Kinerja Telkom Ciamik Patut Diacungi Jempol

Oleh : Wiyanto | Jumat, 05 Juni 2020 - 00:10 WIB

The Telkom Hub (Foto: Doc Telkom)
The Telkom Hub (Foto: Doc Telkom)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Ekonom dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat Acuviarta Kartubi, berdasarkan rekapitulasi data terakhir ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi makro Indonesia hanya tumbuh 2,97%.

Namun pertumbuhan lapangan usaha Telekomunikasi Informasi dan Komunikasi (TIK) tumbuh 9,81% atau hampir double digit.

"Jadi, kalau kinerja Telkom terus moncer dalam beberapa tahun terakhir, saya kira memang tidak terlepas dari perkembangan bisnis digital, data, dan TIK yang Telkom kembangkan. Saya kira apa yang dilakukan manajemen sekarang sudah on the right track, kita bisa melihat di semua lini terus tumbuh," katanya di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Tingginya pendapatan PT Telkom menunjukkan moncernya bisnis telekomunikasi digital di Indonesia, terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Internet menjadi kebutuhan penting untuk menopang berbagai aktivitas masyarakat, dari belajar hingga pekerjaan.

Baru baru ini, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mencatat laba bersih 2019 Rp18,66 triliun. Pencapaian itu ditopang pendapatan Digital Business Seluler (23,1%) dan pendapatan IndiHome (28,1%).

Pada segmen Mobile, Telkom melalui entitas anak Telkomsel, masih mengukuhkan diri sebagai operator dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia yaitu 171,1 juta pelanggan. Serta pengguna mobile data tercatat sebanyak 110,3 juta pelanggan.

Menurut dia, kemampuan PT Telkom meningkatkan pertumbuhan laba pada satu sisi, juga diikuti kinerja yang semakin baik dalam menekan biaya operasional. Prinsipnya, secara korporasi, potensi ekonomi di bisnis telekomunikasi mampu dikelola dan dimanfaatkan TLKM secara optimal, sehingga menjadi pendorong utama pendapatan dan laba perusahaan.

"Itu poin penting yang menjadi value utama bisnis Telkom. Saya juga menilai, dalam banyak hal, kondisi kinerja Telkom merefleksikan kondisi industri telekomunikasi secara nasional," sambung Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan itu.

Hal senada disampaikan Luqman El Hakiem, founder aplikasi analisa saham TetraXchange sekaligus founder komunitas saham Teman Trader. Menurutnya, kinerja TLKM relatif baik dibandingkan emiten sejenis sekalipun sedang masa pandemi sekarang.

"Saat pandemi, saham TLKM sempat sentuh harga terendah Rp2.450, level ini terakhir dialami pada Minggu ke-2 Februari 2015. Walaupun terkoreksi tajam, tapi akhir pekan ini (akhir Mei 2020) sudah pulih ditutup di harga Rp3.150," pungkasnya.

Investasi TLKM ke anak perusahaan juga harus dipastikan terkendali dan tidak menggerogoti induk. Melalui cara ini, sambung Luqman, maka pertumbuhan EPS (Earning per Share) bisa lebih baik dari laporan keuangan 2019 sebesar 3,2%.

"Secara umum, operasional Telkom bagus. Namun perlu segera penanganan, restrukturisasi untuk investasi ke anak perusahaan agar tidak jadi beban dan balik menjadi penunjang kinerja saham TLKM," sambungnya.

Dimitri Mahayana, dosen Sekoleh Teknik Elektro Informatika ITB mengatakan, kinerja PT Telkom terus bertambah kuat karena selaras dengan karakter bisnis TIK yang simultan kenaikan kebutuhan masyarakat Indonesia ke layanan bisnis tersebut.

Menurut dia, posisi fundamental itu perlu dipertajam dengan fokus bisnis perusahaan pada tiga elemen utama penopang bisnis eksisting maupun masa depan. Yakni broadband, cloud, dan big data. Melalui cara ini, maka Telkom makin beranjak dari perusahaan operator telekomunikasi ke digital telecommunication company. (sumber Sindonews.com, Telkom)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bambang Soesatyo Ketua MPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:00 WIB

Home Industri Modifikasi Otomotif Berkembang Signifikan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong berkembangnya home industri motor dan mobil custom (modifikasi otomotif) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Terlebih orang nomor satu di…

Ilustrasi kredit perbankan

Selasa, 14 Juli 2020 - 09:55 WIB

Kabar Gembira! OJK Bakal Perpanjang Restrukturisasi Kredit

Berdasarkan hasil diskusi dengan kalangan perbankan, diputuskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperpanjang restrukturisasi kredit.

Reklamasi Teluk Jakarta (Foto Ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 09:50 WIB

Inilah Keheranan Ahok, Soal Reklamasi Ancol di Zaman Gubernur Anies yang Menempel dengan Darat

Jakarta, Gubernur Anies Baswedan dinilai dianggap melanggar janji kampanye karena pernah menentang dengan keras reklamasi di masa Basuki Tjahaja Purnama menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Dokter Achmad Yurianto Jubir Covid-19

Selasa, 14 Juli 2020 - 09:45 WIB

Tolong di Catat Dong! Jubir COVID-19: Kalau Tidak Mau Tertular, Jangan Bicara dan Makan di Kendaraan Umum

Juru bicara penanganan COVID-19, Achmad yurianto mengingatkan untuk tidak melakukan aktivitas seperti makan maupun berbicara selama berada di kendaraan umum. Ini untuk mencegah percikan droplet…

Belanja di Blibli Bayar Pakai OVO

Selasa, 14 Juli 2020 - 09:30 WIB

Blibli Gandeng OVO Perluas Layanan Transaksi

Blibli berkolaborasi dengan platform pembayaran digital, rewards, dan layanan finansial terdepan di Indonesia, OVO, untuk meningkatkan kemudahan bagi pelanggan melakukan transaksi belanja di…