ASN Harus Persiapkan Diri Hadapi Tantangan Dunia Semakin Kompleks

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 23 Mei 2020 - 10:00 WIB

Ilustrasi Pemda (Foto: cpns.info)
Ilustrasi Pemda (Foto: cpns.info)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu aset birokrasi yang diharapkan bisa mewujudkan cita-cita pemerintahan berkelas dunia (world class government) tahun 2024. Untuk itu, ASN harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, seperti digitalisasi, globalisasi, information overload, maupun tantangan saat ini yaitu pandemi Covid-19.

Tidak bisa dipungkiri bahwa globalisasi dan digitalisasi menuntut ASN, khususnya ASN milenial untuk menjadi generasi pembelajar atau lifelong learner. Tidak hanya menerima, tetapi juga beradaptasi dan mengikuti perubahan ke arah yang positif. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masif saat ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ASN untuk memenangi persaingan global.

Untuk menghadapi tantangan dalam persaingan global, ASN tidak boleh hanya sekadar bekerja menjalankan tugas-tugas rutin saja atau business as usual. Diplomat muda Kementerian Luar Negeri Dinie Suryadini Mukti Arief mencontohkan kondisi pandemi Covid-19 sebagai sebuah kondisi dimana ASN harus adaptif, responsif, inovatif, dan kreatif terhadap sebuah perubahan. Bahkan ASN harus bisa menyesuaikan diri dengan the new normal yang diramalkan akan terjadi setelah pandemi Covid-19 berakhir.

“Jadi ketika kita masuk ke kantor kita harus benar-benar menyadari ada new normal dan kita harus beradaptasi sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi produktivitas kita,” ujarnya saat  menjadi pembicara dalam Bincang Inspirasi ASN Edisi 5, Selasa (19/05/2020).

Dinie menambahkan, penggunakan cara-cara cerdas (smart power) juga dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global. Generasi milenial yang sering disebut sebagai digital natives bisa memanfaatkan teknologi untuk membuka cakrawala berpikir dan memandang teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap/perilaku.

Bersamaan dengan perkembangan teknologi yang masif serta digitalisasi informasi, milenial juga dihadapkan pada information overload. Kondisi ini tidak jarang menyebabkan paradox of plenty, dimana informasi yang ada sangat melimpah namun tidak dimanfaatkan dengan baik atau bahkan disalahgunakan. “Kita sebagai ASN harus mampu memilah informasi yang begitu melimpah menjadi ilmu yang berharga. Jadi jangan sampai teknologi yang mengatur kita,” imbuhnya.

Selain dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual dan skill yang mumpuni, ASN milenial harus memiliki kemampuan kolaboratif. Artinya, generasi milenial yang lebih menyukai cara kerja yang cepat, fleksibel, dan dinamis harus bisa berkolaborasi dengan generasi terdahulu yang memiliki pola kerja berbeda.

ASN milenial kerap melontarkan ide atau gagasan segar yang dapat mendukung peningkatan kinerja di organisasi. Namun kemudian oleh generasi terdahulu sulit untuk memahami isu yang disampaikan oleh milenial, karena kurangnya dialog atau komunikasi.

 

“Disinilah nilai dimana ASN milenial bisa menjadi bridge builder diantara generasi-generasi yang ada. Jadi kita berkolaborasi dengan dialog dan menyampaikan gagasan dengan alasan-alasan logis,” tutur Dinie.

Sebagai seorang diplomat yang sudah berpengalaman bekerja di dalam dan luar negeri, menurutnya untuk menjawab tantangan dan tuntutan sebagai ASN milenial tentu tidak mudah. Dinie menyampaikan ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh ASN untuk menumbuhkan optimisme dalam menghadapi tantangan sebagai ASN berkelas dunia.

Pertama, keluar dari zona nyaman (comfort zone). Kita harus selalu menangkap kesempatan yang ada dan meraih sesuatu bukan untuk mendapat imbalan atau penghargaan, melainkan untuk memperkaya ilmu dan pengalaman. “Karena itu lebih rewarding. Jangan takut untuk mencoba hal baru,” katanya.

Kedua, constant learning. Profesi ASN tentu menuntut kita untuk terus menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Mengabdi di Kementerian Luar Negeri, Dinie yang berlatar belakang hukum awalnya menggeluti bidang hak asasi manusia (HAM) yang tidak jauh dari latar belakang pendidikannya. Namun kemudian ia harus ditempatkan di fungsi ekonomi dan harus mempelajari ilmu baru agar bisa melaksanakan tugasnya secara optimal sebagai diplomat di negara perwakilan maupun saat sudah kembali ke dalam negeri.

Ketiga, sebagai ASN kita harus siap melakukan pekerjaan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kita atau bekerja di luar panggilan tugas. Kesempatan ini bisa dijadikan peluang untuk mendapatkan pengalaman dan skill baru. “Ini disebut dengan beyond the call of duty. Kita harus sigap ketika melakukan pekerjaan dengan totalitas,” pungkas Dinie.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

Senin, 28 September 2020 - 15:02 WIB

Asiiik...Menteri Luhut Pastikan Pemerintah Bakal Kasih Diskon 50% untuk Perjalanan Wisata

Industri pariwisata akan mendapatkan stimulus dari pemerintah agar dapat bangkit dari Covid-19. Salah satunya berupa diskon paket wisata perjalanan sebesar 50 persen.

Program CSR PT PP (Persero) TBK (Photo by BUMN)

Senin, 28 September 2020 - 14:30 WIB

Era Pandemi Covid-19, PTPP Salurkan Ribuan Masker Medis

PT PP Persero Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia Perseroan telah menyalurkan bantuan dalam rangka penanganan Covid-19 di Polda.

PT Bio Farma (Persero) (Foto ist)

Senin, 28 September 2020 - 14:22 WIB

Kabar Gembira! Menlu Retno Pastikan Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac Lancar dan Tak Ada Efek Samping

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menegaskan bahwa tidak ditemukan efek samping dari uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac dan Bio Farma beberapa waktu lalu. "Laporan yang…

Tangkapan layar salah satu alun sosial media Facebook yang menyebut Ijazah Jokowi palsu

Senin, 28 September 2020 - 14:02 WIB

Ijazah Jokowi dari UGM Disebut palsu? Begini Faktanya...

Benarkah ijazah Jokowi palsu? Cek faktanya Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali di isukan memiliki ijazah palsu. Hal tersebut diunggah oleh salah satu pemilik akun media sosial Facebook…

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Senin, 28 September 2020 - 14:00 WIB

Panglima: TNI Siap Terus Membantu Satgas Penanganan Covid-19

Marsekal Hadi menambahkan, semua peralatan yang dimiliki Angkatan Udara maupun Angkatan Laut siap untuk dipergunakan untuk mendistribusikan logistik kesehatan ke seluruh pelosok tanah air. Semua…