyiapkan dana untuk membeli produk tersebut dari jauh-jauh hari dan produk tersebut merupakan produk yang dibeli secara kontinu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Produk low cost  dalam kehidupan sehari-hari dapat berupa makanan, minuman, detergen pakaian, sabun, sampo dan produk sehari-hari lainnya.  

Habitual buying adalah kondisi dimana seorang pembeli tidak perlu berpikir panjang sebelum membeli sebuah produk yang sudah rutin ia beli.  

Habitual buying behavior sering terjadi pada produk-produk yang cenderung low cost dan routine purchasement.

Membeli minuman es kopi gula aren, saat ini dapat dikategorikan sebagai habitual buying behavior bagi kebanyakan orang. 

Mereka tidak memerlukan kesadaran penuh untuk membuat keputusan akan membeli es kopi gula aren atau tidak.
Pada akhirnya, kebiasaan tersebut membentuk suatu siklus tak berujung.

Kebutuhan akan kopi yang merujuk pada merk tertentu akan sulit dihilangkan.

Masalah baru pun akan bermunculan seperti masalah kesehatan yang muncul di usia muda akibat mengonsumsi kopi dengan kandungan gula yang tinggi secara rutin, masalah finansial yang muncul akibat "kebocoran" dana pembelian kopi yang setiap hari di lakukan sehingga masyarakat sulit untuk menyisihkan dana darurat dan dana simpanan lainnya, serta masalah-masalah lainnya yang mungkin akan muncul di kemudian hari.

Alangkah baiknya, kita sebagai penikmat kopi kekinian dapat tetap bersikap bijak mengatasi kebiasaan minum kopi ini.

Sebagai contoh kita bisa membatasi jumlah konsumsi kopi kekinian dalam setiap minggu atau bulannya. 

Selain baik untuk kesehatan, pembatasan ini tentu juga akan menyelamatkan "kantong" dan mengalihkannya ke tabungan-tabungan yang lebih bermanfaat.

Penulis adalah Jehan Nabilah, Mahasiswa S2 - Management in Technology
President University

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Perumahan

Minggu, 07 Maret 2021 - 16:38 WIB

Dahsyat, BSI Geber Pembiayaan KPR Syariah

Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan langkah agresif dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan kepemilikan rumah. Salah satunya melalui program pembiayaan BSI Griya Hasanah yang menggunakan akad…

Panen Padi (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 07 Maret 2021 - 16:34 WIB

Catat! Tugas Bulog Bantu Serap Beras Petani, Panen Raya di Depan Mata

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Suryo Banendro meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk melakukan penyerapan padi secara maksimal. Ini perlu dilakukan…

Dok. SMSI

Minggu, 07 Maret 2021 - 16:04 WIB

SMSI: Adam Malik, PK Ojong-Jakob Oetama, Hamka, Fachrodin Tokoh Inspiratif di RI

Para pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sependapat, setidaknya ada lima tokoh nasional yang patut menjadi teladan bagi dunia pers di Indonesia serta menginspirasi lahirnya SMSI, yakni…

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 07 Maret 2021 - 15:40 WIB

Buat Apa Impor 1 Juta Ton! Toh Beras Petani Bisa Diserap

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Aliyth Prakarsa menyayangkan adanya kebijakan impor 1 juta beras melalui Perum Bulog untuk memenuhi cadangan beras nasional. Menurut Aliyth,…

Ketum Demokrat AHY dan Ketua KSP Moeldoko (foto Kolase)

Minggu, 07 Maret 2021 - 15:25 WIB

Catat! Demokrat Solid, DPD PD: KLB Abal-abal! AHY Ketua Umum Yang Sah...

Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa dirinya merupakan Ketua Umum PD yang sah hingga saat ini. "Tidak ada dualisme kepemimpinan & kepengurusan Partai…