INDUSTRY.co.id - Jakarta-- Ajang penghargaan TOP BUMD Awards 2020 (Badan Usaha Milik Daerah) kembali diberikan oleh majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga Tim Penilai, bertempat di Jakarta, belum lma ini.
Kegiatan TOP BUMD Awards ini, diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, sejak tahun 2016. Acara penganugerahan TOP BUMD Awards diselenggarakann, dengan mengikuti Protokol Kesehatan, dan dihadiri oleh 470 peserta (masih dibawah 50% kapasitas Ballroom), termasuk Kepala Daerah dan TOP Manajemen BUMD seluruh Indonesia.
Untuk tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah sebagai berikut: Strategi Keberlangsung Bisnis BUMD di era New Normal.
BUMD Paling TOP di Indonesia
Beberapa BUMD Terbaik di Indonesia, mendapat penghargaan TOP BUMD level Bintang 5, sekaligus meraih penghargaan paling bergengsi, yakni TOP of The TOP BUMD 2020. Diataranya adalah Perumdam Tirta Kerta Raharja Kab. Tangerang, Perumda Air Minum Apa' Mening Kab Malinau, PDAM Tirta Segah (Batiwakkal) Kab Berau, PDAM Kab Nunukan. Selain itu juga ada, Bank BJB Tbk, Bank Jatim Tbk, MRT Jakarta (Perseroda), BPR Bank Sleman, BPR Bank Bapas 69 Kab. Magelang, dan BPR Batola Kab. Barito Kuala.
Ada juga, BUMD Terbaik yang berhasil memberikan kontribusi tinggi terhadap pembangunan di daerahnya seperti PT Mahakam Gerbang Raja Migas dan PT Migas Mandiri Pratama Kaltim. Sedangkan beberapa BUMD yang banyak melakukan perbaikan (Improvement), diantaranya adalah PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PDAM Kota Gorontalo. Masih ada beberapa BUMD Terbaik lainnya yang mendapatkan penghargaan TOP BUMD Awards 2020.
Award BUMD Terbesar dan Paling Bergengsi
M. Lutfi Handayani, Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2020, yang juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business, memaparkan bahwa TOP BUMD Awards, insya Allah merupakan kegiatan award BUMD Terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh majalah Top Business, sejak 2016. Mulai tahun 2020 ini, majalah Top Business menyelenggarakan TOP BUMD Awards, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), Lembaga Kajian Nawacita (LKN), dan beberapa asosiasi dan konsultan bisnis.
TOP BUMD Awards 2020 ini, diikuti oleh 163 BUMD Finalis dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Atau meningkat 7%, dibanding tahun 2019 sebanyak 152 BUMD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk Wawancara Penjurian, yang telah diselenggarakan secara online, sejak 16 Maret – 8 Juni 2020 secara Online. Ada 8 Profesor dan beberapa Doktor diantara 30 Dewan Juri yang juga pakar dan ahli dibidang manajemen Bisnis dan BUMD, yang melakukan penilaian dalam TOP BUMD Awards ini.
“Dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan, kegiatan TOP BUMD Awards ini, terus menjadi kegiatan BUMD Awards yang Terbesar, Paling Kredibel, Paling Bermanfaat di Indonesia,” ujar Lutfi.
Award, sekaligus Pembelajaran untuk BUMD
Kegiatan TOP BUMD Awards, bukan hanya sekedar kegiatan pemberian penghargaan. Namun didalamnya, kita mengedepankan aspek pembelajaran bersama, terutama untuk BUMD Peserta.
Kami selalu membudayakan adanya Sesi Nilai Tambah dalam Wawancara Penjurian atau Award yang diselenggarakan oleh majalah Top Business. Dalam Sesi Nilai tambah tersebut, Dewan Juri memberikan input, saran, dan masukan kepada peserta, sebagai feedback untuk perbaikan kedepan.
Nah, inilah yang menjadi salah satu keunggulan TOP BUMD Awards dibanding award-award lainnya. Hal tersebut juga menjadi daya tarik bagi para BUMD. Selain mengikuti kegiatan penghargaan, para BUMD peserta, seolah mendapat konsultasi gratis dari para pakar dan dewan juri.
Wapres Dorong ‘Sinergi BUMD’
Dalam keynote speech-nya, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mendorong agar BUMD melakukan “Gerakan Sinergi BUMD” yakni sinergi antar BUMD, dan sinergi BUMD dengan BUMN. “Para Kepala Daerah, harus untuk terus membina, mengarahkan, dan memfasilitasi BUMD, agar terus berkembang serta mampu meningkat kinerja dan layanannya, untuk membangun daerah, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional di masa normal baru,” tegas Wapres.
Wapres juga mengapresiasi kegiatan penghargaan seperti TOP BUMD Awards. Melalui kegiatan ini, kita dapat memacu kinerja dan layanan BUMD, guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi di daerah dan pemulihan ekonomi nasional.
Pentingnya Pemerataan Pembangunan melalui BUMD
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo juga menilai pentingnya pemerataan pembangunan melalui penguatan kinerja BUMD di seluruh Indonesia. Ketua MPR yang memiliki panggilan akrab Bamsoet ini, menyatakan bahwa BUMD memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. “Jika pembangunan berjalan lebih merata, maka persatuan dan kesatuan nasional, akan tetap terjaga,” ujar Bamsoet.
Mendagri, Tekankan Inovasi BUMD dan Pemda
Dimasa Pandemi Covid-19 ini, Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri RI menegaskan, bahwa BUMD dan Pemda harus berani melakukan inovasi, agar kinerja dan layanannya tetap terjaga dengan baik. Pembangunan ekonomi dan layanan masyarakat di daerah, harus tetap dijalankan dengan sebaik-baiknya, walau banyak pembatasan-pembatasan karena dampak pandemi ini. Oleh karena itu, Mendagri sangat mengapresiasi kegiatan TOP BUMD Awards ini, karena sejalan dengan kebijakan pemerintah, untuk meningkatkan kinerja dan layanan BUMD kepada masyarakat.
Sementara Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA - Ketua Dewan Juri, memaparkan bahwa kriteria utama penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri, mengacu pada 3 aspek penting, yakni pertama, aspek Pencapaian Kinerja (atau achievement); kedua, aspek Peningkatan (atau improvement); dan ketiga, aspek kontribusi (atau contribution) BUMD dalam pembangunan di daerah, yang dilakukan dalam 1-2 tahun terakhir. Tentu, tiga kriteria utama tersebut, menjadi dasar penilaian dan penentuan level Bintang 1-5, Penghargaan BUMD, dalam TOP BUMD Awards ini.
Dewan Juri juga menetapkan penghargaan TOP Pembina BUMD 2020. Penghargaan TOP Pembina BUMD diberikan kepada Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) yang BUMD-nya mendapat penghargaan dalam kegiatan TOP BUMD Awards 2020 ini. Penghargaan ini diberikan karena Dewan Juri menilai, bahwa keberhasilan kinerja BUMD, tentu tidak lepas dari dukungan dan peran Kepala Daerahnya.
Selain itu, Prof Djo, panggilan akrab Ketua Dewan Juri menjelaskan beberapa temuan menarik selama proses penjurian berlangsung, sekaligus rekomendasi yang perlu kita perhatikan bersama.
Pertama, semua BUMD relatif sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi dampak Pandemi COVID-19, namun perlu disusun dalam bentuk dokumen Business Continuity (panduan Keberlangsungan Bisnis) di era New Normal. Kedua, Generasi Millenial, mulai tertarik masuk ke BUMD. Lalu yang ketiga, semakin banyak BPR dan BPRS yang concern serta lebih intens dan terukur, untuk melakukan pemberantasan renternir / pelepas uang. Keempat, hampir semua PDAM, concern dalam hal penggunaan Teknologi Informasi, walau Sebagian masih perlu ditingkatan. Kelima, BPD banyak melakukan sinergi dan inovasi produk.
Namun ada beberapa catatan yang masih perlu diperhatikan dan diperbaiki oleh para BUMD dan Pemerintah Daerah. Diantaranya adalah pentingnya Menyusun Dokumen Business Continuity, yang didalamnya terdiri dari hal-hal, seperti: (1) identifikasi perubahan bisinis, (2) identifikasi perubahan perilaku pelanggan, (3) identifikasi perubahan cara transaksi, (4) perumusan Inovasi yang perlu dilakukan, (5) identifikasi perubahan Standard Operation Procedure (SOP), dan (6) Pemanfaatan Peraturan dari Pemerintah yang memudahkan bisnis perusahaan.
Kemudian yang kedua, pentingnya Pemerintah Daerah, untuk mendorong Sinergi BUMD, minimal di wilayahnya, untuk saling memberi manfaat bersama. Ketiga, pentingnya untuk merumuskan kembali, VISI dan MISI perusahaan BUMD. Kemudian, strategi dan kebijakan bisnis, harus diarahkan dan diseleraskan untuk pencapaian VISI MSI-nya.
Sebagian besar BUMD, masih fokus hanya pada pencapaian laba dan setoran Deviden untuk PAD, karena kedua hal tersebut, yang sering menjadi ukuran keberhasilan pengelolaan BUMD, menurut Kepala Daerahnya. Dan yang keempat, fungsi dan peran BUMD, tidak hanya sekedar bermanfaat untuk menambah PAD saja, namun juga dapat berperan untuk mendukung pencapaian KPI / Tupoksi Kepala Daerah.
Launching BUMD Business Club (BBC)
Sebelum acara penghargaan dimulai, dilakukan Launching BUMD Business Club (BBC), yakni Forum Komunikasi dan Kerjasama antar Pimpinan BUMD, Instansi Pemerintahan Daerah dan Pusat, serta Lembaga Konsultan Bisnis, Ekonomi, Manajemen dan Otonomi Daerah, untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan kontribusi BUMD, dalam pembangunan di daerah maupun di tingkat nasional.
BBC akan memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kinerja, layanan dan daya saing BUMD.
Melihat besarnya manfaat yang dapat diperoleh bagi BUMD dan Pemerintahan Daerah, maka sangat disayangkan jika ada BUMD yang tidak mengikuti kegiatan TOP BUMD Awards, karena melalui kegiatan ini, setiap BUMD berkesempatan untuk mendapatkan feedback, masukan, dan saran dari Dewan Juri. Banyak proses pembelajaran didalamnya. Oleh karenanya, diharapkan agar para Kepala Daerah, dapat mendorong seluruh BUMD di daerahnya, untuk dapat mengikuti kegiatan TOP BUMD Awards di tahun-tahun mendatang.
Melalui kegiatan TOP BUMD Awards ini, diharapkan akan semakin banyak bermunculan BUMD-BUMD Hebat, yakni BUMD yang terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan usahanya, sehingga dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan perekonomian yang berkelanjutan di daerah maupun di tingkat nasional.
Di sini, sejumlah lembaga penilai dan konsultan yang ikut sebagai penilai ada beberapa. Antara lain Institut Otonomi Daerah, FE Universwitas Padjadjaran Bandung, Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Asia Business Research Center; Sinergi Daya Prima; PPM Manajemen; Melani K. Harriman Associates; Dwika Consulting dan lain-lain.