INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pandemi COVID-19 bukan halangan untuk tetap produktif dan  kreatif. Justru  karena  aktivitas  kita  lebih  banyak  di  rumah saja,  waktu-waktu  ini  bisa dimanfaatkan  untuk  lebih  dekat  dengan  keluarga,  terutama  memberikan  waktu  lebih  kepada anak-anak, menemani mereka dalam masa tumbuh kembangnya.

Muhammad  Luqman  Baehaqi,  Pendiri  Komunitas  PRAKARDUS,  bercerita  pengalaman inspiratifnya  memanfaatkan  waktu  secara  kreatif  bersama  anak-anak,  “Awalnya  berkreasi dengan kardus ini sebagai solusi untuk memberi kegiatan sekaligus hiburan pada anak karena rumah  kami  jauh  dari  pusat  hiburan  dan  pusat  perbelanjaan.  Kemudian  kegiatan  kami  pun diminati  banyak  orang  sehingga  berlanjut  memberi workshoptiap  akhir  minggu”,  kisahnya disampaikan   dalam Dialog Produktifbertema Pandemi   Tak   halangi   Kreasiyang diselenggarakan Komite   Penanganan   COVID-19   dan   Pemulihan   Ekonomi   Nasional (KPCPEN), kemarin.

Berbicara   mengenai   kreativitas,Elizabeth   Santosa, Psikolog   Anak   dan   Pendidikan, mengungkapkan  bahwa  kreativitas  adalah  salah  satu  kemampuan  manusia  yang  sudah  ada dalam diri untuk bisa digunakan dalam mencari jalan keluar.

 “Jadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja”, tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kreativitas itu biasanya muncul dalam masa sulit. “Biasanya pada saat  kita  dalam  kondisi  adem  ayem,  enak,  atau  nyaman  kreativitas  jarang  muncul.  Namun kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” katanya.

Elizabeth Santosa  juga  berpesan kepada  orang  tua, agar di  masa  pandemiini  jangan memberikan  terlalu  banyak  fasilitasgadgetagar  menstimulus  kreativitas  anak-anak.“Biarkanmereka berfikir.Seperti yang dilakukan pak Luqman Baehaqi. Kasih kardusatau spidol, terserah nanti  itu mau  jadi  apa.Nanti  kalau anak-anakmenyerah, baru kita ajak  untuk bikin  sesuatu bersama-sama.Tapi,  kalauselalu dibantu,dan  diberikanterlalu  banyak  fasilitas,kemampuan kreativitasnya  tidak  berkembang,tidak  terstimulasi,harus  ada  sesuatuyang  menstimulus”, terangnya.

Dalam  proses  menjadi  kreatif,  menurut  Luqmanorang  tua  dan  anaktidak perluberpikir  terlalu jauh tentang bagaimana hasil akhirnya nanti, tapi fokus untuk menjadi lebih baik dari hari kehari.

“Saya  sebenarnya  lebih senang  mengatakan,  bahwa  ketika  kita  tahu alasanuntukmelakukan sesuatu,anak-anak juga turutmerasakan apa yang kita rasakan. Ini lebih baik daripada, sekadar mencari tahu apa yang harus kita lakukan”, tutur Luqman Baehaqi.Pernyataan  Luqman  Baehaqi  jugadiperkuat  olehElizabeth  Santosa, “Menurut  saya,  setiap pembelajaran  itu  bisa  kita  dapat  dari  kehidupan  kita  sehari-hari, tergantung bagaimana  kita melihatnya saja.  Jadi,  buat  semua  orang  tua,  dalam  masa  pandemi  ini,  kita  berharap  vaksin segera  adadi  tahun  2021.  Bertahan lebih  lama  lagi  di  rumah  untukanak-anak  kita.  Gunakan waktu selama pandemi inisebaik-baiknya untuk keluarga kita”, tutupnya.

Tentang   Komite   Penanganan   COVID-19   dan   Pemulihan   Ekonomi   Nasional   (KPCPEN) -Komite Penanganan  COVID-19  dan  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  (KPCPEN)  dibentuk  dalam  rangka  percepatan penanganan  COVID-19  serta  pemulihan  perekonomian  dan  transformasi  ekonomi  nasional.    Prioritas KPCPEN  secara  berurutan  adalah:  Indonesia  Sehat,  mewujudkan  rakyat  aman  dari  COVID-19  dan reformasi   pelayanan   kesehatan;   Indonesia   Bekerja,   mewujudkan   pemberdayaan   dan   percepatan penyerapan  tenaga  kerja;  dan  Indonesia  Tumbuh,  mewujudkan  pemulihan  dan  transformasi  ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.