INDUSTRY.co.id - Cikarang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimoeljono dalam kunjungan kerjanya ke Cikarang, Bekasi menyatakan, pembangunan jembatan layang atau fly over Pasir Gombong di jalan akses Dry Port Cikarang, Bekasi dapat dilakukan tahun ini.

Menurut Basoeki, hadirnya akses Dry Port yang juga meliputi fly over Pasir Gombong akan menghemat waktu dan biaya pengiriman hingga perizinan barang-barang kargo yang akan dikirimkan dari kawasan industri Cikarang ke Pelabuhan Tanjung Priok.

“Tahun ini kita targetkan lelang dan pembangunan. Ini harus segera karena sudah terlalu lama,” ungkap Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono di Cikarang, Bekasi (27/4/2017).

Cikarang Dry Port adalah perpanjangan pintu gerbang pelabuhan Internasional Tanjung Priok. Fasilitas ini merupakan pelayanan terpadu satu atap pengurusan barang industri, mulai dari dokumentasi, pemeriksaan hingga perizinan. Mengingat pentingnya fasilitas ini bagi kawasan industri di kawasan Jababeka dan sekitarnya, pemerintah membangun akses langsung berupa jalan told an fly over yang terhubung langsung dengan pelabuhan Tanjung Priok.

Pembangunan jembatan layang yang memakan biaya Rp40,90 miliar ini memiliki panjang 650 meter dan lebar 9 meter dengan dua jalur.

Untuk proyek akses Dry Port telah selesai dibangun pada akhir tahun lalu. Pembangunan jalan akses Dry Port ini telah dilakukan sejak tahun 2010, selama 6 tahun dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp241 miliar.

Jalan akses Dry Port ini memiliki panjang 3,06 kilometer dengan lebar 7 meter yang berada di lahan seluas 7 hektare. Sampai dengan saat ini belum beroperasi karena masih menunggu evaluasi dan pengujian terlebih dahulu.

“Akses Dry Port ini nantinya akan mengurangi antrian di Pelabuhan Tanjung Priok dan mengurangi kepadatan tol Cikampek dari banyaknya kendaraan industri,” tutup Basoeki.