INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pandemi COVID-19 membuat penerimaan mahasiswa Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) harus terhenti tahun ini. Momentum ini, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, justru bisa digunakan untuk melakukan transformasi bagi PKN STAN.
"Inilah saat yang tepat untuk STAN meredesain kembali seluruh komponenya sistem, fasilitas, kurikulum, tenaga pelajar dan lainya," kata Sri Mulyani dikutip dari akun instagramnya, Senin (20/7/2020).
Sri Mulyani berkeinginan agar STAN melakukan perubahan baik dari kurikulum hingga proses penerimaan anak didik baru. Sehingga bisa mengafirmasi setiap anak di seluruh Indonesia, baik bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu, hingga mereka yang berasal dari daerah tertinggal. Sri Mulyani mengatakan tantangan pasti akan hadir.
"Apakah kita siap? Bagaimana membuat afirmasi bagi anak-anak tidak mampu, daerah tertinggal, agar mereka bisa merasa memiliki dan tentu berharap, kompetensi mereka, ilmu, pemahaman terhadap tantangan Indonesia ke depan itu sangat penting. Itulah mengapa saya menganggap perlu perubahan luar biasa banyak," kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani berharap STAN bisa menjadi kampus yang menjunjung keberagaman, serta lulusannya dapat menjadi pembuat kebijakan yang tangguh. Untuk itu, dia menilai lulusan STAN perlu dibekali dengan ilmu yang lengkap dan sesuai dengan tantangan zaman.
"Kita sekarang masuk era digital economy, kita perlu banyak sekali anak STAN dengan peran yang luar biasa penting, yang pandai dan pintar, mereka dididik sedikit saja telah menjadi tulang punggung yang hebat baik di Kemenkeu maupun di tempat lain," ujarnya