Len Bantu Warga Desa Rabeka dengan Pompa Air Bertenaga Surya

Oleh : Krishna Anindyo | Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:15 WIB

Pompa Air Tenaga Surya di Desa Rabeka (Photo by BUMN)
Pompa Air Tenaga Surya di Desa Rabeka (Photo by BUMN)

INDUSTRY.co.id - Bandung – Berbicara tentang kesulitan air di beberapa daerah, desa Rabeka termasuk daerah rawan air bersih, sehingga warga desa harus menggotong kiloan meter dari sumber air, atau membeli air bersih seharga Rp5.000 per 10 liter.

Desa Rabeka yang dihuni kira-kira 1.650 warga terletak di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi masyarakat desa tersebut sangat membutuhkan air bersih, terlebih lagi setelah kemarau yang berkepanjangan saat ini.

Itu pun dibatasi, setiap kepala keluarga hanya bisa membeli maksimal 60 liter dalam sehari. Biaya pengeboran sumur sangat mahal dan jika menggunakan genset biaya operasionalnya juga tinggi.

Melihat kondisi tersebut, Linus Andor Mulana S., Direktur Operasi I PT Len Industri beberapa waktu yang lalu menginstruksikan agar dapat memberikan bantuan peralatan berupa pompa air tenaga surya kepada Desa Rabeka.

Oleh karenanya, Len Industri memasang perangkat pompa air tenaga surya dan kini sudah berfungsi dengan baik menghasilkan air bersih untuk warga desa.

Lokasi pembangunan sumur bor terletak di Desa Rabeka, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT pada koordinat  10° 9'49.30"S    124° 4'0.22"T.

“Kami bersama masyarakat semuanya bahagia, karena setiap hari kami membeli air 3 jerigen Rp10.000 setiap hari sebelum ada bantuan ini,” ujar Ibu Tertuliana Tanio Ulimano salah seorang warga Dusun Lima, Desa Rabeka melalui keterangan yang diterima redaksi pada Kamis (1/10).

“Kami sangat berterimakasih karena kami senang, kami mendapat bantuan dari PT Len Industri.

Karena masyarakat kesusahan (air bersih) sejak bertahun-tahun,” ujar Yakub Ulimano warga desa lainnya.

“Selain membeli air, untuk memenuhi kebutuhan air bersih biasanya warga harus memikul air jauh  berkilo-kilo meter. Tapi sekarang bisa lebih mudah mendapatkan air bersih, sudah dekat,” ujar Eman, personil Len dari Bandung yang ditugaskan memasang pompa tenaga surya di Desa Rabeka.

“Pompa sudah bisa menghasilkan air bersih. Bisa digunakan untuk kebutuhan air masyarakat, memasak, minum, mencuci, dan lain-lain. Juga untuk kebutuhan penyiraman kebun masyarakat. Alhamdulillah, sekarang sudah selesai semua pemasangannya. Meski kemarin terkendala cukup lama karena beberapa material terlambat datang ke lokasi,” imbuhnya.

Pompa air submersible dipasang dalam sumur berkedalaman 80 meter dengan daya yang disuplai dari modul surya berkapasitas 1.000 watt buatan Len, mampu menghasilkan debit air 10 meter kubik setiap harinya.

Sistem pompa ini tidak menggunakan baterai, sehingga hanya pada saat siang hari saja berfungsi menyedot air dari sumur untuk digunakan atau ditampung dalam 2 buah toren berkapasitas 5.500 liter per torennya.

Tim yang dikoordinatori Eman juga memberikan pelatihan kepada masyarakat  setempat agar bisa dapat merawat pompa tenaga surya secara mandiri.

Pada tahun 2015, PT Len Industri telah membangun IPP (Independent Power Producer) PLTS berkapasitas 5MWp di Desa Oelpuah, Kupang Tengah NTT, yang listriknya disalurkan kepada jaringan listrik PLN.

Namun begitu, jaringan listrik yang sudah ada sekarang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan energi listrik seluruh masyarakat di sana.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

cybersecurity

Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:05 WIB

Waspada Kejahatan Siber, Risiko Data Pribadi Bocor dan Dicuri

Semenjak aktivitas online semakin tinggi karena pandemi, tindak pidana kejahatan siber mengalami peningkatan. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskim Polri mencatat para periode Januari hingga…

Ilustrasi Netizen Bermain Sosial Media (Ist)

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:35 WIB

Etika Bermedia Sosial, Salah Satunya Menghargai Keberadaan Orang Lain di Ruang Digital

Hampir 64 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan jaringan internet, orang-orang berkomunikasi di media digital seperti halnya di kehidupan nyata. Namun internet hadir bagai pisau…

Ini kondisi saat kejadian, api berhasil dipadamkan oleh damkar sebelum menjalar ke gudang sicepat.

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:30 WIB

Gudang Terbakar di Sawah Besar, Sicepat: Kebakaran Itu Terjadi di Gudang Elektronik, Bukan Gudang Sicepat

Jakarta- Sebuah Gudang gudang elektronik di Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dilanda kebakaran, pada Sabtu (16/10/2021).

Ilustrasi Internet (Ist)

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:10 WIB

Adaptasi ke Arah Digital Membutuhkan Keterbukaan Cara Pandang Masyarakat

Digitalisasi sebagai perubahan kehidupan masyarakat dari semula yang bersifat tradisional menjadi digital berlangsung lebih cepat sejak pandemi Covid-19. Dengan hal itu, masyarakat pun dituntut…

Ilustrasi Berkomentar di Dunia Maya atau Bermain Internet (Ist)

Minggu, 17 Oktober 2021 - 11:35 WIB

Walau Terjadi Perubahan Interaksi Sosial Masyarakat ke Arah Digital, Tetaplah Gunakan Norma dan Etika

Sejak adanya internet dan datangnya pandemi Covid-19, interaksi sosial masyarakat menjadi berubah drastis. Pembatasan sosial membuat komunikasi lebih banyak dilakukan secara online maupun virtual.…