INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebanyakan orang melihat pandemi COVID-19 sebagai momok yang menakutkan, terjadinya pengangguran dan kerusuhan di berbagai negara belahan dunia.

Bagi pengusaha Suhendro, S.E., M.M. peristiwa ini merupakan latihan sejarah bagi umat manusia. Sebagai intermezzo untuk kembali ke awal peradaban, manusia dahulu hidup hanya dari bercocok tanam dan tidak ada yang lain. 

"So apa artinya? Pandemi ini mengajarkan kita semua, jangan terlalu banyak keinginan ini dan itu. Manusia bisa hidup asik dan damai hanya dengan bercocok tanam, tidak perlu terlalu kuatir akan masa depan, karena saat ini semua rencana kita pada awalnya menjadi abu-abu dan bahkan kita tidak bisa membuat strategi lagi untuk future, semuanya tidak pasti, ya, semuanya tidak pasti," kata Suhendro, Rabu (2/9/2020).

Untuk itulah, nikmatilah apa yang terjadi sekarang, itulah kunci untuk melewati masa sulit ini. Pemilik akun instagram @suhendrowang juga mengaku mendapatkan banyak ilmu bisnis di masa pandemi. Dia menyarankan kepada rekan-rekannya untuk tidak terjun ke bisnis yang tidak survive di masa pandemi seperti salah satunya membuka mall dan hotel.

"Kita tidak tahu apakah 2 tahun atau 10 tahun ke depan akan muncul pandemi lagi. We never know, daripada kita sudah bersusah-payah membangun mall dan hotel menggunakan tabungan ataupun pinjaman bank, lalu ada kemungkinan habis seketika saat pandemi melanda. And the end we get nothing! Pasti sangatlah sedih tentunya," jelasnya.

Menurutnya, masa pandemi ini juga mengajarkan dan mengingatkan bahwa tidak perlu mempunyai banyak bisnis. Satu atau dua bisnis sudah cukup. "Pesan untuk pengusaha kaum milenial, lebih baik kita menjadi penikmat saja. Buat apa kita memiliki bisnis mall, hotel, gedung apartemen, restoran, bahkan mempunyai bank, bagaikan all you can eat. Banyak menguras pikiran dan tenaga. Percayalah satu hal, di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Suhendro melanjutkan, "Kita semua harus selalu ingat dan sadar pada prinsip: setiap membuka atau akuisisi bisnis baru maka akan ada banyak masalah baru. Hidup terlalu singkat untuk menyelesaikan semua masalah bisnis yang ada di dunia ini. Di masa depan expert and focus are everything," tegasnya.

Ia pun memberikan tips bagi pengusaha milenial untuk bertahan di masa sulit saat ini. "Kerjakanlah apa yang Anda bisa dengan kedua telapak tangan Anda. Jangan berpikir terlalu jauh dan banyak, fokus pada kekuatan dalam diri Anda, kembangkan terus menerus sampai mencapai titik maksimal," pungkasnya.