INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah telah mengalokasikan anggaran vaksin Covid-19 sebesar Rp 21 triliun dalam APBN 2021. Dengan anggaran itu Pemerintah menyatakan siap untuk memproduksi 100 juta vaksin virus Corona bila sudah dinyatakan lolos uji klinis.
"Saat ini, kabarnya memang vaksin yang diproduksi Sinovac Biotech, Ltd asal China itu tengah dilakukan uji klinis tahap tiga," ucap Anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Vaksin Covid: Masalah atau Solusi?" di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta melalui keterangan yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (24/7/2020).
Terkait itu, Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat kerja (raker) dengan berbagai mitra seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan lembaga-lembaga lainnya, termasuk dengan Bio Farma soal uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19.
"Kami sebagai DPR RI tentunya dalam hal ini adalah politik anggaran, berapa pun rupiah kalau memang artinya itu untuk pro rakyat dan untuk bangsa dan negara, seperti misalnya Perppu dan sebagainya, ya kami ikuti. Sepanjang betul-betul anggaran tersebut terserap dengan baik dan tepat sasaran," ujar Intan Fauzi.
Ia menambahkan, untuk pengadaan vaksin Covid-19 ini, Kemenkes pada tahun anggaran 2021 membutuhkan anggaran sebesar Rp 21 triliun. Karena itu, hal terpenting adalah akses masyarakat.
"Pemerintah harus betul-betul siap, masyarakat mendapatkan akses untuk itu," tuturnya.
"Agar hasil uji klinis tersebut harus betul-betul sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan efisiensi antara 70-80 persen," lanjutnya.
Menurutnya proses uji klinis ini diperkirakan masih memerlukan proses yang sangat panjang.
"Namun, informasi yang saya terima adanya vaksin ini menimbulkan euforia masyarakat karena setelah sekian lama menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat sangat berharap ada vaksin yang membuat penyakit ini tertangani," pungkasnya.