DPR Ini Ingatkan Pemerintah untuk Prioritaskan Kesejahteraan Petani Garam dan Tembakau

Oleh : Krishna Anindyo | Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:15 WIB

Petani Tembakau (ist)
Petani Tembakau (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Slamet Ariyadi menyampaikan pesan kepada Pemerintah agar di masa pandemi Covid-19 ini juga tetap memperhatikan kesejahteraan petani garam dan tembakau, mengingat keduanya sangat berkontribusi di dalam menjawab kebutuhan masyarakat, dan penerimaan negara di sektor cukai rokok.

Ia pun menaruh harapan besar agar Pemerintah dan Legislatif mampu membangun intensitas koordinasi dan komunikasi dalam sejumlah hal, salah satunya terkait harga garam yang masih memprihatinkan.

“Terkait masalah harga garam hari ini yang sudah menjadi momok yang sangat memprihatinkan, bagi kami khususnya warga Madura yang mayoritas sebagai petambak garam. Tentunya ada harapan besar bagaimana tahun 2021 perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi baik dalam hal regulasi ataupun kebijakan yang pro terhadap petambak garam," ujar Slamet saat menyampaikan interupsi dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Masyarakat Madura pun diketahui memiliki harapan yang besar agar pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 ini juga mengacu pada petani garam.  Selain itu, masyarakat Madura yang sebagian besar bekerja sebagai petani tembakau juga menaruh harapannya kepada Pemerintah dan Legislatif untuk hadir terhadap para petani tembakau.

“Tentunya harapan besar bagi kami Pemerintah mampu untuk melakukan inovasi dan kreasi agar bagaimana hasil tembakau ini tidak hanya untuk supplier rokok,” jelas Slamet.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendorong agar Pemerintah mampu melakukan proses ekstraksi terhadap industri tembakau, sehingga kesejahteraan petani tembakau tidak saja bergantung pada pabrikan rokok.

“Harapan besar hasil industri dari tembakau ini mampu dilakukan proses ekstraksi, sehingga kesejahteraan petani tembakau ini tidak saja tergantung pada pabrikan rokok,” tegas Anggota BURT DPR RI ini.

Terakhir, Slamet juga mengingatkan Pemerintah agar mampu melakukan kebijakan antisipatif terhadap potensi gagal panen raya. Antisipasi ini harus diperhatikan agar ketersediaan kecukupan pangan ini juga tersedia dengan baik, karena jika ketersediaan pangan ini menjadi persoalan dikhawatirkan akan terjadi juga krisis sosial.

"Harapan besar bagi kami, Pemerintah perlu untuk istilahnya sedia payung sebelum hujan agar para petani di dalam masa pandemic ini tidak mengalami krisis pangan," tutup Slamet.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Desa Wisata Denai Lama, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Dok: Kemenparekraf)

Selasa, 22 Juni 2021 - 08:00 WIB

Sandiaga Berharap Desa Wisata jadi Lokomotif Perkembangan Ekonomi di Indonesia

Dalam Webinar Desa Wisata – Desa Kreatif Sumatera Selatan, yang diikuti oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan…

Ilustrasi Era Digitalisasi

Selasa, 22 Juni 2021 - 07:30 WIB

Sudah Menjadi Gaya Hidup, Kenali Dampak Dari Digitalisasi

Digitalisasi telah mengubah interaksi sosial di masyarakat. Dengan bantuan teknologi yang sebenarnya memudahkan kehidupan, di balik itu terdapat kehati-hatian gaya hidup yang membuat masyarakat…

Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin

Selasa, 22 Juni 2021 - 07:00 WIB

DPR: Pembentukan Holding Jadi Upaya Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin menilai upaya pembentukan holding gula Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan upaya yang strategis untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

Ilustrasi Digital UMKM (Ist)

Selasa, 22 Juni 2021 - 06:30 WIB

Berkat Marketplace, Pelaku UMKM Bisa Bertahan Selama Pandemi

Survei terbaru mengungkapkan sebanyak 4,7 juta UMKM telah merambah ke ekosistem digital dalam kurun waktu 11 bulan terakhir selama pandemi. Totalnya kini sekitar 64 juta UMKM secara keseluruhan…

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M

Selasa, 22 Juni 2021 - 06:00 WIB

TNI AL Modernisasi Alutsista Pesawat Udara Tanpa Awak

TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam bidang penerbangan mempertajam kekuatan Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA), selain kekuatan pesawat udara fixed wing dan rotary wing. Hal tersebut disampaikan Kepala…