INDUSTRY.co.id - Jakarta - Untuk mengurangi importasi aspal minyak sebanyak 500 ton pada tahun 2021, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan produksi Aspal Buton (Asbuton) agar bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Asbuton adalah salah satu aspal yang dinilai paling berkualitas tinggi dan hanya ada beberapa tempat di dunia yang bisa sedikit menyaingi kualitas maupun ketangguhannya.
"Asbuton harus lebih baik dari luar negeri. Asbuton harus ada kepastian antara ketersediaan dan penggunaannya sudah jelas," kata Menko Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi lintas Kementerian/ Lembaga tentang Pemanfaatan Aspal Buton. Dihelat secara virtual, Rabu (04/11/2020).
"Saya minta Deputi saya Pak Odi pimpin pembahasan lanjutan dan menindak lanjuti ini. Semua pihak agar berkolaborasi, ada waktu satu minggu, 11 November kita bertemu lagi dan sudah ada kesepakatan dan sudah berapa produksinya pada tahun 2021 dan 2022," tambah Luhut.
Luhut menekankan, perihal kepastian produksi secara masif, standardisasi produk, dan juga mengenai kesinambungannya. "Pastikan dulu tentang harus bisa produksi. Dan, mengenai standardisasi, saya sepakat sekali, SNI itu keharusan," tegasnya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan penggunaan Asbuton untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
"Kalau memang ada produksi pasti akan kami manfaatkan. Pembangunan dan pemeliharaan jalan kami sudah atur semisal untuk aspal plastik, beton dan tentunya untuk Asbuton. Kita wajib pakai ini, ini sebuah keharusan, sebab adalah salah kita sendiri kalau kita tidak bisa menggunakan dengan maksimal Asbuton," kata Menteri Basuki.
Sementara itu, Asosiasi Asbuton Indonesia (Aspabi) mengungkapkan, bahwa pada tahun 2021 direncanakan akan terbangun Pabrik Pemurnian Asbuton, dan juga SNI untuk Asbuton sudah ada dan tersertifikasi.
Data Kementerian PUPR menyebutkan, bahwa Kementerian PUPR telah dan sudah menggunakan Asbuton untuk pembangunan dan preservasi jalan. Diatur melalui Permen PUPR Nomor 18 Tahun 2018 tentang penggunaan Asbuton.
Total deposit Asbuton diperkirakan sebesar 663 juta ton, dan memiliki manfaat antara lain sebagai ; aditif aspal, substitusif aspal, memenuhi kebutuhan aspal nasional lebih dari 100 tahun, dan dapat membuka lapangan kerja lebih luas lagi.
Pada tahun 2020, penggunaan Asbuton dilaksanakan di 25 Provinsi dengan total 42.871 ton untuk penanganan jalan sepanjang 793 Km, dengan progres mencapai 65,84 persen.
Aspabi melalui data yang dimilikinya juga menyebutkan, Pabrik Pengolahan Asbuton dengan total kapasitas produksi besar, rencananya akan dibangun di Dumai dan Pekanbaru, bertipe Asbuton Pracampur dengan total kapasitas produksi 40.000 ton.
Kemudian di Kendari, Donggala dan Buton, bertipe B 5/20 dengan total kapasitas 48.000 ton. Dan, B 50/30, kapasitas produksi 252.000, ada pula bertipe CPHMA, kapasitas produksi 276.000 ton serta tipe Asbuton Full Extract, sebesar 60.500 ton.
Terakhir, ada di Jakarta, Bogor, Gresik. Mojosari dan Pasuruan, bertipe Pracampur, sebesar 374.000 ton, B 5/20, sebesar 32.000 ton, B 50/30, sebesar 93.000 ton dan bertipe CPHMA, sebesar 208.000 ton.