INDUSTRY.co.id - Jakarta- Di tengah berbagai tantangan di berbagai sektor akibat COVID-19 PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) mampu mencatatkan marketing revenue sebesar Rp 122 miliar selama Semester I-2020. Marketing revenue Triniti Land diperoleh dari penjualan unit apartemen di 6 proyeknya yakni Brooklyn,Yukata, Springwood, The Smith, Collins Boulevard dan juga Marcs Boulevard.

Advertisement


Dari keenam proyeknya tersebut, Collins Boulevard memiliki kontribusi paling besar bagi marketing revenue Triniti Land yakni sebesar 64% dari total marketing revenue perusahaan atau sekitar Rp 78,9 miliar. Di tahun ini, Triniti Land juga akan terus menggenjot penjualan di Collins Boulevard dengan meluncurkan tower keduanya yakni The Scott yang merupakan convertible residence yang bisa dirubah menjadi hunian maupun kantor.  
President & CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk, Ishak Chandra Sabtu (22/8/2020) mengatakan, “Walaupun pada bulan Maret s/d June penjualan kami terkena dampak Covid-19, tapi persero masih membukukan marketing sales yang cukup baik, kami harapkan pada semester 2 penjualan bisa lebih baik daripada semester 1 ini”

Di tahun 2020 ini, perusahaan akan terus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan marketing revenue. Salah satunya adalah dengan  penjualan berbagai proyek unggulannya yang akan terus dilakukan oleh perseroan dengan berbagai metode baik online melalui zoom meeting maupun offline.

Advertisement


Selain itu, perusahaan juga akan melakukan penawaran awal berbagai produknya seperti The Scott, yang merupakan tower kedua dari Collins Boulevard dan juga Glenn The Hive yang merupakan rumah tapak 2,5 lantai yang berlokasi di pengembangan proyek mix-used development, Marc’s Boulevard, Batam.

Laksanakan RUPS & RUPSLB

Advertisement

PT Perintis Triniti Properti Tbk baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda  persetujuan laporan tahunan 2019, penetapan atas rencana penggunaan laba 2019, penunjukan akuntan public untuk tahun buku yang berakhir pada tahun 2020, penetapan honorarium anggota komisaris dan anggota direksi, serta persetujuan perubahan susunan direkis perseroan.

Selain itu, perusahaan juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan perubahan penggunaan dana penawaran umum (IPO) yang dilakukan oleh perusahaan di bulan Januari 2020 yang lalu. Perubahan penggunaan dana penawaran umum ini terutama dilakukan oleh perusahaan untuk lebih ekspansif dan adaptif pada peraturan pemerintah terkait dengan penerapan standar akuntasi PSAK 72, sehingga perusahaan akan lebih fokus untuk mengembangkan rumah tapak.

Advertisement