INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan berhati-hati dalam mengalokasikan belanja pegawai dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
Sri Mulyani juga meminta jajarannya untuk tidak terlalu manja meminta fasilitas dengan menggunakan anggaran negara. Alasannya, kalau banyak meminta negara bisa bangkrut.
"Jangan terlalu manja lah. Sedikit sedikit minta. Nanti Negara Republik Indonesia bisa bangkrut, apalagi kalau bayar pajaknya minimal dan kita harus work balance dan income balance," ujar Sri Mulyani dikutip dari Sindonews.com , Jumat (21/8).
Perlu diketahui, pegawai Kemenkeu sebelumnya meminta fasilitas laptop untuk bekerja. Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pengadaan laptop tambahan secara besar-besaran di Kemenkeu bisa membengkakan impor negara.
"Untuk laptop, flexible working space sekarang kita pikirkan untuk infrastruktur kita. Kalau kamu bilang, bu belanjakan saja untuk beli laptop. Tahu nggak apa yang terjadi? Neraca pembayaran kita impornya gede banget, mau laptop belum dibikin di Indonesia," ujarnya.
Ia juga menegaskan, alokasi anggaran Kemenkeu saat ini hanya fokus untuk mendongkrak aktivitas ekonomi agar hidup kembali.
"Padahal saya mau belanjanya bikin ekonomi kita mutar. Kalau impor terus kan sama saja, sudah belanja banyak tapi ekonominya nggak jalan, hanya impor saja. Jadi ini strategi yang harus dipikirkan. Tapi kalau infrastruktur flexible working space akan kita desain sesuai kebutuhan," pungkas Sri Mulyani.