Mewujudkan Kepastian Baru dengan Protokol Kesehatan

Oleh : Bambang Soesatyo | Rabu, 24 Juni 2020 - 15:45 WIB

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)
Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - PROTOKOL kesehatan patut dipahami sebagai upaya bersama mewujudkan kepastian baru. Sebab, dengan kepatuhan mutlak pada protokol kesehatan di era pola hidup baru (new normal), menjadi landasan atau jalan keluar bersama dari resesi ekonomi. Sebaliknya, ketidakpatuhan pada protokol kesehatan hanya berujung pada ketidakpastian yang berkepanjangan.

Ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 sekarang ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi global negatif. Semua negara, termasuk Indonesia, merasakan langsung ekses dari ketidakpastian itu. 

Demikian dahsyatnya ekses itu, sehingga tidak kurang 100 negara telah mengajukan bantuan darurat kepada Dana Moneter Internasioanl (IMF). Bahkan, IMF menggambarkan perekonomian global 2020 sebagai krisis terburuk sejak Great Depression dekade 30-an, karena nyata-nyata berada di jalur kontraksi yang signifikan. 

Bank dunia pun memperkirakan ekonomi global tahun ini tumbuh minus 5,2%. Pemulihan dalam skala global akan memakan waktu yang lama, karena dibayangi gelombang kedua penularan Covid-19.

Karena itu, banyak negara mulai mencoba upaya pemulihan dengan pendekatan pola hidup baru yang diatur dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Indonesia pun tengah bersiap menerapkan pola hidup baru itu. 

Sayangnya, ditengah persiapan itu, masyarakat dihadapkan pada fakta dan data tentang lonjakan jumlah pasien Covid-19 yang cukup signifikan sepanjang Juni 2020. Lonjakan jumlah pasien terjadi karena sebagian masyarakat tidak peduli lagi akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Harus dibangun kesadaran bersama bahwa  protokol kesehatan merupakan sebuah inisiatif berani dari upaya dan langkah semua orang mewujudkan kepastian baru di tengah periode pandemi Covid-19 yang telah merusak segala-galanya. Karenanya, upaya mewujudkan kepastian baru menjadi kehendak semua orang. Keharusan mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan mutlak membutuhkan partisipasi semua elemen masyarakat. 

Patut untuk dicatat bersama bahwa kepatuhan mutlak pada protokol kesehatan itu bisa mewujudkan target ganda. Pertama, memutus rantai penularan covid-19 itu sendiri.Kedua, menjadi upaya bersama mengakhiri ketidakpastian yang ditimbulkan oleh wabah virus corona. 

Ketidakpastian sekarang harus dibayar dengan sangat mahal karena semua komunitas, global maupun lokal, harus bersepakat membiarkan perekonomian terperangkap resesi. Dan, sebagaimana sudah dirasakan oleh semua orang, resesi ekonomi karena ketidakpastian sekarang ini bahkan menyulitkan semua orang untuk berbicara atau merencanakan masa depan. Inisiatif apa pun menjadi sangat sulit, karena wabah corona masih mengancam untuk jangka waktu yang belum bisa dihitung. Sementara vaksin penangkal Covid-19 belum juga bisa dihadirkan.

Banyak negara melakukan penguncian (lockdown), sementara Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di banyak wilayah. Terutama wilayah yang masuk kategori pusat pertumbuhan seperti kota-kota di pulau Jawa.  

Jelas bahwa baik penguncian atau PSBB punya konsekuensi. Paling utama adalah hampir semua lini kegiatan ekonomi  disepakati untuk dihentikan sementara. Kesepakatan seperti itu harus diterima dan dimengerti, karena bertujuan meminimalisir jumlah orang yang terinfeksi Covid-19. Sekaligus meminimalisir potensi kematian massal, mengingat industri farmasi belum menemukan racikan vaksin yang tepat untuk menyembuhkan mereka yang terinfeksi.  

Ketika durasi pandemi global covid-19 belum bisa dihitung, pertanyaan yang selalu muncul di benak semua orang adalah mau berapa lama penguncian atau PSBB diberlakukan? Semakin lama penguncian atau PSBB diberlakukan, berarti semakin lama pula pabrik-pabrik tidak berproduksi, pengerjaan proyek-proyek belum bisa dilanjutkan, pusat belanja atau mal tutup, destinasi wisata belum bisa dibuka, maskapai penerbangan tidak operasional, dan akan semakin banyak orang yang kehilangan pekerjaan serta sumber penghasilan. 

Dalam skala lebih besar, gambarannya adalah ekonomi yang tumbuh negatif, karena baik konsumsi masyarakat, ekspor dan investasi praktis tidak kontributif bagi pertumbuhan itu sendiri. Ketika ekonomi tumbuh negatif dalam dua atau tiga kuartal berturut-turut, itulah resesi.

Membalik Keadaan

Sejumlah negara yang dikenal sebagai kekuatan utama ekonomi dunia telah tumbuh negatif pada kuartal pertama 2020. Hampir dapat dipastikan bahwa negara-negara itu, seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok dan Uni Eropa, juga masih akan tumbuh negatif pada kuartal II 2020. 

Indonesia masih bisa tumbuh positif, 2,97 persen per kuartal pertama. Tetapi diperkirakan tumbuh negatif 3,1 persen di kuartal II 2020, karena sejumlah pusat pertumbuhan mulai menerapkan PSBB sejak pekan kedua April 2020.

Semua orang akhirnya harus sampai pada satu kesimpulan bahwa badai pandemi Covid-19 bisa menjadi perangkap yang mengancam kehidupan. Praktis dalam enam bulan terakhir, hampir semua orang di berbagai belahan bumi harus menjalani hidup dengan rasa takut. 

Semua yang sebelumnya bagus atau indah, kini hilang atau berubah menjadi buruk. Bahkan semua orang nyaris tidak produktif. Karena ketidakpastian yang durasinya belum bisa dihitung, banyak orang menjadi ragu atau takut berinisiatif. 

Situasi seperti sekarang tentu saja tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus ada keberanian dan upaya untuk membalik keadaan atau ketidakpastian itu. Karenanya, lahirlah gagasan atau inisiatif new normal atau pola hidup baru. 

Secara sederhana, new normal bisa dipahami sebagai menerapkan pola hidup baru yang sedikit berbeda dengan pola hidup sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Beda pola hidup itu kemudian diatur dengan protokol kesehatan di semua ruang publik. Misalnya menghindari jabat tangan dan berpelukan, selalu menjaga jarak, menggunakan masker, rajin cuci tangan dari air yang mengalir, hingga tidak berkerumun.  

Ketika kurva jumlah pasien Covid-19 menurun sepanjang era pola hidup baru, penurunan itu otomatis menjadi benih kepastian baru. Di mata investor atau pelaku pasar, citra Indonesia pun positif, sehingga ada keberanian untuk memulai lagi semua kegiatan produksi di pabrik. Para pebisnis tidak takut untuk berinisiatif. Kendati ekspor masih akan sulit tumbuh, pemulihan kegiatan ekonomi di dalam negeri akan menggerakan permintaan atau konsumsi masyarakat. 

Protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 hendaknya dipahami sebagai upaya bersama mewujudkan kepastian baru. Sebab, dengan menerapkan protokol kesehatan sepanjang era pola hidup baru, kepatuhan mutlak itu menjadi landasan bagi terwujudnya kepastian baru. Sehingga tersedia jalan keluar dari resesi ekonomi. 

Sebaliknya, ketidakpatuhan pada protokol kesehatan hanya akan mengakibatkan durasi ketidakpastian sekarang ini menjadi berkepajangan. Ketidakpastian akan menyulitkan upaya pemulihan ekonomi. Marilah kita semua patuh dan menerapkan protokol kesehatan

Bambang Soesatyo:Ketua MPR RI

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Webinar bertema Kiat Tetap Positif, Sehat, dan Semangat Menghadapi Pandemi bersama Dr. Farhan Zubedi & Chef Rebecca Suwignyo,

Jumat, 06 Agustus 2021 - 00:49 WIB

Konsumsi Tempe dan Kelola Pikiran Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh

PT Kobe Boga Utama lewat aksi peduli bertajuk Stay Well Stay Strong, melakukan beberapa rangkaian acara guna memberikan support kepada masyarakat dalam menghadapi wabah ini serta memotivasi…

Gedung Antam

Kamis, 05 Agustus 2021 - 22:49 WIB

Petinggi Antam Diperiksa Kejagung

Kejaksaan Agung Republik Indonesia akhirnya mengikuti berbagai desakan Komisi Hukum DPR RI untuk mengungkap skandal penyelundupan imporemas batangan yang dilakukan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.…

irektur Utama BTN, Haru Koesmahargyo/swa

Kamis, 05 Agustus 2021 - 21:08 WIB

CEO BTN, Haru Koesmahargyo: Stimulus Pemerintah Genjot Sektor Perumahan

Jakarta– CEO BTN Haru Koesmahargyo PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyebut, faktor pendorong pertumbuhan perumahan saat ini adalah stimulus-stimulus yang diberikan pemerintah ke sektor…

Gubernur Anies dan Relawan Kesehatan

Kamis, 05 Agustus 2021 - 20:30 WIB

Gubernur Anies Lepas Pulang Relawan Kesehatan: Terimakasih Ibu/Bapak Telah Tulus Berjuang Menangani Pasien Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari ini turut melepas Relawan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Ekstensi Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede yang berasal dari RS Vertikal Kementerian Kesehatan…

Ilustrasi Pekerja Pabrik Tekstil Pan Brothers

Kamis, 05 Agustus 2021 - 20:07 WIB

Kembali Diguguat, Pan Brothers Bakal 'Mati-matian' Lawan Maybank

PT Bank Maybank Indonesia Tbk kembali menggugat PT Pan Brothers Tbk ke ranah hukum. Setelah pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ditolak, kali ini perusahaan mengajukan permohonan…