INDUSTRY.co.id - Jakarta — PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat penurunan laba bersih sepanjang kuartal I-2020 sebesar 94,03% menjadi Rp42,696 miliar dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya mencapai Rp716,243 miliar.
Salah satu penyebabnya adalah melemahnya pendapatan usaha lebih dari dua kali lipat atau menjadi Rp4,17 triliun per akhir Maret tahun ini dibandingkan kurun waktu serupa tahun lalu dibukukan sebesar Rp8,68 triliun.
Direktur Utama Destiawan Soewardjono menyatakan, perseroan mencatatkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp2,81 triliun pada laporan keuangan per 31 Maret 2020.
Capaian ini didukung adanya penerimaan pembayaran beberapa proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey antara lain proyek tol Jakarta – Cikampek Elevated II senilai Rp5,97 triliun dan sebagian piutang LRT Palembang senilai Rp325 Miliar.
“Kami masih menargetkan tambahan kas masuk dari proyek turnkey sekitar Rp4 – 5 Triliun hingga akhir tahun ini. Menjaga arus kas dan kemampuan likuiditas merupakan salah satu prioritas utama kami, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.” kata Destiawan lewat keteranganya yang dikutip, Senin (29/6/2020).
Adapun, total aset WSKT mencapai Rp116,37 triliun dan ekuitas Rp27,27 triliun. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, WSKT telah memperoleh kontrak baru Rp3,18 triliun yang ditopang oleh proyek infrastruktur sebesar 61% dan sisanya berasal dari proyek gedung sebesar 21% dan proyek sipil lainnya.
Dengan adanya tambahan nilai kontrak baru tersebut, total kontrak dalam pengerjaan WSKT adalah sebesar Rp54,37 triliun. Beberapa proyek yang diperoleh WSKT selama kuartal I antara lain jalan tol Pasuruan – Probolinggo seksi 4, gedung UIN Jambi, dan jaringan gas Tarakan.
“Kedepannya manajemen akan fokus untuk memperkuat jangkauan WSKT di pasar eksternal dengan memaksimalkan core competencies kami di jasa konstruksi. Kami menargetkan untuk dapat memperoleh lebih banyak proyek dari segmen pemerintah, BUMN, dan juga swasta. Kami juga akan melakukan penetrasi pasar luar negeri, dimana saat ini kami sedang mengikuti sejumlah tender proyek di Asia Tenggara,” ungkapnya.
Pada tahun ini, WSKT juga merencanakan pelepasan beberapa ruas tol, termasuk tol yang termasuk dalam bagian Trans Jawa. WSKT akan menggunakan skema pelepasan langsung serta melalui instrument ekuitas. “Saat ini, ada beberapa proses transaksi divestasi yang sedang berjalan, investor sedang melakukan due diligence atas tol kami,” tutupnya.