INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sebagais alah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berkomitmen untuk terus meningkatkanpelayanan yang terbaik bagi pengguna jalan tolyang dikelolanya, salah satunya di ruas-ruas tol dengan trafik Volume Lalu Lintas (VLL)kendaraan yang cukup tinggi yakni di Jalan Tol Jakarta, salah satunya di ruas-ruas tol dengan trafik Volume Lalu Lintas (VLL)kendaraan yang cukup tinggi yakni di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S) dan Jalan Tol Akses Tanjung Priok (ATP)
Direktur OperasiI Hutama Karya, Surotom,Kamis (8/10/2020)mengatakan bahwa salah satu upayaHutama Karya memberikan pelayanan yang terbaikyaknidenganmeningkatkan Standar Pelayanan Minimum (SPM)di jalan tol yang dikelolanya.
“Saat ini kami rutinmelakukan pemeliharaan secara berkala sesuai SPM demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol yang kami kelola. Kami mulai meminimalisir fisik jalan tol yang kurang baik seperti jalan yang berlubang atau bahkan longsordi tol JORR-S, telahkami tangani dan akan terus dimonitor. Saat ini,kami juga sedang mengembangkan sistemterintegrasiyang sudah diterapkan di ruasJORR-Sdimana kamidapat mendeteksi pothole atau lubang-lubang yang ada di jalan tol dan dapat memantau Service Level Agreement-nya melalui web-basedmaupun mobile-based.” ujarnya.
Lebih lanjut, Suroto menambahkan bahwa dari sisi operasional, Hutama Karya terus melakukan terobosaninovasi dalam pelayanan dan penambahanberbagai fasilitas di jalan tol yang dikelolanya demi kenyamanan pengguna jalan.
“Kami telah menambahkanfasilitas di jalan tolsesuai kebutuhan pengguna jalan. Bahkan saat ini di tol JORR-S telah dilakukan penambahangardu tol yang semula hanya 47 menjadi 52 unit, penambahan Mobile Reader(MR) sebanyak 11 unit, penambahan dan penggantian CCTV sebanyak 16unit dan juga telah dilakukan pemasangan 13unitRemote Traffic Microwave Sensor(RTMS). RTMS merupakansebuah alat yang didalamnya memiliki sistem yang dapat digunakan untuk memantau serta mengukur kepadatan lalu lintas di jalan tol, menghitung volume kendaraan, occupancydan kecepatan rata-rata di jalan tolyangkemudian dapat dipakai sebagai early warning system sebelum terjadi kepadatan di lokasi tertentu.Selain itu,di tol ATP juga telah dilakukan berbagai penambahan fasilitas, yaitu penambahan MR sebanyak 3 unit, CCTVsebanyak 7 unit, derek towingsebanyak 1 unit dan pengadaan pos pantau yang berada di KM 60+600 Jalur A guna menambah kecepatan Respond Timelayanan lalu lintas,” imbuh Suroto
Pada Jalan Tol ATP juga telah diterapkansistem manajemen pengamanan dimana ruas tolini menjadi satu-satunya jalan tol di Indonesia yang menerapkan sistem tersebut. Peningkatan SPMmenjadi prioritasHutama Karya untuk terus meningkatkan kepuasan pelanggan di tahun-tahun berikutnya mengingat berdasarkan hasil survey kepuasan pelanggan oleh PT SUCOFINDO (Persero), tingkat kepuasan pelanggan Jalan Tol Hutama Karya telah meningkat dari yang tadinya hanya mencapai 85,4% pada tahun 2018 menjadi 89,7% pada tahun 2019.
“Kami berharap peningkatan SPM dapat berdampak pada tingkat kepuasan pelanggan atau pengguna jalan tol Hutama Karya juga kian meningkat di tahun ini.” tutup Suroto, Direktur Oeprasi IHutama Karya.
Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta memastikan kecukupan saldo UE sebelum melintas di jalan tol dan apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo UE dapat menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana didalamnya terdapat fitur cek saldo UE dan juga dapat melakukan top up saldo UE.
Serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, selalu berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara maksimum di 80km/jam, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, serta untuk selalu setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu.