INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Utama PT Kratau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim melepas seluruh kepemilikan saham miliknya sebanyak 5,4 juta saham atau mewakili 0,028% saham KRAS.
Hal tersebut tercatat dalam Keterbukaan Informasi di BEI, Pemegang Saham Tertentu Bursa Efek Indonesia(BEI) pada Senin (22/6).
Merespon aksi tersebut, Analis pasar modal dari LBP Institute Lucky Bayu menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Silmy murni Aksi jual beli saham untuk likuiditas perusahaan dan jauh dari konflik.
Hal ini merupakan murni keperluan pribadi. Namun tak hanya KRAS, Silmy menurutnya juga melepas seluruh koleksi saham yang dimilikinya.
“Langkah yang dilakukan Direktur Utama PT Krakatau Steel merupakan hal yang normal untuk menjual sah kepemilikan terlebih, penjualan saham ini dilakukan dalam angka yang sama dikisaran Rp290 per-lembar saham sehingga sangat jauh jika adanya konflik internal perushaaan,” jelasnya.
Selain itu, sebutnya, dengan adanya penjualan ini, perusahaan dapat melakukan utilisasi dari kepemilikan saham yang baru.
“Diharapkan dengan adanya penjualan saham ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan,” jelas Lucky Bayu.
Sementara itu, Silmy Karim mengakui melakukan penjualan saham perusahaan yang dipimpinnya ini karena sedang membutuhkan dana segar.
"Alasannya itu. Kalau ada keperluan kan berarti harus ada yang dijual, kalau ada yang dijual kan cari yang gampang dijual kan. Ada pilihannya banyak Fixed asset atau yang mudah dijual kan saham, ya sudah jual saham dan yang dijual bukan hanya saham KRAS kok, saham yang lain juga saya jual," kata Silmy di DPR, Senin (22/6).
Ia menyebutkan penjualan tersebut berkaitan dengan urusan pribadinya, sehingga tak ada hubungannya dengan bisnis Krakatau Steel.
"Sebenarnya antara faktor saya dengan faktor fundamental bisnis kan beda. Kalau saya urusan pribadi, kalau fundamental urusan korporasi organisasinya," tegas dia.(sumber IDX, BEI, CNBCIndonesia)