Emiten Semen Geleng Geleng Kepala, Banyak Proyek Infrastruktur Setop

Oleh : Kormen Barus | Senin, 24 Agustus 2020 - 15:55 WIB

Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)
Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan permintaan semen, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) misalnya, mengalami penurunan kinerja penjualan 19% sepanjang semester I-2020 lalu.

Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda Hasjim mengatakan sejak Maret terjadi penurunan permintaan semen di wilayah pasar perusahaan. Proyek-proyek infrastruktur dan properti terhenti karena penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di wilayah tersebut.

"Berdampak pada sales semester I-2020 turun 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Dampaknya besar karena penerapan PSBB sehingga banyak proyek infrastruktur dan properti ditahan dan berdampak pada penjualan semen kita di dua sektor tersebut," kata Jobi dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8/2020).

Direktur Keuangan Semen Baturaja M. Jamil mengatakan perusahaan menunggu realisasi proyek infrastruktur yang dibiayai pemerintah melalui APBN dan APBD. Sejauh ini dana pemerintah ini masih difokuskan pada penanggulangan Covid-19.

"Sangat bergantung pada proyek infrastruktur, bergantung pada APBN dan APBD. Kami harap proyek pemerintah pusat dan daerah tidak semua terserap untuk kegiatan Covid-19. Mudah-mudahan proyek mulai berjalan pada kuartal ketiga ini," kata dia di kesempatan yang sama.

Salah satu strategi perusahaan untuk menjaga agar penjualan perusahaan di tahun ini tak terus memburuk karena volume penjualan semen yang adalah dengan melakukan diferensiasi produk, yakni dengan menjual Mortar dan White Clay.

"Semester II/2020 ini Mortar dengan brand Baturaja Mortar diluncurkan dan akan dijual secara masal setelah beberapa bulan sebelumnya telah dilakukan market trial di wilayah Bandar Lampung," kata dia.

Perusahaan telah mengembangkan fasilitas produksi White Clay agar dapat memenuhi target 50.000 ton sesuai dengan kontrak penjualan White Clay yang ditandatangani oleh SMBR dengan Pusri yang merupakan anak usaha Pupuk Indonesia.

Sepanjang Semester I/2020 realisasi penjualan White Clay mencapai 15.828 ton atau lebih tinggi 7% dari target yang telah ditetapkan pada periode tersebut.

Selain itu, perusahaan juga menargetkan penambahan produk beton dan ekspansi penjualan ke wilayah di luar Sumbagsel yang menjadi pasar utama perusahaan seperti ke Riau dan Kalimantan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.