INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) akan terus memusatkan perhatiannya pada usaha pengembangan sektor hilir minyak dan gas bumi. Pasalnya, kedua sektor tersebut memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi perseroan sehingga mampu menjaga kelangsungan usaha perseroan.
Manajemen MTFN memperkirakan akan membutuhkan dana investasi antara USD10-15 juta untuk membiayai pengembangan bisnis anak usahanya yaitu PT Indo Kilang Prima (IKP) serta pengembangan produk-produk gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG), yang lebih dikenal sebagai nano LNG, yang dikelola PT Indo LNG Prima.
“Kami memperkirakan bakal membutuhkan investasi bernilai antara USD5-7,5 juta untuk pengembangan sumur minyak Indo Kilang Prima,” ujar Abas Suryawijaya, Presiden Direktur MTFN, pada acara paparan publik di Jakarta, Jumat (11/12/2020).
Abas mengemukakan, kisaran dana sebesar itu akan dibutuhkan untuk membangun Mini Refinery berkapasitas 1.000 barel per hari (bph) di sumur minyak Malaka, Provinsi Riau. Hingga kini, sudah ada investor yang berminat untuk membangun kilang minyak berukuran mini tersebut. Sedangkan sumber minyak mentahnya sedang dalam perundingan.
“Produk-produk IKP ini meliputi elpiji (Liquified Petroleum Gas), bensin dan solar untuk bahan bakar mesin diesel. Sedangkan produk aspal kini masih dijajaki. Adapun feasibility study untuk menentukan keekonomian proyek ini akan segera disusun,” tukas Abas.
Sementara itu, demikian Abas, perseroan melalui anak usahanya PT Indo LNG Prima diperkirakan akan membutuhkan investasi sebesar USD5 juta untuk pengembangan nano LNG. Proyek ini akan memanfaatkan sumber gas di Bentu, Provinsi Riau. Perseroan telah memperoleh investor dan pasarnya untuk proyek ini.
“Penjajakan proyek ini sudah dilakukan sejak 2019 dan klien terbesar perseroan untuk proyek ini adalah PT Perusahan Gas Negara Tbk (PGAS) ,” papar Gara Wibawa, Corporate Secretary MTFN.
Akan tetapi, menurut Gara, pelaksanaan proyek ini belum terealisasi tahun ini karena adanya pandemi Covid-19 sehingga proyek ini nanti perlu dievaluasi ulang dengan cara melakukan evaluasi terhadap berbagai proyeksi dan rencana yang disusun pada 2019 silam. (Abraham Sihombing)