INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah berupaya untuk dapat mencapai target penyelesaian pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di tahun 2021.
“Dari banyak jalan tol yang sedang dibangun di Indonesia, Tol Cisumdawu menjadi prioritas utama pemerintah. Jalan ini merupakan penghubung antara Kota Bandung dan Bandara Kertajati.” kata Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rahman Hidayat dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Progres Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (28/1/2021).
Sebelumnya, Rahman juga telah melakukan kunjungan kerja ke pembangunan PSN Jalan Tol Cisumdawu seksi 1 dan seksi 2 pada Sabtu (23/1/2021) untuk meninjau progres pekerjaan. Rencananya, tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 61,72 kilometer dan dibagi menjadi 6 seksi.
Seksi 1-2 akan dibangun sepanjang 28,5 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp7,2 triliun. Kemudian, seksi 3-6 akan dibangun oleh PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sepanjang 33,22 kilometer dengan biaya sebesar Rp5,58 triliun.
"Di tahun 2021 ini, kita menambahkan dana sebesar 350 miliar dari anggaran tahun sebelumnya sebesar 1,5 triliun untuk Cisumdawu. Anggaran ini melihat perkembangan Cisumdawu hingga saat ini yang harus akselerasi," kata Kepala Subdirektorat Pengadaan Tanah Bina Marga Yudiarmand.
Perkembangan pembangunan di setiap seksi berbeda-beda tergantung dengan kendala yang dihadapi, seperti masalah pembebasan lahan, kelengkapan dokumen, hingga persoalan ketersediaan dana. Dari keenam seksi, seksi 3 menjadi satu-satunya yang sudah selesai proses konstruksinya, sedangkan seksi 4 dan seksi 5 proses pengerjaan masih belum optimal.
Sementara itu, seksi 1 sudah terealisasi 70,49 persen, seksi 2 terealisasi sebanyak 93,51 persen, dan seksi 6 terealisasi sebanyak13,86 persen.
“Perlu ada pengkhususan proyek Cisumdawu agar semua permasalahan dapat selesai di bulan Maret, kemudian dapat dilakukan percepatan pembangunan.” ujar Tenaga Ahli Utama sekaligus Koordinator Tim Infrastruktur Kedeputian I Kantor Staf Presiden Helson Siagian.
Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Qoswara pun memberikan rekomendasi untuk dilakukan monitoring dan evaluasi bersama ke lapangan agar persoalan yang ada dapat langsung diselesaikan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Cisumdawu I dan Soroja (Soreang-Pasirkoja), Kepala Sub Bagian Advokasi Hukum Sekretaris Direktorat Jenderal (Setditjen) Bina Marga, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang, Tenaga Ahli Utama sekaligus Koordinator Tim Infrastruktur Kedeputian I Kantor Staf Presiden, Kepala Subdirektorat Pengadaan Tanah Bina Marga, serta Kepala Satker Tol Cisudawu yang ikut serta dalam rapat ini sepakat dengan ide yang disampaikan dengan alasan menjadikan tol Cisumdawu sebagai top priority.