INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pergerakan IHSG secara teknikal break out support MA5 dengan potensi bergerak kembali melemah. Indikator Stochastic mengkonfirmasi pola dead-cross dengan indikator RSI membentuk pola bearish reversal momentum memberikan signal pelemahan lanjutan cukup kuat.

"Sehingga kami perkirakan IHSG masih akan bergerak melemah pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 4840-4978," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Saham-saham yang mulai dapat dicermati secara teknikal diantaranya; HMSP, KLBF, TLKM, ITMG, INTP, CPIN.

Sebelumnya, IHSG (-2.27%) terkoreksi 114.37 poin ke level 4920.68 seiring dengan aksi profit taking investor setelah sebelumnya mengalami penguatan signifikan. Secara sectoral, saham sektor pertanian (-3.51%) dan property (-3.32%) menjadi penekan perdagangan hari ini. Sementara saham-saham big cap yang menjadi pemberat IHSG antara lain, BBRI (-5.61%), BMRI (-6.92%) dan HMSP (-3.05%). Mayoritas saham-saham perbankan hari ini turun signifikan setelah adanya spekulasi M&A bank bermasalah.

Isu tersebut timbul setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir akan memangkas jumlah BUMN menjadi 70-80 perusahaan. Di samping itu, kondisi LDR bank saat ini terpantau cukup tinggi, dimana rata-rata diatas 80%. Sehingga dengan tingkat LDR tersebut, dikhawatirkan penarikan dana akan terganggu, terutama dalam jumlah besar. Adapun peningkatan LDR bank ini tidak lepas dari dampak covid-19. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar IDR 515. 46 miliar. Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga terkoreksi 0.65%.