INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai (PHE Raja Tempirai) akan melakukan pengeboran sumur pengembangan AH-A5, di Desa Air Hitam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam waktu dekat.

Sumur AH-A5 merupakan proyek pengeboran pertama untuk PHE Raja Tempirai sejak alih kelola wilayah kerja pada Juli 2019 lalu. Sebelumnya blok tersebut dijalankan oleh JOB Pertamina–Golden Spike Ltd.

Kepala Perwakilan SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo menyebutkan bahwa program pengeboran yang dilakukan oleh PHE Raja Tempirai merupakan upaya untuk pemenuhan produksi Migas Nasional.

“Dalam kondisi saat ini, tidak menyurutkan semangat SKK Migas dan KKKS PHE Raja Tempirai untuk terus melakukan kegiatan pengeboran, yang tentu saja mengedepankan aspek HSSE, kami sangat memerlukan dukungan Pemkab,” ujar Adi dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id,  Rabu (2/9/2020).

Hal senada diutarakan oleh General Manager PHE Raja Tempirai, Rahmad Wibowo yang memberikan apresiasi kepada Bupati PALI dan jajaran atas kerja samanya yang baik dalam mendukung persiapan pengeboran sumur AH-A5.

“PHE Raja Tempirai mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Pemkab PALI dan Muspika dalam pelaksanaan program kerja. Selain program pengeboran, kami juga telah melaksanakan program program kemasyarakatan di daerah Ring 1 terutama dalam pencegahan Penyebaran COVID-19,” kata Rahmad.

“Kami berharap keberadaan kami sebagai operator wilayah kerja migas Raja/ Pendopo juga dapat memberikan kontribusi positif bagi stakeholders sekitar untuk mewujudkan Indonesia Maju,” sambungnya.

Mewakili Bupati PALI, Sekda PALI Syahron Nazil mengatakan bahwa Pemkab PALI akan memberikan dukungan penuh atas kegiatan pengeboran yang dilakukan PHE Raja Tempirai, agar berjalan lancar dan berhasil serta berharap akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten PALI.

Field Manager PHE Raja Tempirai Alamsyah mengatakan bahwa pengeboran akan dilakukan pada September, “Saat ini kami sedang melakukan persiapan,” ujar Alamsyah.

Hal ini merupakan sejarah, lanjut Alamsyah, karena ini adalah sumur pertama yang akan di bor setelah alih kelola blok ke PHE Raja Tempirai, “Kami akan terus mencari migas melalui program yang berkelanjutan, sehingga kami bisa ikut berkontribusi bagi pemenuhan energi nasional,” tutup Alamsyah.