Kementan Fokus Kawal Gerdal Wilayah Endemis Tikus Di Subang

Oleh : Wiyanto | Senin, 06 Juli 2020 - 22:05 WIB

Petani di Subang panen padi (Doc: Kementan)
Petani di Subang panen padi (Doc: Kementan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya agar budidaya padi berhasil dipanen dengan produksi tinggi. Salah satu kendala yang dihadapkan petani adalah hama tikus, sehingga Kementan fokus mengawal Gerakan Pengendalian (Gardal) wilayah endemis tikus, yakni Kabupaten Subang.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Enie Taruslina mengatakan tikus merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utama yang menyebabkan kerusakan pada tanaman padi dan kehilangan hasil yang diakibatkan OPT tersebut cukup tinggi. Salah satu wilayah yang selalu mengalami permasalahan tikus adalah Desa Pusakajaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang.

Lebih lanjut Enie menjelaskan pengendalian hayati yang memanfaatkan burung hantu dilakukan dengan pembuatan Rubuha. Rubuha sebagai tempat tinggal burung hantu dan membawa mangsanya. Rubuha harus kuat dan tidak mudah roboh, tiang harus terbuat dari beton dengan pondasi cakar ayam sehingga tidak mudah roboh di tanah persawahan yang lembek.

“Tinggi Rubuha sekitar 4 meter dari permukaan tanah untuk memudahkan burung hantu mengintai buruannya dan efektif membawa hasil buruannya,” demikian jelas Enie saat mengunjungi lokasi panen padi di Desa Pusakajaya bersama Staf Khusus Menteri Pertanian Firdaus Hasan, Senin (6/7/2020). Hadir dalam acara panen tersebut Korsatpel Wilayah 2 Subang, Koordinator Wilayah Endemis Tikus Subang Jadi Sasaran Pengawalan Kementan

“Rubuha ini efektif, tidak memerlukan biaya besar, mudah dilakukan dan ramah lingkungan. Dengan pendampingan Tim kami, akhirnya kelompok tani tersebut berhasil panen. Semua berkat kerjasama yang baik antara petani, dinas, petugas setempat dan juga tim POPT,” sambung Enie.

Yadi Kusmayadi, salah seorang petugas pengamat OPT dan tim telah turun ke lapangan sejak awal serangan tikus di daerah tersebut. Ia menagatakan dalam mengatasi permasalahan tikus tersebut, maka dilaksanakan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan melakukan kegiatan Pengelolaan Ekosistem Sawah di Daerah Endemis Tikus. Keberhasilan kegiatan ini untuk pengendalian tikus di kelompok tani ditandai dengan panen yang berhasil. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan penelitian tentang pengelolaan tikus oleh Tim.

“Kita telah melakukan berbagai upaya pengendalian tikus antara lain melakukan gerakan pengendalian dengan gropyokan, emposan, pemasangan Trap Barrier System (TBS) dan Linear Trap Barrier System (LTBS) serta pembuatan rubuha dengan teknologi pegendalian hayati menggunakan burung hantu. Kita lakukan pendampingan hingga panen,”ucap Yadi.

Bahagia tampak dari petani yang berhasil panen setelah beberapa kali hasil panennya tidak memuaskan bahkan gagal akibat serangan tikus.

“Musim ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan BBPOPT yang telah memberikan bantuan benih dan juga pendampingan sehingga berhasil panen. Mudah-mudahan musim tanam berikutnya ada bantuan dari pemerintah, kami dari Desa Pusakajaya sebanyak tujuh kelompok siap dengan tangan terbuka menerimanya, mudah-mudahan Allah meridhoi, terima kasih,” tutup salah satu petani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan Kementan melalui BBPOPT Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus berupaya mengendalikan hama tikus yang menyerang pertanaman padi. Petugas pengendali OPT memberikan bimbingan tentang upaya pengendalian tikus kepada petani, sehingga komitmen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menjadi ketersediaan beras benar-benar terwujud.

"Kunci keberhasilan pengendalian tikus ini adalah bagaimana cara menggerakkan kekompakan para petani. Kalau dilakukan sendiri-sendiri sama saja hasilnya karena jangkauan habitat tikus ini cukup luas, maka dari itu penting untuk melakukan gerakan pengendalian secara bersama-sama," ujar Suwandi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) (Photo by RRI)

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Legislator Ini Desak Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Belmera: Jangan Tambahin Beban Baru, Rakyat Lagi Susah

Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu mendesak Pemerintah untuk menunda kenaikan tarif tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

Tilang oleh Polisi Lalulintas

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:28 WIB

Catat! Kena Tilang Ganjil Genap di Denda Rp500 Ribu, Pelanggar: Saya Gak Tahu Jalan dari Bandung ke Jakarta, Padahal Udah Liat Google Maps

Wakil Kasat Lantas Polrestro Jaktim Kompol Maulana mengatakan di hari pertama sanksi tilang terhadap pelanggar ketentuan ganjil-genap di Jakarta Timur didominasi oleh pengendara dari luar wilayah…

PT Sumber Global Energy Tbk

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:10 WIB

PT Sumber Global Energy Tbk Raih Rp54 Miliar Dana IPO

PT Sumber Global Energy Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat ke-35 sepanjang 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan perolehan dana IPO sebesar Rp54 miliar.

 PT Pegadaian (Persero)

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:02 WIB

Webinar Emas Merdeka Pegadaian Sukes Sedot 19.000 Peserta

Webinar yang bertajuk “Merdeka Finansial di Era New Normal” ini diadakan serentak di seluruh Indonesia dengan menghadirkan 12 Senior Vice President PT Pegadaian (Persero) dan 8 (delapan)…

Ilustrasi Investasi di Jakarta Selatan

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:02 WIB

Catat! Ini Fakta-fakta Jakarta Selatan Makin Seksi untuk Investasi

Realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan wilayah kota administrasi, paling tinggi berada di Jakarta Selatan dengan total realisasi investasi sebesar Rp13,5 triliun.