Simak! Sri Mulyani Blak-blakan Soal Posisi Utang Indonesia

Oleh : Ridwan | Kamis, 18 Juni 2020 - 16:30 WIB

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)
Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, secara umum peningkatan posisi utang Pemerintah Pusat disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan akibat pandemi Covid-19 yang melonjak drastis. 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pada akhir Mei 2020 mencapai Rp5.258,57 triliun. Posisi utang mengalami kenaikan sebesar Rp86,09 triliun dibandingkan dengan posisi pada akhir April sebesar Rp5.172,48 triliun. 

Dilansir dari data APBN KiTa, rasio utang pemerintah meningkat jadi 32,09% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini masih jauh dari batas aman yang diperbolehkan dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara, yaitu maksimal 60% dari PDB.

"Masalah kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi nasional menjadi prioritas negara, sehingga untuk mendukung kebijakan penanganan pandemi, Pemerintah menutupi kekurangan penerimaan negara melalui pembiayaan," kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Sebagai informasi komposisi utang pada Mei 2020 terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp4.442,90 triliun atau 84,49% dari total utang. Selain itu ada pinjaman sebesar Rp815,66 triliun atau 15,51% dari keseluruhan utang pemerintah sampai dengan akhir Mei 2020.

Pinjaman pemerintah terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp9,94 triliun. Sementara itu pinjaman luar negeri tercatat sebesar Rp805,72 triliun yang terdiri dari pinjaman bilateral sebesar Rp316,68 triliun, multilateral Rp449,69 triliun, serta commercial bank Rp42,35 triliun.

Adapun untuk SBN terdiri dari dominasi valuta asing Rp1.194,67 triliun yang terdiri Surat Utang Negara (SUN) Rp970,73 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp223,94 triliun. Untuk dominasi rupiah sebesar Rp3.248,23 triliun terdiri SUN Rp2.650,69 triliun dan SBSN Rp597,54 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Enam serikat buruh konsisten dalam tim RUU Cipta Kerja

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:50 WIB

Enam Serikat Buruh Tegaskan Tetap Konsisten Dalam Tim Pembahasan RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

Enam serikat pekerja/serikat buruh menyatakan tetap konsisten tergabung dalam tim pembahasn klaster ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja yang dibentuk dari unsur pemerintah, unsur pengusaha, dan…

Tenaga Medis Memeriksa Sampel darah Pasien

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:17 WIB

Terus Bertambah! Yurianto: 80.094 Orang Positif COVID-19, Sembuh 39.050, Meninggal 3.797

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Rabu (15/7) totalnya menjadi¬†80.094…

Ilustrasi lahan pertanian kekeringan (Foto Ist)

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:00 WIB

Waspada Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Kekeringan Meteorologis

Berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga 2 (dua) dasarian ke…

Menkeu Sri Mulyani

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:20 WIB

Pesan Haru Menkeu Ke Karyawan DJP: Kita Jadi Tulang Punggung Negara Wajib Kerja Keras, Tapi Tetap Hati-hati, Sayangi Keluarga Anda, Jaga Mereka

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasii pandemi COVID-19 masih menimbulkan kekhawatiran angka penularan yang tinggi. Namun, sebagai salah satu institusi yang…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (dok INDUSTRY.CO.ID)

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:10 WIB

Ditengah Pandemi, Menperin AGK Tegaskan Pemerintah Tetap Fokus Implementasikan Industri 4.0

Indonesia telah menyatakan kesiapan sektor manufaktur untuk bertransformasi ke arah era industri 4.0. Hal ini dibuktikan melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 sejak tahun 2018,…