Fabrikasi Rampung, Proyek Peciko 8A Masuki Tahap Instalasi

Oleh : Hariyanto | Kamis, 17 September 2020 - 19:40 WIB

Ilustrasi Migas
Ilustrasi Migas

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pertamina Hulu Mahakam selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PT PHI) selaku induk perusahaan, melaksanakan Sail Away Ceremony atau upacara peluncuran ke laut Proyek Peciko 8A, yakni pemasangan booster compressor dan berbagai komponen pendukungnya, serta modifikasi anjungan, yang akan dilakukan di anjungan SWP-G Lapangan Peciko, di lepas pantai Kalimantan Timur.

Sail Away Ceremony ini berlangsung di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul, di Kec. Samboja, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan tersambung secara daring melalui aplikasi MTeams, pada Kamis (17/9/2020).

Direktur Teknik Lingkungan Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Dr Ir Adhi Wibowo, MSi, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kerja seluruh tim dalam Proyek Peciko 8A ini karena tetap menjalankan tugas dengan baik walau di tengah pandemi.

“Subsektor migas masih strategis dan penting bagi penerimaan negara jadi kita semua harus menjaga agar operasi dapat berjalan dengan baik. Dan semua harus memegang komitmen agar tingkat produksi tidak turun,” kata Adhi.

Dia juga menyatakan rasa bangganya pekerjaan fabrikasi ini dikerjakan 100% oleh perusahaan lokal di Kalimantan Timur, dengan tingkat kandungan dalam negeri hingga 52%.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyambut baik upaya PT PHM untuk terus mempertahankan tingkat produksi di WK Mahakam, karena hal itu juga menjadi bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas ke 12.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2030.

“Dengan fasilitas tambahan ini, diharapkan upaya mempertahankan penyediaan gas sebesar 8 MMSCFD dapat tercapai dan akan terjadi penambahan produksi di Lapangan Peciko sebesar 7,3 miliar standar kaki kubik (BSCF) gas dan 18,4 ribu barel (Mbbls) kondensat,” tambahnya.

Julius juga menerangkan bahwa Proyek Peciko 8A ini merupakan hasil implementasi dari strategi pertama SKK Migas yakni Mempertahankan Tingkat Produksi Eksisting. Dalam Proyek Peciko 8A ini, sumur-sumur di anjungan SWP-G yang sudah berada di fase low pressure, tekanan gasnya diturunkan lagi menjadi low low pressure agar dapat tetap berproduksi lebih lama.

Booster compressor digunakan untuk mendorong gas yang keluar menuju ke fasilitas pemrosesan di Lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS).

Direktur Utama PT PHI Chalid Said Halim berharap Proyek Peciko 8A ini akan berhasil menambah panjang usia produksi ketujuh sumur yang bermuara di platform SWP-G hingga 2028, sehingga pendekatan yang sama dapat diterapkan pada sumur-sumur lain di Lapangan Peciko.

“Secara teknis proyek ini cukup menantang, karena para engineer di PHM harus memodifikasi anjungan yang sebelumnya sudah pernah dimodifikasi. Tantangan lainnya adalah proyek ini harus tetap selesai tepat waktu walau di tengah pandemi COVID-19, agar keekonomiannya terjaga,” kata Chalid.

Proyek senilai 15,3 juta USD ini resmi dimulai pada 31 Oktober 2019 lalu dan dikerjakan oleh kontraktor lokal Kalimantan Timur, yaitu PT Asta Rekayasa Unggul, dengan melibatkan 100% pekerja lokal.

Dengan sail away ini berarti tahap fabrikasi telah selesai dan segera memasuki tahap offshore installation, commissioning, dan start-up. Seluruh pekerjaan direncanakan selesai di bulan November 2020.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Daewoong Pharmaceutical

Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:02 WIB

Komitmen Daewoong Pharmaceutical Tangani Pandemi Covid-19, dari Alat Tes Sampai Pengembangan Perawatan Virus Corona

Setelah mendapatkan izin dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea pada tanggal 08 Oktober 2020, Daewoong Pharmaceutical akan mempercepat pengembangan obat COVID -19 dan segera melakukan…

Pembangunan jalan

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:52 WIB

Tingkatkan Kualitas Jalan Nasional, Kementerian PUPR Manfaatkan Aspal Buton

Tahun 2020 penggunaan Asbuton dilakukan pada jalan sepanjang 793 Km yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia dengan volume kebutuhan sekitar 42.000 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Presiden Jokowi

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:31 WIB

Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian, Mentan Dorong Modernisasi

Presiden Joko Widodo mengajak kalangan muda Indonesia kembali menekuni dunia pertanian. Menurut Presiden, hanya dengan cara itu negara ini kembali berjaya dan merdeka atas hasil tani yang sangat…

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, saat membuka Bazaar UMKM di sela-sela peringatan Haul Akbar Maulana Syarif Al Habib Thoha Bin Hasan Bin Yahya, di Ciledug, Kabupaten Cirebon

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:15 WIB

KemenkopUKM Beberkan Peluang Bisnis UMKM di Tengah Pandemi

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus mampu merespon perubahan-perubahan perilaku dan pola konsumen, sebagai akibat dari penerapan physical distancing selama pandemi Covid-19.

Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:00 WIB

Kementerian PANRB-KOICA Lakukan Pelatihan Manajemen Talenta

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali melakukan kerja sama dengan pemerintah Republik Korea melalui Korea International…