BPS Luncurkan Aplikasi Permudah Akses Informasi Statistik

Oleh : Herry Barus | Jumat, 24 Juli 2020 - 08:00 WIB

 Suhariyanto Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) (dok-INDUSTRY.co.id)
Suhariyanto Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) (dok-INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Dampak perkembangan internet yang kian pesat memunculkan fenomena big data yang merangkum data dari berbagai sumber. Akibatnya muncul berbagai permasalahan, salah satunya keluhan pengguna data terkait perbedaan (dispute) antar penghasil data.

Menjawab permasalahan pelayanan publik tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mengembangkan inovasi jamBI terKINi dalam Aplikasi StatistIK (Bikin Asik) yang dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh data dan informasi statistik dengan cepat, tepat, murah, dan dapat diakses dimanapun. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan melalui Bikin Asik, masyarakat dapat mengakses data, mengunduh buku, serta memperoleh berita statistik dengan mudah.

Bikin Asik juga menyediakan forum data dimana setiap orang bisa berkonsultasi tanpa tatap muka. “Disana kita juga menjawab pertanyaan atau konsultasi kalau ada pengguna data ingin mengetahui lebih lengkap lagi mengenai bagaimana menterjemahkan data tersebut,” ujarnya saat diwawancarai tim humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) secara virtual beberapa pekan lalu.

Inovasi ini berupa aplikasi yang dapat diinstal di playstore maupun apple store. Di sisi lain inovasi itu juga membentuk cara kerja baru dalam meningkatkan kemampuan SDM penyedia data statistik sektoral. “Kita ingin membentuk sebuah sistem budaya kerja yang baru dimana konsultasi dan sebagainya bisa dilakukan lewat jari dengan menggunakan smartphone,” imbuh Suhariyanto.

Selain mempermudah masyarakat dalam mengakses data, Bikin Asik juga memiliki manfaat lainnya diantaranya mengedukasi masyarakat terkait pentingnya statistik, mempermudah pengguna dalam melakukan konsultasi statistik, menghilangkan dispute data antar penyedia data, serta menjadi wadah komunikasi melalui forum data bagi penyedia data untuk data berkualitas.

Diimplementasikan sejak tahun 2017, aplikasi ini merupakan aplikasi asli buatan sendiri putra-putri dari BPS bukan adaptasi ataupun replikasi dari inovasi lain. Namun dalam pembangunannya terdapat kendala seperti koordinasi dalam menggandeng pemerintah daerah, kementerian/lembaga untuk dapat memahami dan menyatukan semangat dalam mewujudkan satu data. “Jadi di awal-awal koordinasi itu tidak mudah karena itu kita minta dukungan dari pimpinan daerah yang paling tinggi tentunya dari bapak gubernur, jadi kalau bapak gubernurnya sudah dapat, mengintruksikan ke bawahnya mudah,” ungkap Suhariyanto.

Setelah masuk dalam jajaran Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018, kini Bikin Asik telah direplikasi baik oleh pemerintah daerah maupun pusat diantaranya yaitu Pemerintah Kabupaten Sarolangun Jambi, BPS Sumatera Selatan, BPS Jawa Timur dan BPS RI. Suhariyanto mengatakan bimbingan diberikan secara gratis bagi instansi yang meminta untuk mereplikasi inovasi Bikin Asik. Berbagai dukungan disampaikan oleh pengguna Bikin Asik untuk tetap eksis terutama di tengah pandemi Covid-19, hal tersebut dikarenakan Bikin Asik memberikan manfaat yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja oleh pengguna.

Bikin Asik juga sejalan dengan tujuan ketujuh belas dari tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) yakni kemitraan untuk mencapai tujuan. Inovasi ini menyediakan sejumlah indikator penting yang dapat mendukung pelaksanaan TPB terkait dengan perumusan kebijakan dan monitoring capaian TPB. Bikin Asik juga sejalan dengan Nawacita ke-5 yakni membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya. Inovasi ini memperbaiki tatakelola data dalam menyediakan data atau informasi statistik agar pengguna data bisa lebih mudah dan efektif dalam memanfaatkan data yang dihasilkan baik oleh BPS maupun instansi lain.

Dalam kesempatan tersebut, Suhariyanto juga menyampaikan bahwa dengan memberikan keleluasaan bagi kaum muda, dapat menumbuhkan semangat dalam berinovasi. Suhariyanto berharap inovasi Bikin Asik mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal. Untuk menarik minat masyarakat terhadap statistik, inovasi Bikin Asik tidak hanya menyajikan data tetapi juga infografis yang mudah dilihat dengan penuh warna. “Jadi harapannya kedepan akan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan teknologi ini,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Anies Baswedan

Kamis, 24 September 2020 - 18:05 WIB

Sah! Anies Resmi Perpanjang PSBB Jakarta Hingga 11 Oktober 2020

Pemprov DKI Jakarta mantap memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta hingga 11 Oktober 2020, mengingat jumlah kasus positif Covid-19 masih menanjak.

Dua Bulan Lagi Kompetisi Liga 1 dan 2 Kembali Berlangsung

Kamis, 24 September 2020 - 18:00 WIB

IPW Beda Pendapat dengan Ketum PSSI Terkait Penyelenggaraan Liga 1 dan 2

Polri diimbau agar tidak memberi ijin pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 1 dan 2. Sebab pandemi Covid 19 saat ini makin menyalak, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan banyaknya klaster…

PT Taspen (Persero)

Kamis, 24 September 2020 - 17:54 WIB

Taspen Buka 21 Lowongan Kerja Untuk Lulusan SLTA Hingga S2, Ini Posisi yang Ditawarkan

Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia yang bergerak di bidang asuransi Tabungan Hari Tua (THT) dan dana pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara, PT Taspen (Persero)…

Presiden Joko Widodo

Kamis, 24 September 2020 - 17:45 WIB

Lagi-lagi Jokowi Semprot Sejumlah Menterinya, Ada Apa?

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menterinya tidak membuat program masing-masing. Ia mengatakan, program harus dibuat berintegritas antara kementerian satu dengan kementerian lainnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kamis, 24 September 2020 - 17:30 WIB

Cegah Kluster Industri, Menperin Agus Minta Asosiasi dan Penggelola KI Pantau Aktivitas Pekerja di Luar Pabrik

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta kepada asosiasi dan pelaku industri serta pengelola kawasan industri (KI) untuk terus menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya…