INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pemerhati ekonomi menyesalkan serapan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan dampak pandemi virus corona (covid-19) masih rendah.

Advertisement

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik Junaidi Rachbini menjelaskan kebijakan pemerintah yang terlihat lebih mengutamakan penanganan dampak ekonomi ketimbang kesehatan.

"Padahal, pemerintah mengklaim kesehatan yang selalu jadi prioritas, namun hal ini tak juga terlihat hasilnya," katanya di Jakarta, Selasa (19/8/2020).

Advertisement

Data Kementerian Keuangan mencatat realisasi penggunaan anggaran sebesar Rp151,25 triliun per 6 Agustus 2020. Jumlah itu baru mencapai 21,75 persen dari pagu Rp695,2 triliun pada tahun ini.

"Jadi bukan hal yang spesial. Itu kan untuk belanja rutin," katanya.

Advertisement