Serapan Gas Bumi Mengalami Penurunan Pada Mei 2020, Ini Sebabnya

Oleh : Hariyanto | Jumat, 22 Mei 2020 - 15:41 WIB

Ilustrasi Migas (ist)
Ilustrasi Migas (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah melakukan antisipasi berkurangnya serapan gas bumi dari konsumen. Tercatat pasokan gas di beberapa area telah mengalami penurunan permintaan oleh konsumen di bulan Mei 2020.

“Di bulan Mei ini total volume gas yang tidak terserap lebih dari 350 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari),” kata Deputi Keuangan dan Monetisasi, SKK Migas, Arief S. Handoko, dikutip dari laman resmi SKK Migas, Jumat (22/5/2020).

Area yang mengalami penurunan penyerapan di bulan Mei ini diantaranya terjadi di Provinsi Riau sebesar 10 MMSCFD, area Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat sebesar 267 MMSCFD, serta Jawa Timur sebesar 40 MMSCFD dan Kalimantan Timur sebanyak 40 MMSCFD.

Beberapa penurunan permintaan pasokan gas oleh konsumen tidak sepenuhnya dikarenakan pandemi COVID-19. Penurunan juga disebabkan perawatan fasilitas yang dilakukan oleh Pembeli.

Contohnya, permintaan untuk memajukan jadwal perbaikan tahunan (turn around) dari Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk PKT 3 sebanyak 40 MMSCFD di bulan Mei 2020 dan PKT 1A sebesar 60 MMSCFD di bulan Juni 2020.

Selain itu, pertengahan hingga akhir Mei 2020 adalah periodisasi Hari Raya Lebaran dimana setiap tahun akan terjadi pengurangan kegiatan pada pabrik-pabrik dan kawasan industri. “Menurunnya aktivitas mereka membuat banyak pembeli juga mengurangi serapan gas. Ini berpengaruh pada realisasi lifting gas bumi,” kata Arief.

Per 15 Mei 2020, SKK Migas mencatat angka serapan gas rata-rata bulan Mei 2020 adalah 5.336 MMSCFD, atau sekitar 80 persen dari target APBN 2020 yang ditetapkan sebesar 6.670 MMSCFD. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan rata-rata serapan gas periode Januari – Mei 2020 yang sebesar 5.715 MMSCFD atau sekitar 86 persen dari target APBN 2020.

Menghadapi kondisi ini, kata Arief, SKK Migas terus berkoordinasi dengan para kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) yang terdampak akibat kondisi Covid-19 dan melakukan review atas munculnya klaim keadaan kahar (force majeure) yang diusulkan oleh beberapa pembeli gas bumi. “Kami sedang melakukan analisa atas penurunan serapan ini terhadap kesesuaian kontrak,” katanya.

Daam rangka melakukan analisa tersebut, pihaknya juga melakukan mitigasi keadaan yang dialami para pembeli, termasuk melihat usaha-usaha yang sudah dilakukan pembeli untuk memitigasi dampak COVID-19 ini, serta melihat kondisi aktual apakah memang kegiatan-kegiatan usaha yang menjadi pembeli akhir memang menghentikan kegiatan operasi karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Dari diskusi dan analisa yang dilakukan tersebut, mudah-mudahan didapatkan solusi terbaik untuk industri hulu migas maupun pembeli gas bumi,” kata Arief.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi 5G.(Ist)

Jumat, 25 September 2020 - 12:22 WIB

Qualcomm: Penerapan 5G Akan Membuat Industri Lebih Efisien, Lebih Cerdas dan Lebih Aman

Qualcomm Inernasional menyoroti peluang yang sangat besar dari aplikasi 5G di Indonesia, terutama menekankan keragaman use cases termasuk Industrial Internet of Things (IIoT) yang sejalan dengan…

Wisma atlet kemayoran

Jumat, 25 September 2020 - 12:18 WIB

4 Hari Dibuka, Tower 4 dan Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran Sudah Terisi Sebanyak 2122 Pasien OTG

Tower 4 dan Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta - yang disiapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sebagai Flat Isolasi Mandiri bagi warga yang tak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri…

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dan Jojo Pimpinan Media Digital Menyayangkan Febri Diansyah Mundur dari KPK

Jumat, 25 September 2020 - 12:17 WIB

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dan Wakil DPD Sultan Nadjamuddin Menyayangkan Mundurnya Febri Diansyah

Febri Diansyah tercatat sebagai aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW). Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Dan ini, membuat belasan pegawai KPK mundur dengan beragam alasan.…

Marcella Zalianty (Foto Ist)

Jumat, 25 September 2020 - 12:00 WIB

Ketum PARFI 56 Marcella Zalianty Terima Bantuan untuk Pekerja Seni Dampak Pandemi Covid

Akibat pandemi Covid-19, banyak pekerja seni yang kehilangan pendapatan, sehingga beralih menekuni UMKM. Antara lain memproduksi kerajinan bambu, budidaya serangga, dan usaha kuliner seperti…

Kebun Bunga Bougainville Lengkapi Kawasan The Mandalika NTB

Jumat, 25 September 2020 - 12:00 WIB

Kebun Bunga Bougainville Lengkapi Kawasan The Mandalika NTB

Proyek Pink Mandalika adalah proyek penanaman bunga Bougainville berwarna pink di tujuh bukit di seputar area Jalan Khusus Kawasan (JKK) dengan total lahan yang akan ditanami mencapai 26,5 ha…