Wisata Penggemar dan Penggemar Pariwisata

Oleh : Bintang Handayani | Sabtu, 16 Januari 2021 - 18:15 WIB

Bintang Handayani, PhD
Bintang Handayani, PhD

INDUSTRY.co.id - Dengan headset tipis berwana putih, musik 90-an mengalun bersama sosok yang sedang berjalan menuju alun-alun. Dibelahan dunia lain, seseorang tengah membaca karya sastra tahun 80-an sebagai bagian dari tugas kuliahnya. Sesaat sebelumnya seorang pescatarian tenggelam dengan alam pikirannya. Berkata: “tanganku basah, I am okay if you dislike me, I’ll stay away”, terdengar jelas suara hampir memelas dan muka sayu, mengalir tumpah seperti air, kelaut biru. Salah pengertian rupanya, klasik cerita cinta orang yang sedang jatuh hati. Semoga berakhir dengan manis, bisik dalam hati. Khas warna biru melekat dengan kemurungan, bersedih hati. Sementara seorang penikmat musik tengah membaca berita duka kematian lead vocalist band ternama di era 90an, awal tahun 2020 yang muram nan gelap. Tercatat, mungkin akan menjadi bagian dari karya sastra sebagai komoditas pariwisata penggemar.

Karya sastra tergambar dalam film, terlukis dikanvas lukisan, tertulis dinovel, dan terekam dalam musik, dapat menyayat hati pembaca novel, mebirukan hati pendengar musik, meneteslah air mati penonton film. Mungkin karya sastra ditulis oleh seorang berhati halus, melekat dengan biru, kemurungan pelukis, kehausan penulis. Bersedih hati, hijau perlahan-lahan menjadi warna biru, melintas bersama bintang diangkasa raya. Pelajaran hidup terekam dengan alunan nada hidup manusia, menjadi budaya, manusia berbudaya. Pandemik telah berakhirkah? belum memungkinkan untuk wisata penggemar melakukan kunjungan. Tragis atau menyedihkan, mana yang paling tepat? Entahlah. Berikut cerita tentang wisata penggemar dan pariwisata penggemar.

Sejarah mencatat generasi muda identik dengan musik, film, dan karya sastra. Sebelum era Covid19 datang, festival musik Woodstock atau festival musik atau pameran seni dan budaya dikampus, megah mendorong generasi muda berkumpul, membudayakan budaya untuk kemudian budaya menjadi dongkrak ekonomi kreatif pariwisata. Performing arts festival seperti Woodstock dan festival musik Glastonbury khususnya menjadi akar dari wisata penggemar dan penggemar pariwisata. Wisata penggemar merupakan hasil persilangan dari ranah kajian sastra yaitu film, musik, atau novel, dan pariwisata bisnis yaitu mobilitas penggemar musik dan pariwisata. Keterpaduan musik, wisata penggemar, dan penggemar pariwisata terletak pada antusiasme atas citarasa estetika. Antusiasme atas cita rasa estetika mendorong mobilitas, didayagunakan untuk memetakan niat kunjungan untuk destinasi pariwisata sekitar. Pariwisata penggemar yang merupakan bagian pariwisata minat khusus memperkaya ranah-kaji studi bisnis pariwisata dan hospitaliti.

Lokasi dimana festival musik, seting film/telenovela atau novel diceritakan membentuk akselerasi mobilitas perjalanan para penggemar. Disisi lain, musisi, penulis novel/film dan aktor menjadi nilai tambah bentukan wisata penggemar. Musik, film, atau novel fiksi dan/atau non- fiksi menjadi komoditas pariwisata penggemar dan bisnis kreatif pariwisata, menghidupkan budaya dan manusia berbudaya. Sampai saat ini, ranah kaji terkait minat penggemar musik, film/telenovela, dan novel dengan pariwisata terletak pada pariwisata media terinduksi, studi event dan festival. Mobilitas perjalanan wisatawan penggemar musik identik dengan konser megah khas-bergenre namun menyatu-padu dengan orang-orang dari penjuru dunia untuk menikmati lagu dan melihat sang penyanyi dengan bandnya. Mengesankan orang-orang dapat menyatu disebabkan lirik lagu bernada melankolis, kisah putus cinta, kisah cinta bertepuk sebelah tangan, atau kisah kematian orang terkenal. Budaya dan manusia, aspek penting manusia berbudaya, terintegrasi dengan pariwisata budaya, melahirkan pariwisata penggemar.

Sampai dialun-alun dengan nada terakhir dari lagu "starry, starry night/paint your palette blue and grey". Selamat tahun baru, semoga bermanfaat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Erick Thohir

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:27 WIB

Menteri BUMN Sebut Pemerintah Bakal Bangun Proyek-proyek Nasional Tanpa Utang! Publik: Mantap Pak Erick, Bismillah...

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa ada 3 prioritas utama pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional saat ini. "Kembali saya sampaikan 3 prioritas…

Webinar dengan tema “Kalibrasi untuk Menjamin Keakurasian dan Kualitas Peralatan Medis” melalui zoom.

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:26 WIB

SUCOFINDO Edukasi Rumah Sakit Terkait Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan melalui Webinar

Jakarta, 24/2 – PT SUCOFINDO (Persero) mengadakan webinar dengan tema “Kalibrasi untuk Menjamin Keakurasian dan Kualitas Peralatan Medis”.

Kawasan Industri Jababeka

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:57 WIB

Dahsyat! Miliki Infrastruktur Industri 4.0 Terlengkap, Kawasan Industri Jababeka Jadi Incaran Investor Perusahaan IOT

Kawasan Industri Jababeka sudah mampu mendukung industry 4.0 dan “menampung” para investor yang ingin membangun perusahaan berbasis IOT. Hal itu karena kawasan industri lain tidak ada yang…

Muhaimin Iskandqr (Gus AMI) -foto Detik.com

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:19 WIB

Gus AMI: NU dan Kyai adalah Sabuk Pengaman Bangsa di Tengah Pandemi

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) melalui pesantrennya, adalah sabuk pengaman bangsa.  Karena itu…

Sri Mulyani Bertakziah kerumah Prof Emil Salim

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:05 WIB

[BREAKING] Prof Dr Emil Salim Berduka, Sri Mulyani: Innalillahi, Alamarhumah Adalah Istri dari Guru Saya

Menteri Keuangan Sri Mulyani datang bertakziah ke rumah duka, alamarhumah Ibu Roosminnie Salim m istri dari Prof Dr Emil Salim yang meninggal pada Hari Sabtu Tanggal 27 Februari 2021. "Innalilahiwainnailahi…