OMBAK Band Mengalami Metamorfosa

Oleh : Herry Barus | Kamis, 07 Januari 2021 - 13:00 WIB

OMBAK Band
OMBAK Band

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Berawal tahun 90 terbentuk band New Castle Disease yaitu almarhum Aji (vox) , Kabul (bass), Aga happy (guitars), Fredi (guitars), Ario (drums)  personilnya semua siswa SMAN 6 Mahakam Jakarta Selatan cover Sex Pistols & Ramones.

Setahun kemudian 91 New Castle Disease sedikit merubah nama menjadi New Disease dengan pergantian sejumlah personil yaitu almarhum Aji (vox) yang mengajak saudaranya Sam (bass), Agung (vox), Aga (guitars, keyboards), Irvan (guitars), dan Roy (drums) serta beralih cover The Cure, Stone Roses, Charlatans, Neds Atomic Dustbin, Northside, dan lainnya.

Saat itu cukup berat perjuangan cover genre Madchester / Shoegeze di tengah era mewabahnya Trashmetal.

Apalagi th 91 belum ada internet saat itu dengan komunitas sangat segmented

Beruntung tidak lama kemudian muncul The Black Hole komunitas yang sering mengadakan acara di club Voila Gedung Patra Jasa Jakarta dengan playlist dari lineup DJ  Madchester scene & alternative music.

Saat itu kebanyakan pengunjung The Black Hole adalah pelajar Indonesia yg sekolah di luar negeri serta sekolah International seperti JIS, dll.

New Disease adallah salah satu home band The Black Hole saat itu bersama dengan De Brams (pelajar SMA 82 Daha), Submission dari Young Offender, Bottoms Up (kemudian menjadi Getah), netral (belum rilis album).

Saat New Disease cover lengkap dengan dandanan Brit Music dari sekitar 100 orang yg nonton paling hanya 10 orang yang ngerti dan suka, jadi sejujurnya kita lebih enjoy manggung kalo banyak pengunjung The Black Hole pelajar sekolah internasional  karena mereka lebih enjoy nonton kita sambil goyang2x kepala & joget-joget kecil,

Singkat cerita The Black Hole pindah ke Manari, kemudian menjadi Poster Cafe serta pernah mengadakan acara di ex Pije-Pije Lebak Bulus yaitu Hot Spot, dll demikian jg New Disease ikutan manggung di tempat-tempat tersebut.

Tahun 96 karena kesibukan para personilnya ada yg kuliah di luar negeri, kerja, New Disease vacum.

New Disease adalah perkenalan dan persahabatan Sam (bass) dan Aga (guitars) dimula serta terus bermain musik bersama karena dirasa dirasa sangat cocok dan bisa saling mengisi.

Sampai suatu waktu Sam mengenalkan kepada Aga sahabat serumahnya yang baru pulang dari sekolah di luar negeri yaitu Sendy.

Waktu itu warna musiknya seperti Suede campur Stone Roses, he3x. Yg menjadi PR adalah mencari pemain drum yg suka ketukan stacato patah-patah tapi tetap enjoy buat jojing, nah lo...Akhirnya setelah 10 X audisi di audisi yg ke 11 kita ktmu drumer yg cocok yaitu Rana yang ternyata tetangga sekomplek Sam.

 Kaget banget waktu lihat gambar buatan tangan Rana, dia gambar Stephen Perkins lagi main perkusi, YES ini dia drumer yang selama ini kita cari. Sam kasih nama band kita Sky Juice. Kita sempat buat 2 lagu sendiri featuring almarhum Tedy 'opa' main perkusi Steven & Coconutstree. Setelah 2 lagu Sky Juice vacum, kebetulan Sam mulai sibuk kerja.

Aga (guitars), Rana (drums), bersama Sendy (vox) dan Bobby (bass) membentuk Boogie Vibes. Th 97 Boggie Vibes beraliran Acid Jazz / Disco Funk sempat membuat 4 demo lagu, diputar di Indie Lapan Prambors, Indika, dan radio lain, sebelum akhirnya vacum karena Sendy melanjutkan sekolah keluar negeri.

Tahun itu krn internet belum seperti sekarang anak2x band, skater, surfer, pehobi motor dan mobil, pecinta komik pasti kumpul di toko buku & majalah import Rubino di Melawai Plaza  Blok M bermula perkenalan Aga (guitars) dan Eri (vox) terjadi, biasanya jam 5-8 malam kumpul 2x di Rubino lanjut nongkrong .

di Rubino ada komunitas anak band, skater, surfer, anak motor, pecinta komik, pecinta balapan liar, dll, sayang Rubino sudah tutup saat ini.

Akhirnya 97 akhir sepakat membentuk band OMBAK yaitu Eri (vox),  Aga (guitars), Rana (drums) dan Sam (bass). OMBAK sering cover  Jane's Addiction, Red Hot Chili Peppers dan Infectious Grooves.

31 Maret 2000 sempat rekaman lagu Ombak. Lagu Ombak sendiri dan lirikya dibuat oleh Aga, dan basslinenya oleh Rana sang drummer.

Tahun 1997 dirasakan pengaruh narkoba sangat besar, sehingga banyak sekali lagu-lagu tidak sempat direkam dan terjadi gonta -ganti personil.

Dirasakan sangat berat tahun itu bersamaan dengan krisis ekonomi dan kerusuhan 98.

Banyak rekan sejawat band yg 'pergi' serta coba rehab sendiri isolasi mandiri di kamar, atau rehab RSKO.

Setelah rekaman tahun 2000  karena kesibukan, Rana dan Sam sempat vacum dan posisi sempat diisi Ponti (drums) dan Revi (bass).

15 Maret 2004 OMBAK sempat merekam demo lagu Angkasa. Setelah itu OMBAK vacum. 2011 OMBAK sempat reuni dgn formasi Eri (vox), Aga (guitars), Sam ( bass) dan Rana (drums). Setelah itu krn.kesibukan masing2x personil OMBAK kembali vacum.

Saat pandemi 2020 walau domisili personil saat ini berbeda kota dengan didukung fasilitas teknologi serta niat rekam jejak digital setelah 20 tahun lamanya tertunda.

OMBAK kembali dengan formasi Eri (vox),  Aga (guitars), Sam (bass) dan Rana (drums) merilis single perdana dengan judul yang sama yaitu Ombak 27 November 2020 ini bersama label Kana Musik & Believe Distributions.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

sumber : pinterest.com

Senin, 12 April 2021 - 14:01 WIB

Catat ya Kaum Hawa, Ada 5 Merk Sheet Mask yang Bikin Wajahmu Cerah dan Kenyal, Cocok untuk Semua Jenis Kulit!

Jakarta-Beberapa tahun kebelakang memiliki wajah glowing bak artis Korea memang menjadi impian banyak perempuan. Tapi mungkin, saat ini menjadi glowing bukan lagi impian para kaum hawa.

Pencuri Ikan Ilegal

Senin, 12 April 2021 - 13:58 WIB

Ya Ampun, 43 Nelayan RI Ditangkap Otoritas Thailand! DPR Desak Pemerintah Bantu Pembebasan

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan…

Di usia ke 60 Tahun, Gubernur Anies Berharap Bank DKI Terus Berinovasi

Senin, 12 April 2021 - 13:41 WIB

Bank DKI Berusia 60 tahun, Gubernur Anies: Saya Sangat Mengapresiasi Kinerja Bank DKI, Selamat!

Jakarta – Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang genap berusia 60 tahun diharapkan dapat terus berinovasi sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada…

Tumbler Minuman Edisi Khusus Dengan Tema Wayang

Senin, 12 April 2021 - 13:30 WIB

Tumbler Minuman Edisi Khusus Dengan Tema Wayang Berkolaborasi dengan Ayang Cempaka

Thermos, produsen global dan pelopor produk wadah insulasi vakum inovatif dan berteknologi tinggi, kembali memperkenalkan botol minuman terbarunya dengan tema tokoh Legenda Wayang Indonesia…

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso

Senin, 12 April 2021 - 12:55 WIB

Raih 7 Penghargaan dalam Sepekan, Sunarso Dipuji Habis Menteri BUMN RI Pertama: Pencapaian Luar Biasa, CEO Bank BRI Tidak Diragukan Lagi...

Direktur Utama BRI Sunarso diganjar dua penghargaan sekaligus sebagai The Best CEO dan juga sebagai CEO Strategic Orientation Terbaik. Penghargaan diberikan kepada BRI berdasarkan hasil penilaian…