INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap menjaga kinerja di tengah tekanan yang dikarenakan kondisi pandemi, triple shock dan ketidakpastian demand. PGN juga tetap berupaya menjaga kinerja operasional dan keuangan khususnya dalam melayani kebutuhan gas bumi nasional.
Selama periode Januari – September 2020, PGN berhasil menyalurkan gas bumi dengan volume distribusi sebesar 812 BBTUD, volume transmisi sebesar 1.276 MMSCFD, lifting minyak dan gas sebesar 5.260 MBOE, transportasi minyak sebesar 2.780 MBOE, pemrosesan LPG sebesar 34.206 TON, dan regasifikasi sebesar 93 BBTUD.
Pada kinerja Triwulan III tahun 2020, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 2.151.07 juta atau sekitar Rp 31,51 triliun (kurs tengah rata-rata Triwulan III tahun 2020 sebesar Rp 14.647/USD).
Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari kinerja operasional penjualan gas, sehingga PGN Konsolidasi mencatat Laba Operasi sebesar USD 315,49 juta dan EBITDA sebesar USD 601,91 juta.
"Di tengah tekanan kondisi kinerja keuangan dikarenakan faktor eksternal dan pandemi, per 31 Desember kinerja operasional PGN masih terjaga baik," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (5/1/2021).
Saat ini, lanjut Rachmat, PGN memiliki fasilitas standby loan dari beberapa Bank yang siap digunakan sepanjang 2021 untuk berbagai keperluan.
"Untuk rencana investasi/ CAPEX ke depan, PGN juga sudah memiliki strategi dan skema pendanaan yang paling optimal disesuaikan dengan tipe dan jenis investasi. Sehingga secara umum, proyeksi arus kas PGN masih berada pada kondisi yang baik meskipun terdapat potensi tax exposure," jelas Rachmat.
Selain itu, PGN juga akan melaksanakan percepatan Program Strategis Gas bumi secara bertahap pada Tahun 2020 - 2026 untuk mencapai kemandirian energi nasional melalui Program Strategis Sub Holding Gas “Sapta PGN”.
Adapun Target Operasi PGN pada tahun 2021 untuk volume niaga gas bumi domestik sebesar 950-975 BBTUD, volume infrastruktur transmisi domestik sebesar 2.300-2.400 MMSCFD, dan volume niaga LNG sekitar 50 - 55 BBTUD.
Kemudian untuk pelaksanaan pembangunan jargas rumah tangga melalui PGN Sayang Ibu, ditargetkan mencapai ±170.000 SRT dengan estimasi volume gas sekitar 10 BBTUD. Harapannya, pemanfaatan gas bumi dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat di berbagai sektor.
PGN akan terus mengupayakan yang terbaik dengan melaksanakan integrasi infrastruktur gas untuk ketahanan pasokan, efisiensi dan tingkat layanan yang semakin baik ke seluruh wilayah Indonesia.
Dukungan dari seluruh stakeholder diharapkan dapat membantu PGN dalam upaya memperluas pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi dan khususnya dalam mencapai target bauran nasional untuk ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.