IA-CEPA Resmi Berlaku, Ini Manfaatnya Bagi Indonesia

Oleh : Krishna Anindyo | Selasa, 07 Juli 2020 - 08:15 WIB

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Minggu (5/7), merupakan hari yang bersejarah bagi hubungan bilateral Indonesia dan Australia karena Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IACEPA) resmi berlaku.

Kerja keras kedua Pemerintah dalam proses perundingan dan ratifikasi kini terbayarkan, dan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan Indonesia sekarang mulai dapat memanfaatkan IA-CEPA. Berlakunya IA-CEPA didukung dengan diterbitkannya tiga peraturan pelaksana yaitu:

1. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 63 Tahun 2020 tentang Ketentuan Asal Barang Indonesia dan Ketentuan Penerbitan Dokumen Keterangan Asal untuk Barang Asal Indonesia dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia;

2. Peraturan Menteri Keuangan No. 81/PMK.10/2020 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam rangka Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia;

3. Peraturan Menteri Keuangan No. 82/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Berdasarkan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia.

IA-CEPA akan memberikan manfaat bagi eksportir Indonesia melalui penghapusan seluruh tarif bea masuk Australia sehingga seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia akan menikmati tarif 0 persen. Produk ekspor Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya antara lain adalah otomotif, kayu dan turunannya termasuk kayu dan furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi dan peralatan elektronik.

”Seluruh produk ekspor Indonesia ke Australia dihapuskan tarif bea masuknya. Untuk itu tarif preferensi IA-CEPA ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha Indonesia agar ekspor Indonesia meningkat,” tegas Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Senin (6/7/2020).

Begitu juga sebaliknya, karena sifat perdagangan Indonesia dan Australia yang komplementer, industri nasional juga mendapatkan manfaat berupa ketersediaan sumber bahan baku dengan harga lebih kompetitif karena tarif bea masuk 0 persen.

Industri hotel restoran dan katering, serta industri makanan dan minuman akan mendapatkan harga bahan baku yang lebih berdaya saing sehingga konsumen dapat menikmati lebih banyak varian serta harga yang lebih terjangkau.

“IA-CEPA merupakan perjanjian yang komprehensif dengan cakupan yang tidak terbatas pada perdagangan barang, namun juga mencakup perdagangan jasa, investasi dan kerja sama ekonomi. Cakupan IA-CEPA yang komprehensif akan mendorong Indonesia dan Australia menjadi mitra sejati menciptakan jejaring supply global,” ujar Mendag Agus.

IA-CEPA dibentuk dengan konsep “Economic Powerhouse” yaitu kolaborasi antara IndonesiaAustralia dengan memanfaatkan keunggulan negara masing-masing untuk menyasar pasar di kawasan atau di negara ketiga, contohnya pada industri makanan olahan berbahan dasar daging, yang didatangkan dari Australia dan diolah di Indonesia untuk tujuan Timur Tengah.

Demikian juga gandum seperti mi instan yang dengan bahan baku gandum Australia akan mendapatkan ongkos produksi yang lebih rendah sehingga dapat bersaing di pasar global. Konsep ini juga dapat diterapkan pada industri lainnya seperti industri software, perfilman, efek dan animasi, dan lainnya.

Konsep Economic Powerhouse juga didukung dengan pembukaan akses dan perlindungan investasi yang lebih baik dalam IA-CEPA, sehingga mendorong masuknya investor Australia ke Indonesia terutama di sektor-sektor yang diminati Australia seperti pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, kesehatan, industri, konstruksi, energi, pertambangan, dan pariwisata.

Di sisi lain, dengan adanya IA-CEPA, investor Indonesia juga akan lebih terlindungi dalam melakukan ekspansi usaha dengan melakukan penanaman modal di Australia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pergantian Komisaris Independen SUCOFINDO- Zainal Abidin

Kamis, 26 Mei 2022 - 00:02 WIB

Zainal Abidin Diangkat Jadi Komisaris Independen Sucofindo

Jakarta– Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT SUCOFINDO mengambil keputusan untuk mengangkat Zainal Abidin sebagai Komisaris Independen PT SUCOFINDO menggantikan Achmad Sudrajat,…

Woo Yeul Lee sebagai Direktur Utama KB Bukopin

Rabu, 25 Mei 2022 - 22:22 WIB

Woo Yeul Lee Ditetapkan Direktur Utama KB Bukopin yang Baru

PT Bank KB Bukopin Tbk menetapkan Woo Yeul Lee sebagai Direktur Utama KB Bukopin yang baru.

Ilustrasi Avarta

Rabu, 25 Mei 2022 - 21:18 WIB

Mengenal Avarta, Wallet Crypto Aman dengan Biometrik

Salah satu aspek penting menjaga keamanan aset adalah melakukan otentikasi, dengan begitu para pencuri akan kesulitan mencuri aset dan investor bisa lebih waspada dengan aset yang mereka miliki.

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemprov DKI Jakarta Gandeng Pemkab Sleman Kembangkan Budidaya Padi Gunakan Pupuk Organik ExtraGEN

Rabu, 25 Mei 2022 - 20:31 WIB

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemprov DKI Jakarta Gandeng Pemkab Sleman Kembangkan Budidaya Padi Gunakan Pupuk Organik ExtraGEN

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang Jaya melakukan kegiatan perjanjian kerjasama budidaya padi dengan petani di Kabupaten Sleman melalui PT…

Evie Yulin Presiden Direktur PT Merck Tbk

Rabu, 25 Mei 2022 - 20:04 WIB

81% Laba Bersih 2021 Merck Didistribusikan Sebagai Dividen Tunai

Para pemegang saham PT Merck Tbk (MERK), perusahaan sains dan teknologi terkemuka, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (25/05/2022), menyetujui…