Luar Biasa, Pemprov Sulut dan BPJAMSOSTEK Kembali Bukukan Rekor MURI

Oleh : Wiyanto | Kamis, 24 September 2020 - 08:15 WIB

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyerahkan simbolis kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK kepada perwakilan petani, didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandou, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto, Anggota Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Rekson Silaban, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Manado Hendrayanto, dan Kadisnakerprov Sulawesi Utara Erni Tumundo
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyerahkan simbolis kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK kepada perwakilan petani, didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandou, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto, Anggota Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Rekson Silaban, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Manado Hendrayanto, dan Kadisnakerprov Sulawesi Utara Erni Tumundo

INDUSTRY.co.id-Manado - Dikenal sebagai negara agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang tersebar hampir di seluruh wilayah termasuk di Provinsi Sulawesi Utara. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pertanian dengan bekerja sebagai buruh tani dan petani penggarap. Keberadaan mereka menjadi sangat penting guna menjaga stabilitas kebutuhan pangan dan meningkatkan perekonomian di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Hal inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang menggandeng BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi 36.000 buruh tani dan petani penggarap di wilayah tersebut. Kedua profesi tersebut tergolong sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) yang perlindungannya dicover oleh APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Sebagai bukti komitmen tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK kepada 5 perwakilan buruh tani dan petani penggarap di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (23/09).

Pencapaian yang membanggakan ini juga mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai rekor dunia “Pemrakarsa dan Penyelenggara Perlindungan Program JAMSOSTEK kepada Petani Terbanyak” yang tercatat dengan nomor No. 9650/R.MURI/IX/2020. Hal tersebut sekaligus membukukan rekor baru setelah sebelumnya Pemprov Sulut dan BPJAMSOSTEK juga pernah membuat rekor dengan memberikan perlindungan program jaminan sosial kepada 35.000 pekerja lintas agama pada tahun 2018.

“Sebenarnya kami akan mendaftarkan sebanyak 150.000 buruh tani dan petani penggarap, namun hingga saat ini baru 36.000 petani yang telah memenuhi syarat administasi yaitu KTP, karena banyak dari mereka yang ragu untuk mencantumkan profesi petani di KTP mereka. Oleh karena itu saya menghimbau agar jangan pernah merasa ragu dan takut menjadi petani, karena sudah dilindungi oleh BPJAMSOSTEK,”tegas Olly.

“Profesi di bidang pertanian memiliki risiko kecelakaan kerja maupun sosial ekonomi yang sangat besar, oleh karena itu perlindungan jaminan sosial menjadi hal krusial yang harus dimiliki para petani. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah mempercayakan perlindungan para petani di wilayahnya kepada BPJAMSOSTEK,”ungkap Agus.

Anggota Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Rekson Silaban yang turut hadir dalam acara tersebut juga mendukung langkah dan kepedulian Pemprov Sulawesi Utara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat pekerja di daerahnya.

“Saya sangat mendukung inovasi Pemprov Sulut untuk memberikan perlindungan kepada para petani, karena mereka memiliki jasa yang besar kepada perekonomian negeri ini, namun banyak diantara mereka yang belum hidup sejahtera dan tidak memiliki jaminan sosial yang bisa melindungi mereka dari risiko-risiko yang mungkin terjadi saat mereka bekerja. Saya berharap Provinsi lain juga dapat mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Pemprov Sulut ini,” tandas Rekson.

Perlindungan yang diberikan adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) hingga bulan Desember 2020, dan sesuai Peraturan Gubernur perlindungan tersebut akan terus dianggarkan setiap tahunnya. Adapun manfaat dari program JKK adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang dan di tempat kerja, perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian karena kecelakaan kerja sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, dan bantuan beasiswa maksimal sebesar Rp 174 juta untuk maksimal dua orang anak sejak masuk taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah.

Sedangkan program JKM memberikan manfaat berupa santunan kepada ahli waris sebesar Rp42 juta yang terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan serta bantuan biaya pemakaman. Ditambah dengan bantuan beasiswa yang sama dengan manfaat JKK yaitu untuk 2 orang anak dengan maksimal Rp174 juta.

“Semoga dengan diberikan perlindungan ini, petani di wilayah Sulawesi Utara dapat bekerja lebih tenang, produktivitas meningkat sehingga mampu membantu pemulihan ekonomi nasional yang terkena imbas pandemi Covid-19,”tutup Agus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Korban PHK (foto Okezone.com)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:01 WIB

Waduh Menyeramkan! Tsunami PHK di Tanah Air Bisa Capai 15 Juta Orang

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi, pemutusan hubungan kerja (PHK) di tanah air mencapai 15 juta orang.

Ninja Xpress

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:00 WIB

Ninja Xpress-Mohoi Sepakat Dukung Sektor UMKM

Mengingat peran UMKM yang begitu penting bagi perekonomian nasional dan sebagai industri dengan penyerap lebih dari 86% angkatan kerja saat ini, Ninja Xpress dengan komitmennya untuk mengantarkan…

Kementerian ESDM

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:50 WIB

Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut, Kementerian ESDM Lirik Selat Pantar NTT

Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Badan Litbang Kementerian ESDM melakukan penelitian dalam rangkaian pra feasibility study (pra FS) pemanfaatan arus laut dalam pembangkit…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:36 WIB

Telkom Dikabarkan Masuk Bisnis Media

Jakarta—PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom dikabarkan akan meluncurkan lini usaha media dalam waktu dekat.

Menteri Pertanian saat menyaksikan ekspor komoditas pertanian

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:18 WIB

Kementan Lepas Ekspor Premix Vitamin ke India

Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana premix vitamin dan mineral ke India dari produksi PT Agrinusa Jaya Santosa yang merupakan anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia,…