INDUSTRY.co.id, Jakarta- Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia- anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan melepas saham ke publik melalui Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).Aksi korporasi tersebut ditargetkan dapat terlaksana di triwulan III 2017.

"Green light untuk IPO ini harus bisa dieksekusi dengan baik. Susunan komisaris dan direksi yang ada saat ini diharapkan bisa mengawal proses IPO dengan baik," ujar Dirut Garuda Indonesia Pahala N Mansury di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Lebih lanjut Pahala mengatakan GMF ditargetkan meraih pendapatan yang meningkat menjadi sebesar US$454 juta dengan Nett Profit Margin sebesar US$69 juta.Sepanjang tahun lalu, pendapatannya mencapai US$387 juta dolar dengan Nett Profit Margin sebesar US$58 juta.

“Tantangan ini merupakan perhatian pengurus perusahaan kepada perkembangan bisnis GMF yang cukup signifikan. Apalagi GMF juga ditargetkan pada kuartal tiga tahun ini bisa melakukan IPO,"  katanya.

Manajemen Garuda Indonesia telah menunjuk Iwan Joeniarto sebagai Direktur Utama GMF Aero Asia yang baru untuk menggantikan Juliandra Nurtjahjo yang mendapatkan penugasan sebagai  Direktur Utama Citilink Indonesia pada Maret 2017.