Stimulus untuk Pegawai Bergaji di Bawah Rp5 Juta, DPR: Tolong Segera Realisasi

Oleh : Kormen Barus | Senin, 10 Agustus 2020 - 14:03 WIB

Ilustrasi Buruh di Indonesia (Charles O'Rear / Getty Images)
Ilustrasi Buruh di Indonesia (Charles O'Rear / Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PPP, H. Iip Miftahul Choiry, dalam pesan tertulisnya yang di kalangan awak media, Senin (10/8/2020), menyampaikan dukungannya atas kebijakan pemerintah yang akan memberikan bantuan langsung tunai kepada pegawai yang bergaji di bawah Rp5 juta.

“Langkah ini bisa sebagai solusi untuk membantu pemulihan ekonomi nasional dampak Covid-19. Kebijakan ini juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat,”ujarnya.

Dia mengetahui betul bahwa daya beli masyarakat sekarang ini masih lesu. Mereka ingin berbelanja, tapi menghitung penghasilan yang diterima saat ini hanya pas-pasan atau bahkan kurang. Maka dari itu, stimulus untuk menambah gaji pegawai ini harus segera direalisasikan agar masyarakat segera merasakan dampak program pemulihan ekonomi nasional.

Masalah daya beli masyarakat, kata dia,  bisa juga karena harga kebutuhan pokok yang naik, BPJS Kesehatan, tarif listrik serta pemotongan solar dan LPG 3 Kg. Bantuan tunai langsung itu tidak akan efektif meningkatkan daya beli masyarakat jika insentif itu hanya untuk menutup kenaikan-kenaikan tersebut.

Jadi, besaran bantuan tunai untuk pegawai bergaji di bawah Rp5 juta perlu ditambah minimal Rp1 juta. Syukur-syukur bisa di atas Rp1 juta, agar penyerapan maksimal dan percepatan pemulihan ekonomi juga bisa cepat.

Dia mengatakan, sebelum bantuan sosial itu dicairkan, pemerintah sebaiknya menyelesaikan permasalahan pendataan mengenai pekerja yang gajinya di bawah Rp 5 juta, termasuk kriteria detail penerima bantuan. Pendataan yang tidak akurat bisa membuat bantuan sosial itu tidak tepat sasaran.

“Pemerintah juga perlu memikirkan nasib pekerja yang terkena PHK. Menurut catatan Kemnaker, hingga 31 Juli 2020, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan mencapai 3,5 juta lebih. Apalagi, mereka juga punya keluarga yang harus dihidupi,”ujarnya.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Rabu, 23 September 2020 - 09:50 WIB

Meski Kasus Positif Masih Cukup Tinggi, Kesembuhan Pasien COVID-19 Naik 35,8 Persen Dalam Sepekan

Berdasarkan analisa mingguan per 20 September, urutan 5 teratas per provinsi, kasus sembuh DKI Jakarta naik 1.540 (5.995 -> 7.495), Jawa Barat naik 1.093 (1.130 -> 2.223), Jawa Tengah naik 845…

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Rabu, 23 September 2020 - 09:35 WIB

Mohon Dicatat, Pemerintah Tak Akan Mentolerir Aktivitas Politik yang Berpotensi Tingkatkan Penularan COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, soal protokol kesehatan selama pilkada telah dijamin Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui peraturan No. 6 dan No. 10 Tahun…

Ketua DPR RI - Puan Maharani

Rabu, 23 September 2020 - 09:15 WIB

Pandemi Covid-19, Ketua DPR Apresiasikan Lonjakan Aktivitas Olahraga Pada Masyarakat

Puan meminta Pemerintah merespons tingginya minat berolahraga masyarakat dengan memfasilitasi sarana berolahraga yang memadai, aman, dan nyaman.

Pupuk Indonesia

Rabu, 23 September 2020 - 08:59 WIB

Pupuk Indonesia Siapkan Pasokan Pupuk Jelang Musim Tanam

Para produsen pupuk yang terdiri dari PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja telah menyiapkan total stok pupuk bersubsidi yang…

Pemakaman Pasien Covid-19

Rabu, 23 September 2020 - 08:44 WIB

Dunia Masih Berduka! Ini 10 Negara dengan Kasus Corona Terbanyak di Dunia Saat Ini

Jakarta - Virus corona (Covid-19) semakin merajalela. Per Rabu (23/9/2020) ini sudah ada 31.750.386 orang yang terinfeksi secara global.