INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dokter Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional mengatakan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut tantangan program imunisasi dalam masa pandemi COVID-19 berpotensi menimbulkan wabah ganda (double outbreak), merebaknya COVID-19 dan penyakit menular lainnya.
"Oleh karenanya, imunisasi kepada anak ditekankan tetap penting diberikan meski di tengah pandemi dengan catatan protokol kesehatan tetap diutamakan," ujar Dokter Reisa di Jakarta Selasa sore (30/6).
Untuk itu, Reisa menyatakan melalui imunisasi, anak-anak terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya.
Adapun prinsip dalam melaksanakan program imunisasi pada masa pandemi covid-19 ialah:
Pertama, imunisasi dasar dan lanjutan tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I.
Kedua, secara operasional, pelayanan imunisasi baik di posyandu, puskesmas, puskesmas keliling maupun fasilitas kesehatan lain yang memberikan layanan imunisasi mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat.
Ketiga, kegiatan surveilans PD3I harus dioptimalkan termasuk pelaporannya.
"Keempat, menerapkan prinsip ppi dan menjaga jarak aman 1 – 2 meter," lanjutnya.
Dokter Reisa juga menekankan ruangan imunisasi di puskesmas atau fasilitas kesehatan lain harus cukup luas dan sirkulasi udaranya baik serta berdekatan atau terpisah dari poli pelayanan anak atau dewasa sakit.
"Ruang atau tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani bayi dan anak sehat," katanya.
Ketentuan kedua yakni memastikan ruang atau tempat rutin dibersihkan dengan cairan disinfektan dan tersedia fasilitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.
"Lalu, atur meja pelayanan antar petugas dan orang tua agar jarak aman satu hingga dua meter," ujar dr. Reisa.
Kemudian, jalur keluar dan masuk diatur berbeda dan sediakan tempat duduk bagi sasaran imunisasi dan orang tua dan pengantar untuk menunggu.
Penyediaan tempat duduk di ruang terbuka, untuk menunggu sebelum dan sesudah imunisasi juga diperlukan. Lalu penentuan jadwal hari dan jam pelayanan imunisasi.
"Ini bertujuan untuk memberikan layanan secara efektif dan informasi jumlah sasaran yang akan dilayani," jelasnya.
Hal terpenting yang tak kalah penting yaitu prosedur petugas medis dengan dilengkapi alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan.
"Ini penting, mengingat dunia tanpa satu vaksin saja dapat melumpuhkan aktivitas miliaran penduduk dunia," ujarnya.
Reisa juga mengajak masyarakat untuk melakukan lima langkah penting, yakni:
(1) bawa anak ke puskesmas, posyandu untuk imunisasi
(2) disiplin terapkan protokol kesehatan selama di fasilitas kesehatan
(3) imunisasi melindungi anak dari ancaman berbagai penyakit berbahaya dan imunisasi adalah cara teraman dan ter-efektif.
Melindungi anak sama dengan melindungi diri kita, keluarga dan masyarakat dari ancaman penyakit menular
(4) segera imunisasi, pastikan imunisasi lengkap sesuai panduan panduan
(5) lindungi diri dan lindungi orang lain.