Mencengangkan! Saham Perusahaan Kerupuk Jadi Saham Makanan Terkuat

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 22 September 2020 - 13:10 WIB

Ilustrasi Pergerakan Saham
Ilustrasi Pergerakan Saham

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Saham dari emiten barang konsumsi (consumer goods) kerap kali dinyatakan sebagai saham defensif atau tahan banting. Kata defensif menjadi julukan tersendiri bagi mereka lantaran bisnis dari emiten ini bergerak di bidang kebutuhan primer dan sekunder masyarakat.

Kinerja Indeks Sektor Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang sempat mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah pandemi Corona. Namun memasuki September 2020, kinerja indeks barang konsumsi justru kalah saing dengan IHSG.

Riset Lifepal.co.id menunjukkan  bahwa, masih ada tujuh emiten makanan dan minuman yang kinerjanya sanggup mengalahkan pasar di awal September 2020.

Dalam riset ini, Lifepal memilih emiten-emiten makanan dan minuman yang sudah melantai di BEI selama 10 tahun atau lebih. Riset ini juga mengukur bagaimana performa dari emiten-emiten tersebut selama tujuh tahun.

Siapa saja emiten makanan dan minuman yang sanggup mengalahkan pasar? Apakah saham mereka layak dibeli untuk diversifikasi investasi? Mari simak ulasannya.

Saham kerupuk udang jadi yang paling kuat selama 7 tahun

Saham dari PT Sekar Laut Tbk (SKLT) menjadi saham dengan performa terkuat sejak 1 September 2013 hingga 21 September 2020. Untuk diketahui, SKLT adalah produsen krupuk udang dengan merek FINNA. Emiten ini juga memproduksi sambal, bumbu masakan, hingga saos.

Bisa dikatakan bahwa, capital gain dari SKLT mencapai 594,44% dalam jangka waktu 1 September 2013 hingga 21 September 2020.

Pada kuartal I 2020 SKLT sanggup membukukan kenaikan laba bersih 33,01% (yoy). Sementara itu, pendapatan neto mereka pun naik 6,98% di kuartal II.

Namun, seperti yang tercantum di laporan keuangan semester I 2020 SKLT, laba bersih SKLT justru turun 19,5% dari semester I di periode sebelumnya. Namun pendapatan neto mereka di semester II 2020 naik 4,71%.

Saham makanan dan minuman terbaik kedua adalah produsen Mie Gemez

Saham dari produsen kudapan Twistko, Go Potato, Kopi Maestro dan Mie Gemez yaitu PT Siantar Top Tbk (STTP), menjadi saham makanan dan minuman terbaik kedua yang kinerjanya sanggup mengalahkan pasar.

Bisa dikatakan bahwa, terhitung sejak 1 September 2013 hingga 21 September 2020, capital gain dari STTP mencapai 347,02%.

Bicara soal fundamental, laba bersih STTP naik 12% dari semester I 2019 ke semester I 2020 yaitu dari Rp 248,8 miliar menjadi Rp 278 miliar. Penjualan PT Siantar Top Tbk sendiri di periode yang sama mengalami kenaikan sebesar 8,6% dari Rp 1,65 triliun di semester I 2019 jadi Rp 1,8 triliun di semester I 2020.

Saham produsen Taro Snack miliki kinerja terburuk

Bisa dikatakan bahwa, selama dua tahun lamanya AISA telah dikenakan suspensi dari BEI karena insiden gagal bayar bunga obligasi dan sukuk ijarah, yang diterbitkan 2003.

Sayangnya laporan kuartal II dari emiten ini belum dirilis.

Seperti yang tercantum di laporan kuartal I AISA, perusahaan ini masuk ke dalam daftar perusahaan dengan ekuitas negatif. Ekuitas AISA yang tercatat dalam laporan keuangan kuartal I adalah - Rp 1,32 triliun.

Riset mencatat bahwa, kinerja AISA terhitung dari 1 Mei hingga 21 September 2020 adalah -82,56%. Di atas AISA ada pula ADES (PT Akasha Wira International Tbk) yang performanya -51,28%.

Apakah menarik mengoleksi saham SKLT?

Kinerja IHSG dari 1 September 2013 hingga 21 September 2020 tercatat hanya 15,82% sementara itu Indeks Konsumer adalah 0,45%.

Emiten makanan dan minuman raksasa yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga berada di jajaran emiten yang kinerjanya sanggup mengalahkan pasar, begitupun dengan perusahaan induknya yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Melongok performa ICBP dari 1 September 2013 hingga 21 September 2020, capital gain yang didapat oleh produsen Indomie itu tercatat 98,05%. Performa ini dinilai masih kalah dengan satu emiten raksasa makanan dan minuman PT Mayora Indah Tbk (MYOR), namun lebih unggul dari PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ).

Lalu, bagaimana dengan SKLT? Menurut informasi di RTI, hanya 5,94% dari total saham SKLT yang dilepas ke publik. Terhitung dari September 2013 ke September 2020, rata-rata volume transaksi harian SKLT hanyalah 9.327 lembar saham, sedangkan saham ICBP bisa saja ditransaksikan 7 hingga 8 juta lembar saham per hari.

Tentu, bisa dikatakan bahwa SKLT merupakan saham yang jarang ditransaksikan, dan tidak se-likuid ICBP, MYOR, ULTJ atau saham emiten makanan dan minuman lainnya yang memiliki kapitalisasi besar.

Catatan penulis: Untuk membuat riset data ini, Lifepal.co.id menganalisis pergerakan saham 14 emiten di sektor barang konsumsi (sub sektor makanan) yang sudah melantai di BEI selama lebih dari 10 tahun. Selain itu, Lifepal juga membandingkan pergerakan saham mereka dengan pergerakan IHSG maupun Indeks Konsumer di BEI. Olah data dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis lifepal.co.id.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kopi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:19 WIB

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

Asep Sukarna, salah satu petani kopi di Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyediaan bibit unggul kopi seyogyanya memperhatikan kesesuaian dengan karakter daerah masing-masing.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:00 WIB

Lima Perubahan Paradigma Keamanan Siber

Dengan menerapkan empati pada solusi digital, perusahaan bisa menjadi lebih inklusif. Dalam keamanan siber, itu berarti membangun solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok di keadaan…

Wisuda President University 2020

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Wisuda President University 2020: Peluang Unik di Tengah Pandemi Covid-19

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, kita dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi,…

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:00 WIB

CIMB Niaga Salurkan Program Beasiswa Periode 2020-2022

Program Beasiswa CIMB Niaga 2020-2022 di masa pandemi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Hal ini juga…

Anies Baswedan

Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:50 WIB

Anies Resmi Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November 2020; Catat! Bukan Berarti Longgar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Jakarta hingga 8 November 2020. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus corona…