INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengizinkan mal kembali buka mulai, Senin (15/6/2020) pada fase pertama masa transisi.

Advertisement

Hal tersebut menjadi salah satu pemicu nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan pagi ini, Senin (15/6/2020). Namun meski menguat, mata uang Indonesia ini masih berada di level Rp14.000-an per USD. 

Dilansir dari laman IDX, pada perdagangan spot exchange menguat 80,5 poin atau 0,57% ke level Rp14.052 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.052 ke Rp14.059 per USD. 

Advertisement

Sementara itu, Yahoo Finance mencatat Rupiah bergerak ke Rp14.009 per USD. Dalam pergerakannya, Rupiah berada di level Rp14.009-Rp14.009 per USD.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) update perkembangan nilai tukar Rupiah pada 8-12 Juni 2020. Data ini mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19.

Advertisement

Adapun faktor pendorong penguatan rupiah yakni dengan adanya penerapan PSBB transisi dan pembukaan sejumlah mal yang dianggap dapat menggerakkan perekonomian sehingga menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah.

Untuk perkembangan nilai tukar pada 8-11 Juni 2020, Rupiah ditutup pada level Rp13.950 per dolar Amerika Serikat (USD). Dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun naik ke 7,16%.

Advertisement

Sedangkan pergerakan Dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya seperti Euro hingga Yen melemah ke level 96,73. Untuk yield US Treasury (UST) atau surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun, turun ke level 0,669%. 

Kemudian, perkembangan nilai tukar pada 12 Juni, Rupiah dibuka pada level Rp14.000 per USD. Yield SBN 10 tahun stabil di 7,30%.