Kurangi Sampah Plastik, Pemerintah Dorong Penggunaan Galon Guna Ulang

Oleh : Hariyanto | Rabu, 16 September 2020 - 10:16 WIB

Ilustrasi Galon
Ilustrasi Galon

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah melalui UU No.18 Tahun 2008 mengenai Pengelolaan Sampah yang diperkuat dengan kebijakan phase out beberapa jenis produk dan kemasan produk sekali pakai sebagaimana diatur dalam Permen LHK Nomor P.75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, telah mewajibkan para produsen kemasan plastik untuk menarik kembali kemasan setelah dipakai konsumen untuk mereka daur ulang.

Sayangnya, tak banyak industri kemasan plastik yang mengindahkan peraturan itu, termasuk industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Dari 266 industri AMDK yang terdaftar di Asosiasi Perusahaan Air Kemasan (Aspadin), bisa dihitung dengan jari yang memiliki manajemen pengelolaan sampah di perusahaannya.

Bahkan, ada juga industri AMDK yang malah menunjukkan sikap tidak mau tahu dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah itu, dengan mengeluarkan produk baru yang tidak mendukung komitmen pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik.

Misalnya produk kemasan galon sekali pakai yang menuai kritik dari organisasi besar pegiat lingkungan seperti Walhi dan Greenpeace. Kedua organisasi tersebut sangat kecewa dengan perlakuan produsen yang menjual produk AMDK galon sekali pakai dengan segala bentuk kampanyenya.

Mereka menilai produsen tersebut bukannya membantu program pemerintah untuk mengurangi masalah sampah, malah menciptakan masalah sampah baru di masyarakat.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar dalam webinar Diskusi Media “Menyelaraskan Keamanan Kemasan dengan Pelestarian Alam”, mengatakan sebetulnya berdasarkan UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, tanpa diminta pun industri AMDK memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas semua sampah kemasan plastik dari produk-produk mereka.

Hanya saja, kata Novrizal, memang masih sedikit dari industri AMDK itu yang sudah memiliki manajemen pengelolaan sampah yang baik dan benar. 

“Padahal secara Undang-Undang, tanggung jawab itu sebetulnya sudah menjadi hirarki. Bahkan industri AMDK dirorong untuk berinovasi dan berkreatifitas untuk membuat teknologi-teknologi baru utk membuat kemasan yang ramah lingkungan dan aman saat dikonsumsi,” kata Novrizal, Selasa (15/9/2020).

Untuk itu, Novrizal meminta kepada seluruh industri AMDK untuk mulai membatasi kemasan-kemasan produk yang yang malah berpotensi untuk menambah timbulan sampah. “Semaksimal mungkin packagingnya harus sangat minim sehingga tidak menghasilkan sampah baru yang lebih banyak,” katanya.

Dia sangat mendukung pemakaian kemasan galon guna ulang dalam mengurangi pencemaran sampah plastik terhadap lingkungan. Karenanya dia menginginkan agar persentase penggunaan kemasan galon guna ulang ini bisa ditingkatkan lagi jumlahnya.  “Saya berharap agar semaksimal mungkin industri AMDK mengarah ke posisi kemasan galon guna ulang yang semakin baik lagi,” ujar Novrizal.

Hal senada juga disampaikan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Edy Sutopo yang juga mendorong adanya peningkatan dalam penggunaan kemasan galon guna ulang. Kalau pemakaian galon sekali pakai, menurutnya, itu perlu ditangani lebih serius lagi dalam hal pencemaran lingkungan.

“Masyarakat kan masih banyak yang belum memiliki kesadaran untuk mau mengolah sampah dengan baik dan benar. Nah, begitu membeli galon sekali pakai, mereka akan membuang saja sembarangan sampahnya ke lingkungan. Ini akan berakibat cemaran lingkungan yang semakin bertambah,” tutur Edy. 

Edy mengungkapkan dari 100% timbulan sampah plastik di Indonesia, 69% dilakukan landfill, 24% ke laut, dan 7% didaur ulang. Karenanya, dia berharap upaya industri dalam pengelolaan sampah, bahan baku harus lebih ramah lingkungan dengan desain dan material produk.

Menurutnya, penanganan sampah plastik di Indonesia tidak akan maksimal tanpa adanya dukungan dari industri atau para produsennya, termasuk dari industri AMDK. Dalam hal ini, kata Edy, industri AMDK harus ikut mendukung edukasi ke masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan dampak lingkungannya.

“Industri melalui CSR-nya juga harus ikut mendukung pengembangan kelompok masyarakat pengepul sampah plastik dan mendorong pengembangan industri daur ulang plastik dan pengolahan limbah plastik,” ujar Edy..

Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor, Eko Hari Purnomo, mengatakan untuk mengurangi sampah plastik, penggunaan kemasan guna ulang bisa menjadi salah satu alternatif. “Pada tingkat konsumen, pembiasaaan penggunaan wadah (tumbler) air pribadi dapat berperan besar mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai pada AMDK ukuran kecil,” kata Eko.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengurangan Risiko Penularan Covid-19 di Transportasi Udara

Senin, 21 September 2020 - 09:05 WIB

Kaji Penguatan Standar Kesehatan pada Transportasi Udara Selama Pandemi, Litbang Perhubungan Gandeng Universitas Indonesia

Jakarta–Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total selama dua minggu terhitung sejak per 14 September 2020.

Pembangunan madrasah

Senin, 21 September 2020 - 09:03 WIB

Kementerian PUPR Genjot Rehabilitasi 780 Sekolah dan 192 Madrasah pada 2020

Tercatat rehabilitasi sekolah yang telah ditangani hingga September 2020 mencapai 2.247 Sekolah dan 334 Madrasah yang sebanyak 780 unit sekolah (SD, SMP dan SMU) dan 192 unit madrasah (Ibtidaiyah,…

Labuan Bajo NTT

Senin, 21 September 2020 - 09:00 WIB

Pembangunan Bandara dan Pelabuhan Disiapkan Dukung Pariwissata Labuhan Bajo

Pembangunan infrastruktur khususnya dalam sektor transportasi harus dilanjutkan karena dapat membantu percepatan ekonomi nasional dengan menciptakan lapangan kerja baru hingga membuka konektivitas…

Pandemi Corona (covid-19)- foto/ist

Senin, 21 September 2020 - 08:42 WIB

Agar Selalu Sehat di Tengah Pandemi, Berikut Isi Ceramah Subuh Kepala Labor RS-Unand yang Patut Disimak

Dr.dr.Andani Eka Putra M.Sc Kepala Labor RS-Unand, pada Minggu 20 September setelah Syalat Subuh di Masjid Muhajirin Mawar Putih, menyampaikan ceramah dengan Tema : Pencerahan penularan Wabah…

Wapres Ma'ruf Amin (Antara)

Senin, 21 September 2020 - 08:26 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Berharap Tren K-pop Tumbuhkan Kreatifitas Anak Muda Indonesia

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin terus mendorong kreativitas anak muda Indonesia dalam mempromosikan budaya bangsa ke dunia internasional. Salah satunya bisa dengan mengadopsi cara Korean…