INDUSTRY.co.id - Jakarta - Proyek strategis nasional hulu migas Tangguh Train-3 digadang-gadang akan mampu meningkatkan jumlah pekerja proyek. Hal ini sebagai tindaklanjut keberhasilan BP Berau Ltd sebagai operator proyek tersebut menjaga lapangan Tangguh bebas dari kasus COVID-19 dan telah menerima persetujuan medis untuk dapat meningkatkan jumlah pekerja ke tingkatan baru sebesar 7.700 person on board (POB) dari jumlah sebelumnya sebesar 6.300 POB.

"SKK Migas telah menerima laporan dari BP Berau Ltd perihal perkembangan jadwal proyek ekspansi Tangguh train-3. Keberhasilan operator menjaga proyek bebas COVID-19 adalah berita yang menggembirakan," kata Susana Kurniasih Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (14/9/2020).

Hal ini, menurut Susana, menunjukkan proyek hulu migas tetap dapat melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 dan menerapkan standar K3 pada level yang tinggi.

"Atas keberhasilan tersebut, BP Berau Ltd selaku operator berencana menambah jumlah pekerja proyek Tangguh train 3 secara bertahap. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk dapat mempercepat penyelesaian proyek tersebut yang terlambat karena adanya pandemi COVID-19," ujar Susana.

Susana menjelaskan, dampak pandemi COVID-19 sangat dirasakan di industri hulu migas, termasuk proyek Tangguh train 3 yang sebelum pandemi terdapat 13.000 pekerja dan mulai Maret 2020 sebagai antisipasi dan penerapan protokol kesehatan untuk menjaga proyek tersebut tidak ada pekerja yang terpapar COVID-19.

"Saat itu, manajemen BP Berau Ltd telah mendapatkan persetujuan SKK Migas untuk mengurangi jumlah pekerja di proyek menjadi 6.300 dalam rangka menerapkan protokol kesehatan dan menjaga proyek tersebut agar tidak ada pekerja yang terpapar COVID-19 ”, kata Susana.

Susana menambahkan dengan mulai ditingkatkannya jumlah pekerja proyek di Tangguh train 3 akan menjadi kabar baik bagi industri penyedia barang/jasa dan masyarakat lokal.

"Meningkatnya serapan jumlah pekerja proyek akan berdampak positif bagi perekonomian daerah dan masyarakat setempat, menciptakan lapangan kerja dan tentunya sebagai salah satu bentuk dukungan industri hulu Migas untuk dapat menjaga daya beli masyarakat ditengah wabah COVID-19," ungkapnya.

Asal tau saja, Tangguh train-3 adalah proyek strategis nasional yang saat sudah onstream akan memberikan tambahan produksi migas nasional yang signifikan. Proyek ini akan menghasilkan minyak sebesar 3.000 BOPD dan gas sebesar 700 MMSCFD. Nilai investasi proyek Tangguh train-3 diperkirakan sebesar US$ 8,9 miliar.

Adapun sampai Juni 2020 realisasi perkembangan proyek Tangguh train-3 untuk onshore sebesar 83,27% dari target 84,35% (rebaseline plan) dan perkembagnan offshore sebesar 98,15% dari target 99,39% (plan).

SKK Migas bersama KKKS terus melakukan koordinasi dan mencari terobosan ditengah pandemi COVID-19 agar produksi dan lifting migas dapat tetap optimal. Langkah menjaga proyek Tangguh train-3 serta proyek-proyek hulu migas lainnya adalah salah satu jalan bagi SKK Migas merealisasikan produksi 1 juta barrel minyak dan 12.000 MMSCFD gas di tahun 2030.