Waduh Bahaya! Ungkap Risiko Mengerikan dalam PJJ, Nadiem Desak Pemda Segera Lakukan Sekolah Tatap Muka

Oleh : Ridwan | Minggu, 24 Januari 2021 - 15:01 WIB

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Risiko kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau lost learning muncul dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

Dengan demikian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah agar segera membuka sekolah tatap muka bagi yang tidak bisa menjalankan PJJ.

Nadiem mengatakan kalau pembukaan sekolah tatap muka menjadi satu-satunya solusi agar para siswa tidak mengalami ketertinggalan. Menurutnya masalah itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemda untuk membantu akselerasi sekolah tatap muka di tempat-tempat yang paling sulit melakukan online.

"Jadi kami akan medampingi pemeritnahan daerah yang mungkin banyak dari mereka yang mungkin pelan-pelan di tempat-tempat 3T kita akan dorong untuk membantu memfasilitasi tersebut," kata Nadiem dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku kalau learning lost itu menjadi sesuatu hal yang sangat sulit dihindari dalam situasi PJJ. Jalannya PJJ juga dipahami Nadiem menjadi suatu proses yang sulit dan menimbulkan banyak sekali skenario situasi yang kurang optimal.

Meski demikian, ia berharap dengan adanya assesment nasional pada September 2021 bisa mengubah tren learning lost itu sendiri.

Pihaknya telah menginisiatif untuk memastikan para siswa tidak mengalami learning lost, mulai dari pemberian kuota secara gratis, pemanfaatan dana BOS untuk pembelian android dan laptop, pemberian modul pembelajaran, kurikulum darurat, pelatihan untuk guru bahkan modul untuk orang tua pun diupayakan diberikan oleh Kemendikbud.

"Jadi semua hal ini untuk memitigasi," ucapnya.

Tetapi, Nadiem mengatakan kalau upaya-upaya tersebut memang tidak bakal seoptimal dengan sekolah tatap muka. Dengan begitu, ia masih meminta kepada pemda-pemda yang memiliki sekolah dengan kesulitan menjalankan PJJ untuk segera memulai pembelajaran secara tatap muka.

"Jadi tolong bagi para pemda-pemda di mana sekolah-sekolahnya paling sulit melakukan PJJ harap segera memulai dilakukan. Toh pombukaan tatap muka tersebut itu dilakukan protokol kesehatan dan cuman kapasitas 50 persen, tidak sama seperti biasanya," tutup Nadiem.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Umat Buddha di Candi Borobudur

Senin, 01 Maret 2021 - 19:25 WIB

Langkah Awal Jadikan Borobudur Situs Ziarah Dunia, Umat Buddha Gelar Ritual Mandala Puja Borobudur

Belasan umat Buddha mengikuti upacara Mandala Puja Borobudur di area utama Candi Borobudur, Jumat (26/2/2021).

PLN GG - DEB Teken MoU Pengembangan LNG Terminal Bali

Senin, 01 Maret 2021 - 19:17 WIB

PLN GG dan DEB Tandatangani MoU Pengembangan LNG Terminal Bali

PT. PLN (Persero) melalui anak usahanya PT PLN Gas & Geothermal (PLNGG) dan Perusahaan Daerah Provinsi Bali yaitu PT Dewata Energy Bersih (DEB) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman studi…

Basuki Surodjo Raja IT

Senin, 01 Maret 2021 - 19:13 WIB

Sssttt...Kantongi Gold Play Button, RAJA IT Basuki Surodjo Bagi-Bagi 1000 Nasi Bungkus Lho!

Kata Subscribers saat ini menjadi tidak asing lagi, dikarenakan semakin banyaknya pengguna Youtube. Jumlah pelanggan atau subscribers di Youtube, bisa menjadi satu indikator penting bagi seorang…

Bupati sedang menanam di kebun

Senin, 01 Maret 2021 - 18:44 WIB

Bupati Landak Dukung Program Kementan Tanam Jagung di Areal Perkebunan

Kementerian Pertanian menggalakkan optimalisasi dan pemanfaatan lahan untuk pertanaman jagung. Selama ini, jagung ditanam hanya di areal tegalan saja. Kini, di lahan perhutanan dan perkebunan…

KAI Hadirkan Kembali Livery Lokomotif Tahun 1953-1991

Senin, 01 Maret 2021 - 17:34 WIB

Keren Banget!!! KAI Hadirkan Kembali Livery Lokomotif Tahun 1953-1991

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kembali livery lokomotif tahun 1953 - 1991 pada 1 unit lokomotif CC 201. Peluncuran lokomotif CC 201 dengan livery vintage ini diresmikan oleh…