Era New Normal pada Pencetakan Kartu Identitas

Oleh : Herry Barus | Senin, 20 Juli 2020 - 09:00 WIB

Era New Normal pada Pencetakan Kartu Identitas
Era New Normal pada Pencetakan Kartu Identitas

INDUSTRY.co.id -Jakarta- Penggunaan kartu identitas di perusahaan dan universitas telah mengalami perubahan drastis selama beberapa tahun terakhir.

”Berawal dari hanya sekedar alat identifikasi sederhana, kartu identitas karyawan kini dapat digunakan untuk membuka pintu dan mengakses sistem teknologi informasi (TI), jaringan internet bahkan data, sedangkan kartu identitas mahasiswa kini banyak digunakan untuk membeli makanan, menyewa buku di perpustakaan, pintu akses asrama, dan lain sebagainya. Sedangkan cara mencetak kartu identitas ternyata tidak banyak berubah selama dua decade terakhir. Biasanya dicetak dari sebuah atau beberapa komputer yang terhubung dengan printer di dekatnya,” ujar Hary Kartono,Director of Sales, Secure Issuance, ASEAN, HID Global, Senin (20/7/2020)

Namun kini, perusahaan-perusahaan dan universitas-universitas mulai menggunakan solusi berbasis cloud yang memungkinkan mereka mencetak kartu dari jarak jauh, mentransformasi proses pencetakan kartu identitas lewat perangkat pencetak kartu yang canggih, dengan menerapkan teknologi Internet of Trusted Things (Io TT) sehingga merubah tatanan nilai ekonomi pencetakan kartu identitas lewat moda layanan baru.

Secure Card Issuance (SI) secara umum dapat diartikan sebagai pembuatan dan pendistribusian kartu identitas yang aman dan tidak mudah dipalsukan untuk masing-masing individu.

Indonesia sendiri diprediksi akan menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara ASEAN, khususnya untuk pasar komputasi awan atau cloud computing. Pertumbuhan konsumsi perangkat dan layanan seluler serta meningkatnya permintaan layanan untuk mengatasi masalah sebelum, ketika dan setelah bencana terjadi menjadi penggerak utama pasar cloud di Indonesia.

Bencana disini bukan saja mengacu kepada bencana alam, tapi juga termasuk masalah ketika data perusahaan dicuri hacker misalnya.

Selain itu, dalam lima tahun terakhir, layanan teknologi cloud tumbuh sekitar 48 persen per tahun, lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata tahunan secara global.

“Faktor-faktor ini yang membuat kami percaya, bahwa penerapan proses mencetak kartu identitas lewat teknologi cloud hanya tinggal menunggu waktu saja,” ujar Hary Kartono lebih lanjut.

Umumnya kartu identitas didesain dan dicetak menggunakan komputer yang terkoneksi dengan printer di dekatnya. Seseorang harus benar-benar berada di depan komputer untuk mendesain kartu, menggunakan data base identitas untuk input data ke kartu, lalu mengirim file kartu ke printer.

Beberapa pemasok menambahkan perangkat lunak sehingga pengguna bisa membuat desain berbasis web, dan dalam beberapa kasus, terdapat unsur pekerjaan encoding juga.

Namun kini, ada “new normal” di bidang pencetakan kartu identitas. Saat ini teknologi cloud menyediakan semua elemen yang diperlukan untuk mencetak kartu identitas lewat sistem yang terpusat dan terintegrasi sehingga memungkinkan seluruh proses pencetakan dilakukan dari jarak jauh, mulai dari desain, proses encoding, hingga pencetakan.

Administrator di kantor pusat atau yang berada di kantor cabang yang jauh lokasinya atau berada di lokasi yang lebih terpencil, contohnya, dapat mencetak kartu baru dengan mudah, melakukan encode data, mencetak kartu pengganti, dan mengatur antrean cetak.

Semua ini dapat dilakukan di dalam satu sistem menggunakan tablet, laptop, atau perangkat apapun dengan antar muka jaringan Internet.

Cara “New normal” berbasis teknologi cloud ini meningkatkan pengalaman pengguna dengan memungkinkan pencetakan kartu secara instan di/dari banyak lokasi berbeda, daripada harus datang ke kantor pusat hanya untuk mengambil kartu identitas.

Printer kartu bisa diinstalasi di mana saja, termasuk kantor cabang dan jaringan universitas, dan identitas dapat dikirim ke salah satu printer sebut untuk dicetak.

Printer kini menjadi perangkat yang cerdas, aman, dan dapat dioperasikan dengan Internet mengadopsi mekanisme IoTT sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Solusi seperti ini sangat ideal bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.Kedua faktor, baik keamanan maupun perlindungan privasi, ditingkatkan pada model berbasis cloud.

Model ini menggunakan enkripsi menyeluruh untuk semua data penting dan sensitif baik pada saat dikirim maupun sementara disimpan, menggunakan protokol keamanan yang standarnya setara dengan perlindungan data diindustri perbankan.

Adanya mekanisme sertifikat digital menciptakan koneksi yang terpercaya antara cloud dengan konsol/perangkat pencetak, sedangkan data di dalam kartu tetap terenkripsi hingga proses cetak selesai, baru setelah itu semua informasi pribadi hilang.

Semua kunci enkripsi disimpan di perangkat keras, dan perangkat lunak firmware yang unik memastikan printer tidak bisa dibajak, dan hanya bisa berfungsi dengan perangkat lunak pencetak kartu berbasis cloud.

Konsol/perangkat pencetak juga bisa digunakan terintegrasi dengan mesin pembaca kartu, sehingga pekerjaan mencetak kartu benar-benar hanya bisa dilakukan setelah melewati sistem validasi yang telah diatur sebelumnya.

Dengan platform berbasis cloud, seluruh proses pencetakan kartu identitas dapat dilakukanmelalui model layanan yang dapat dibayar secara tahunan atau bulanan. Lalu perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan pendukungnya ditawarkan dalam format beli satu dapat semua.

Dengan demikian, pendekatan ini memangkas beberapa komponen biaya operasional sekaligus memudahkan administrator untuk memperkirakan jumlah kartu yang dibutuhkan saat ini dan di masa mendatang menimbang perkembangan teknologi ke depan atau jika jumlah kartu yang dibutuhkan berubah.

Dimanapun, usaha menekan biaya operasional sangat penting. Dengan sistem cloud, penghematan dapat mencakup biaya tahunan untuk persediaan kartu, laminasi dan pita serta biaya-biaya layanan, seperti pemeliharaan alat dan update reguler untuk perangkat keras dan perangkat lunak.

Belum menghitung biaya waktu dan gaji untuk membayar karyawan yang diperlukan untuk mencetak kartu atau memesan ulang persediaan, atau sumber daya manusia TI untuk mendukung operasional, atau penggantian peralatan secara berkala.

Tidak kalah pentingnya, administrator yang telah mengadopsi model berbasis cloud untuk mencetak kartu perusahaan mereka, tahu bahwa model tersebut kompatibel dengan teknologi kredensial yang ada saat ini dan dimasa depan, termasuk teknologi identitas seluler yang memungkinkan pengguna mengintegrasikan identitas ke dalam smartphone mereka.Solusi ini juga biasanya kompatibel dengan teknologi kartu identitas yang modern.

Sementara teknologi yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan percetakan kartu sebagian besar tidak berubah, teknologi yang tersedia bagi korporasi maupun universitas telah maju pesat, mengoptimalkan bagaimana karyawan bekerja dan membuat mahasiswa lebih mudah untuk daftar kelas online, membayar biaya kuliah, dan siap untuk hari pertama tanpa perlu mengantre secara fisik.

Saat ini, bagian penting dari mencetak dan menerbitkan kartu identitas sudah semakin maju,sehingga lebih efisien dan nyaman bagi administrator.

Sebagai “new normal”,solusi pencetakan kartu berbasis cloud ,menghemat baik waktu maupun biaya, di saat yang sama mengubah bagaimana perusahaan percetakan kartu beroperasi. (HID)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sarang burung walet (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:48 WIB

Nilai Ekspor Sarang Burung Walet Bikin Geleng-geleng Kepala

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan tren ekspor Sarang Burung Walet (SBW) memberikan kontribusi bgai devisa negara.

Rencana Pembangunan Solar Park di Indonesia Timur (foto Kemnterian ESDM)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:10 WIB

Tak Kalah dengan Portugal dan Arab Saudi, Dirjen EBTKE: Kami Akan Bangun Solar Park, Satu Hamparan Luas di Indonesia Timur yang Isinya Solar Panel Saja...

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan bahwa Pemerintah akan berencana mengembangkan taman panel surya atau surya…

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:35 WIB

PEFINDO Berikan Peringkat 'idAA-' kepada MTN Kimia Farma

PEFINDO memberikan peringkat “idAA-” kepada MTN Kimia Farma Tbk (Kimia Farma) sebesar Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2021.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:15 WIB

Warga Tolong Catat! Ini Daftar Kelompok Masyarakat yang Tak Bisa Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac

Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, Rabu (13/01/2021) lalu, ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI Joko Widodo…

Ilustrasi gas elpiji

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:04 WIB

Tolong Catat! Menteri ESDM Tetapkan Harga Patokan Elpiji 3 Kg

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 253.K/12/MEM/2020 tentang Harga Patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram. Harga…