Gubernur Sumut: Strategi Antisipasi Krisis Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Wiyanto | Selasa, 19 Mei 2020 - 10:00 WIB

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mencoba alat mesin pertanian untuk tanam padi
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mencoba alat mesin pertanian untuk tanam padi

INDUSTRY.co.id - Sumut - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memerintahkan seluruh bupati dan walikota di bawahnya untuk melakukan antisipasi krisis pangan di tengah pandemi Covid-19 dengan melakukan percepatan tanam. Hal ini juga untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan mengalami puncaknya bulan Agustus ini.

"Percepatan tanam ini harus dilakukan secara cepat dan masif apalagi saat pandemi seperti sekarang," ujar Edy di kantornya, Selasa (19/5/2020).

Gubernur Edy menambahkan akan mengoptimalkan seluruh lahan pertanian di seluruh Provinsi Sumut untuk meningkatkan produksi pangan dengan melakukan percepatan tanam pada bulan Mei ini dan memastikan stok yang dimiliki cukup sampai pada musim tanam berikutnya.

"Saya juga meminta seluruh jajaran dibawah saya untuk menanam pangan alternatif seperti ubi jalar.Masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan mereka, perkantoran bahkan lahan tidur yang tidak digunakan," tuturnya.

Selain itu, Edy juga memastikan stok pangan Sumut aman dengan jumlah sebesar 1,5 juta ton beras pada bulan Jan–Juli 2020 dan konsumsi beras sebesar 1,1 juta ton. Stok beras tersebut berasal dari panen padi dibeberapa daerah sentra seperti Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Dairi, Batubara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengan dan Mandailing Natal.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan beberapa langkah seperti dengan menurunkan petugas dan Penyuluh untuk mendampingi dan mengawal petani dalam percepatan tanam.

"Dinas pertanian kabupaten/kota saya harapkan dapat memaksimalkan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) seperti alat mesin pertanian (Alsintan) dan benih yang sudah disalurkan" ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Pemrov Sumut Ir. Dahler Lubis, MMA.

Untuk musim tanam ini, Dahler mengatakan telah menyalurkan 821,5 ton benih padi dan 423,2 ton benih jagung keseluruh kabupaten/kota Provinsi Sumut. Sedangkan untuk pupuk bersubsidi dan kredit usaha rakyat (KUR), ia mengingatkan Dinas Pertanian (Distan) untuk melakukan validasi data agar valid segera diajukan penyalurannya.

"Untuk musim tanam periode bulan April -September 2020 ini akan mencapai 244.944 hektar sehingga stok beras yang tersedia surplus hingga akhir tahun,"ucapnya.

Di kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan produksi beras nasional terjadi aman. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementan terus berupaya melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan.

“Kementan mendukung penuh upaya dan daerah berkomitmen penuh berbagai daerah untuk kita bersama-sama mampu memenuhi target produksi pangan. Seperti yang menjadi arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk tetap menjaga pasokan pangan apalagi di tengah kondisi seperti ini,” kata Suwandi.

Berdasarkan data produksi BPS, neraca beras nasional surplus jutaan ton sampai Juni 2020. Total stok beras nasional untuk periode April-Juni 2020 ada sekitar 14 juta ton dengan rincian stok akhir bulan Maret 2020 sebanyak 3,45 juta ton dan panen bulan April-Juni 2020 sebanyak 10,56 juta ton.

Ia juga mengatakan persediaan saat ini melebihi kebutuhan konsumsi beras nasional periode April-Juni 2020 yang totalnya sekitar 7,61 juta ton atau rata-rata 2,5 juta ton per bulan.

"Artinya, sampai beberapa bulan ke depan Indonesia memiliki surplus beras sekitar 6,4 juta ton,"tukas Suwandi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Para pemudik lebaran yang hendak pulang kampung (ist)

Senin, 25 Mei 2020 - 07:08 WIB

Jubir COVID-19: Pemudik Jangan Kembali ke Jakarta Dulu

“Pahami, bahwa dalam situasi yang saat ini terjadi, kita tidak boleh menggunakan cara pikir, cara tindak, seperti situasi di masa-masa lalu. Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah,…

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Senin, 25 Mei 2020 - 07:00 WIB

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Semula Akim menekuni penjual nasi liwet, namun wanita asal Solo ingin meningkatkan penghasilan dengan mencoba peluang baru dibidang Suplier Scrab

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 25 Mei 2020 - 06:00 WIB

DRP Nilai Menkeu Sri Mulyani Tak Hormati Kesepakatan Politik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkirim surat kepada DPR RI untuk mengonsultasikan kebijakannya yang belakangan banyak dikritik kalangan legislator di Parlemen, terutama Komisi XI DPR…

Bintara Marinir Sidoarjo Tingkatkan Ketahanan Pangan dengan Teknik Hidroponik

Senin, 25 Mei 2020 - 04:00 WIB

Bintara Marinir Sidoarjo Tingkatkan Ketahanan Pangan dengan Teknik Hidroponik

Dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, Bintara Tidur Dalam Yonif 3 Marinir bercocok tanam menggunakan teknik Hidroponik dan Aquaponik di Mess Bintara Yonif 3 Marinir Gedangan, Sidoarjo,…

Presiden Jokowi

Minggu, 24 Mei 2020 - 20:40 WIB

Presiden Jokowi: Jadikan Idul Fitri Momen Menjaga Kesatuan Bangsa

Presiden Joko Widodo mengatakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441H yang jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020 merupakan momentum untuk menjaga kesatuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan Presiden…