INDUSTRY.co.id - Jakarta-Secara teknikal IHSG mengarah kelevel support moving average 20 hari yang berada dikisaran 4734. Indikator stochastic dan RSI memberikan signal yang masih negatif dengan pola konfirmasi golden-cross serta bearish reversal momentum. Secara momentum IHSG masih berpotensi melemah hingga pengujian support tergambar pada Indikator MACD yang bergerak divergen negati pada histogram.

"Sehingga kami perkirakan IHSG kembali tertekan dipergerakan akhir pekan dengan support resistance 4734-4892," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jum'at (12/6/2020).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AKRA, AMRT, BNLI, BRPT, CPIN, HMSP, INTP, ITMG, RALS, TLKM, TPIA.

Kemarin, IHSG (-1.34%) turun 65.93 poin kelevel 4857.75 dengan saham-saham sektor aneka industri (-2.09%) dan keuangan (-1.99%) menjadi kontributor utama pelemahan IHSG. Saham BBNI (-6.86%), BBTN (-5.96%) dan BMRI (-4.58%) masih menjadi penekan disaat spekulasi akuisisi bank Bukopin naik kepermukaan setelah rencana pemerintah yang akan mengakuisisi bank bermasalah melalui bank BUMN besar. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar 247.95 Miliar rupiah dengan saham TLKM, BBNI dan UNVR menjadi top net sell value.

Bursa Eropa terjun mengikuti bursa Asia yang ditutup mayoritas melemah. Indeks Eurostoxx (-2.92%), FTSE (-2.65%), DAX (-2.91%) dan CAC40 (-3.09%) turun lebih dari dua persen diawal sesi perdagangan. Sektor perbankan dan infrastruktur membebani pergerakan mayoritas indeks Eropa. ekuitas seperti cooling down setelah mengalamai penguatan signifikan dari posisi terendah dan kali ini pertimbangan investor mengenai pemulihan ekonomi yang diperkirakan lebih lambat dari ekspektasi menjadi alasan utama melakukan aksi ambil untung. Di Eropa para menteri keuangan kawasan Euro bertemu pada hari ini untuk membahas paket pemulihan Uni Eropa.