Temani Jokowi Resmikan Pabrik Gula di Bombana, Menperin Agus Pastikan Bakal Dorong Industri Gula Lebih Manis

Oleh : Ridwan | Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:30 WIB

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada acara peresmian pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Tenggara
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada acara peresmian pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Tenggara

INDUSTRY.co.id - Bombana - Kementerian Perindustrian terus berupaya merevitalisasi industri gula di tanah air agar lebih produktif dan berdaya saing. Untuk dapat memenuhi kebutuhan domestik, pabrik gula di dalam negeri saat ini didorong supaya bisa memanfaatkan teknologi modern.

"Kami juga fokus mengakselerasi pembangunan pabrik-pabrik gula baru yang terintegrasi dengan perkebunan tebu, sehingga mereka dapat beroperasi penuh," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seusai mendampingi Presiden Joko Widodo pada acara peresmian pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020).

Menperin menegaskan, pihaknya mendukung tumbuhnya pabrik gula baru guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin meningkat, baik itu untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.

Seperti yang disampaikan Bapak Presiden dalam sambutannya, saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. "Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri," ungkapnya.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan strategis yang dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif di tanah air. Guna mencapai sasaran tersebut, perlu adanya fasilitas memperoleh bahan baku dalam rangka pembangunan pabrik gula baru maupun perluasan.

"Tujuannya adalah untuk menarik minat investasi, meringankan beban biaya investasi yang besar dan membantu efisiensi operasional pabrik," ujar Agus.

Dalam hal ini, pihaknya telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT PAG Bombana yang telah berinvestasi membangun pabrik gula terintegrasi dengan kebun tebu, serta memanfaatkan otomatisasi pada proses produksinya. Sehingga, diyakini perusahaan bakal meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.

Pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan Presiden ini dimulai pada awal 2017 silam dan mulai berproduksi pada Agustus tahun 2020. Kapasitas pengolahan tebu pabrik ini sebanyak 8.000 ton cane per day (TCD), yang mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.

PT PAG Bombana akan menjadi pabrik gula dengan jumlah produksi terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh pengusaha dalam negeri. Perusahaan ini juga didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektare.

"Yang patut dibanggakan juga dari investasi ini adalah mereka mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasionalnya, kebun dan pabrik ini dapat membuka lapangan kerja hingga 15.000 orang," ungkap Menperin.

Direksi PT PAG Bombana Arif Efendi sebelumnya menyampaikan, pabriknya sudah menggunakan teknologi canggih yang didukung otomatisasi.

"Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Dengan demikian, kami mampu menghasilkan produk dengan incumsa di bawah 100 UI dan total Losis di bawah 1.8 pol gula," ungkapnya.

PT PAG Bombana bertekad untuk turut berpartisipasi dalam upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula dan ketahanan pangan.

"Dengan kapasitas produksi yang cukup besar, kami berkomitmen memenuhi kuota gula Indonesia bagian timur dengan harga di bawah HET. Sehingga masyarakat mampu menikmati harga gula yang wajar," tutur Arif.

Timothy Savitri selaku perwakilan dari pemilik perusahaan menambahkan, keberadaan perusahaan juga telah mampu mengangkat harkat dan kesejahteraan warga. Selain itu menciptakan lapangan kerja di tengah ancaman resesi ekonomi dan PHK akibat dari dampak pandemi Covid-19.

"Kami ingin terus memberikan sumbangsih bagi ekonomi Indonesia dan mampu mempekerjakan warga lokal," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:05 WIB

Topang Daya Saing, Kemenperin Dorong Teknologi Pengelolaan Limbah Industri

Perkembangan teknologi pengelolaan limbah industri terus berkembang sejalan dengan semakin tingginya permasalahan lingkungan, baik yang menggunakan teknologi fisika, kimia, maupun biologi.

MoU Mandiri Syariah dengan PLN

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:04 WIB

Mandiri Syariah Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp1,2 Triliun untuk PLN

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur negeri, salah satunya melalui dukungan finansial belanja modal atau capital expenditure (capex) PT Perusahaan…

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:00 WIB

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengungkapkan spesifikasi sepeda kuning lipat 'Bamsoet' yang spesial itu. Antara lain memiliki berat 12 Kg, frame set dari chromoly, brake system…

Kegiatan MoU PT Indra Karya (Persero) dan Yayasan Air Adhi Eka di Kementerian PUPR

Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:15 WIB

Indra Karya Jalin Kerjasama Strategis dengan Yayasan Air Adhi Eka Kementerian PUPR

Terjalinnya kerjasama ini merupakan langkah positif PT Indra Karya (Persero) untuk terus berkontribusi pada pengerjaan proyek-proyek strategis di sektor Sumber Daya Air.

Menuju Kuala Tanjung Port & Industrial Estate Sebagai Indonesia’s Logistic & Supply Chain Hub

Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:00 WIB

Menuju Kuala Tanjung Port & Industrial Estate Sebagai Indonesia’s Logistic & Supply Chain Hub

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersinergi dengan Pertamina untuk pengelolaan sarana dan fasilitas bunker penunjang bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas di Pelabuhan…