Dukung Mega Proyek Petrokimia Terus Berjalan, Kemenperin Buka Peluang Masa Pengkreditan PPN Diatas 10 Tahun

Oleh : Ridwan | Selasa, 09 Februari 2021 - 18:30 WIB

Petrokimia (Foto Dok Industry.co.id)
Petrokimia (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Saat ini sistem PPN di tanah air, dirasa masih belum ramah terhadap investasi, terlebih lagi dengan adanya pandemi.

Berdasarkan PMK No 31/PMK.03/2014, masa pengkreditan PPN Masukan hanya diberikan selama 3 (tiga) tahun, dengan tambahan maksimal 2 tahun. Ini jelas sangat menyulitkan pengusaha yang akan berinvestasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Fridy Juwono mengakui bahwa kondisi saat ini memang berat. Namun, jelas Fridy, pihaknya terus berusaha semaksimal mungkin memberikan apa yang dibutuhkan oleh pengusaha.

Terkait PPN, dirinya akan membicarakan di internal Kemenperin terlebih dahulu. Namun dia mengakui untuk PPN sebaiknya diberikan waktu yang cukup seperti 2 kali masa tenggang, kira kira di atas 10 tahun.

"Seperti kita ketahui kebijakan non fiskal seperti saat ini yang sedang dikaji seperti potongan harga listrik dan gas, semua intensif diupayakan oleh pemerintah karena ingin industri dalam negeri bisa menekan biaya produksi. Dengan begitu, diharapkan bisa menghasilkan produk yang bersaing dengan negara lain," jelasnya saat dihubungi melalui telepon (9/2/2021).

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik Indonesia (INAPLAS) Suhat Miyarso mengungkapkan kekhawatirannya dengan mega proyek petrokimia akan beresiko menanggung biaya modal tinggi akibat masa kredit PPN di Indonesia yang relatif terlalu pendek dan akan  berpotensi menyebabkan investasi tersebut dipindahkan ke negara lain dengan sistem PPN yang lebih ramah terhadap investasi.

"Selain hambatan dari situasi pandemi, mega proyek tersebut juga berpotensi terkendala oleh regulasi masa kredit PPN Indonesia yang terlampau pendek masa kredit PPN tersebut menyebabkan mayoritas mega proyek petrokimia tidak dapat mengkreditkan PPN Masukan (Input Tax) terhadap belanja modal (Capital Expenditure / CAPEX), yang justru banyak dibelanjakan mendekati akhir masa konstruksi," jelas Suhat, kemarin.

Menurut Suhat, dalam situasi normal, konfigurasi mega investasi petrokimia terintegrasi yang begitu kompleks memerlukan waktu konstruksi antara 5 – 8 tahun.

"Akibat dampak pandemi Covid-19, masa konstruksi diperkirakan lebih lama karena mobilisasi ribuan pekerja konstruksi dalam satu wilayah yang sama tidak sesuai dengan protokol keselamatan. Pandemi juga menyebabkan rencana Final Investment Decision (FID) dari beberapa mega proyek tersebut mundur akibat shock yang terjadi pada industri petrokimia," paparnya.

Suhat menambahkan di negara tetangga, seperti Thailand dan Vietnam tidak memiliki batasan pengkreditan PPN bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) belum berproduksi. Dengan demikian, investor akan cenderung melihat kedua negara tersebut sebagai lokasi yang lebih layak untuk ditanamkan investasi mega proyek petrokimia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Joko Widodo

Selasa, 13 April 2021 - 08:04 WIB

Buka Hannover Messe 2021, Presiden Jokowi Sebut Transformasi Teknologi Digital Semakin Penting

Presiden Jokowi menyampaikan, tema transformasi teknologi yang diusung Hannover Messe kali ini sangat relevan dengan situasi pandemi COVID-19 yang tengah dihadapi saat ini.

Tol Jakarta - Cikampek II Elevated Resmi Ganti Nama Jadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed

Selasa, 13 April 2021 - 07:50 WIB

Tol Jakarta - Cikampek II Elevated Resmi Ganti Nama Jadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed

Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam sambutannya mengatakan, latar belakang pemberian nama Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed adalah penghormatan bagi Uni Emirat Arab (UEA) yang telah…

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Selasa, 13 April 2021 - 07:00 WIB

Panglima TNI Bicarakan Masalah Strategis Bersama Duta Besar LBBP India

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Kunjungan Kehormatan / Courtesy Call Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) India Y.M. Shri Manoj Kumar Bharti, bertempat di…

Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr. (Han)

Selasa, 13 April 2021 - 06:30 WIB

Dankormar Mayjend Suhartono Pimpin Rapat Lomba Menembak KASAL Cup 2021

Dankormar ( Komandan Korps Marinir ) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono memimpin rapat kesiapan Lomba Menembak Kasal Cup Tahun 2021 di Ruang Rapat Gedung Agoes Subekti Markas Komando Korps Marinir…

Ilustrasi Putusan Pengadilan (ist)

Selasa, 13 April 2021 - 05:30 WIB

Komisi III Soroti Hak Eksekusi PTUN: Mentah Terus...

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir menyoroti hak eksekusi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang tidak dapat dilaksanakan, karena terganjal oleh Peraturan Pemerintah terkait Undang-Undang…