INDUSTRY.co.id - Jakarta - Permasalahan pembebasan lahan Tol Cisumdawu menjadi biang kerok terhambatnya pembangunan tol yang jadi akses utama Bandara Kertajati ini. Pembangunan tol yang sudah dimulai sejak 2011, hingga kini belum juga selesai.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil mengungkapkan ada sengketa pada salah satu bidang tanah yang menghambat pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bandara Kertajati. 

Menurut Sofyan, ada pemilik sebidang tanah di daerah Cileunyi yang menolak pembebasan lahan. Bahkan, pemiliknya sampai menggugat ke pengadilan.

"Kendalanya, ada tanah yang kena pasar di Cileunyi, itu ada pasar yang kena, pasar itu sebenarnya gagal lah. Pemiliknya nggak mau. Akhirnya kita digugat," ujar Sofyan seperti dikutip dari detik, Selasa (28/7/2020).

Sofyan mengatakan, pada awalnya Pemerintah Pusat tidak mendapatkan laporan adanya kendala dalam pembebasan lahan. Pasalnya, permasalahan tersebut dikerjakan dan diselesaikan di tingkat daerah.

"Kami nggak tahu ada gugatan itu, sampai akhirnya mau rapat kabinet kami baru tahu ada gugatan. Kami nggak turun secara ini, semua dikerjakan di tingkat daerah," kata Sofyan.

Akhirnya, pemilik tanah memenangkan perkara gugatannya di pengadilan, dan tanah tersebut tak bisa dibebaskan. Meski demikian, Sofyan menjamin pihaknya sudah membujuk agar pemilik tanah itu mau membebaskan tanahnya.

"Alhamdulilah masalah selesai, sudah dilaporkan oleh Dirjen Pengadaan Tanah, kita sudah bisa konsinyasi, minggu depan bisa diselesaikan," ujar Sofyan.

Selain itu di tempat tersebut, Sofyan mengatakan, juga ada pasar dan pabrik pemintalan. Dia berjanji dua lokasi tersebut akan selesai satu dua minggu ke depan.

Adanya pandemi COVID-19, menurut Sofyan, juga menjadi pemicu sengketa ini terjadi. Pasalnya, saat mau membebaskan pihaknya tidak bisa mengumpulkan banyak orang menjelaskan soal pembebasan tanah.

Sofyan mengatakan pihaknya menjamin pembebasan lahan untuk proyek Tol Cisumdawu selesai akhir Oktober. Sofyan memastikan, dengan penyelesaian masalah lahan ini, proyek akan selesai sesuai target pada akhir tahun depan.

"Saya janji dengan Menteri PU, pengadaan tanah ini kita jamin akhir Oktober bisa selesai. Karena nggak banyak poin yang mesti diselesaikan, sehingga target Cisumdawu akhir 2021 insyaallah bisa dijamin," ungkap Sofyan.