Sri Mulyani Dilema Usai Jokowi Marah-marah, Ada Apa?

Oleh : Ridwan | Selasa, 30 Juni 2020 - 09:05 WIB

Sri Mulyani
Sri Mulyani

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan ihwal faktor penyebab lambatnya realisasi anggaran kesehatan untuk penanganan dampak virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya, sistem birokrasi di Indonesia menuntut para birokrat, untuk tidak sembarangan dalam mengeksekusi anggaran.

"Biasanya yang berniat baik paling khawatir, kalau memang niat maling tetap saja kerja keras, kalau baik sangat hati-hati dan menjadi dilema kami," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, (29/6/2020).

Dia mengatakan lambatnya proses tersebut menjadi alasan Presiden Joko Widodo atau Jokowi geram. Kegeraman itu, kata dia, adalah untuk meyakinkan jajarannnya berani mengambil sikap tegas dan cepat di tengah masa krisis seperti saat ini.

Hal itu juga, menurutnya yang menjadi dasar Jokowi menerbitkan aturan yang mendukung kementerian atau lembaga agar yakin bertindak tegas dan cepat. Seperti contohnya, kata dia, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 dan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020.

"Presiden ingin saat krisis lakukan langkah-langkah beyond, agar tidak jadi masalah akuntabilitas itu trade off-nya, maka apa aturan apa yang bisa distrech pokoknya kami tidak ada dana ke-pending," ujarnya.

Jokowi, kata dia, juga selalu melibatkan BPKP, Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Kepolisian, hingga Kejaksaan Agung untuk meyakinkan jajaran bahaa proses penganggaran sesuai kaidah hukum.

Adapun dia mengatakan anggaran pemulihan ekonomi nasional untuk sektor kesehatan baru terserap sebesar 4,68 persen dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 87,5 triliun.

Sedangkan serapan anggaran PEN untuk perlindungan sosial sudah mencapai 34,06 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp 203 triliun. Untuk insentif dunia usaha, kata dia, alokasi yang disiapkan sebesar Rp 120,6 triliun atau baru terserap 10,14 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Cukai Rokok (ilustrasi)

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:48 WIB

Penyederhanaan Struktur Cukai Rokok Buka Peluang Emiten Rokok Raksasa Makin Cuan

Disinyalir, penyederhanaan layer cukai akan membuat pabrikan golongan II untuk naik tingkat dan membayar cukai yang sama besarnya dengan para pendahulu, antara lain emiten HM Sampoerna (HMSP).

foto pasar Kalideres/ sumber: harian umum

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:37 WIB

Penghasilan Sangat Berat! Forum Pedagang Pasar Kalideres Minta Tempat Penjualan yang Layak

Jakarta-Di tengah masa sulit akibat dampak pandemi Covid 19 juga berdampak buruk bagi para pedagang yang sebagian besar adalah pedagang kecil, Forum Pedagang Pasar Kalideres meminta pengelola…

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:36 WIB

Muhammadiyah 'Jewer' Nadiem Soal Zona Kuning

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menengah mengizinkan zona kuning untuk belajar tatap muka mendapat cibiran dari PP Muhammadiyah.

Ilustrasi Pengelolaan Hutan (Photo by Republika)

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:30 WIB

Tumpang Tindih Pengelolaan Hutan Jadi Pemicu Bencana Jangka Panjang

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengingatkan kepada pemerintah akan pentingnya pengelolaan perhutanan sosial yang memiliki kekuatan strategis mulai dari sosial, budaya, ekonomi,…

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. Foto : Arief/Man

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:05 WIB

DPR Ini Berharap Ekonomi Indonesia Jangan Sampai Masuk Jurang Resesi

Berdasarkan data yang dirilis BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II Tahun 2020 mengalami kontraksi atau -5,32 persen dibandingkan triwulan II-2019.